Sabtu, November 7, 2026
Google search engine

Korban Keracunan MBG di Kulon Progo Jadi 105 Orang, dari Siswa, Bumil hingga Busui

KULON PROGO – Dinas Kesehatan Kulon Progo mencatat setidaknya 105 korban mengalami gejala keracunan (mual, muntah, dan diare) akibat menu Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Dampak kejadian meluas, korban terdiri dari 98 siswa SMPN 3 Wates, tenaga pendidik, hingga ibu hamil dan menyusui.

Akibat peristiwa ini, operasional dapur SPPG Karangwuni dihentikan sementara.

Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kulon Progo tidak hanya menimpa siswa sekolah.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo mencatat ada ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui (busui) yang turut mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Berita Lainnya  Pasca Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang, Dikabarkan Datang Penyidik KPK

Susilaningsih menuturkan, keterlibatan ibu hamil dan ibu menyusui dalam kasus ini tidak terlepas dari cakupan layanan SPPG yang tidak hanya menyasar anak sekolah.

Program tersebut juga melayani kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui melalui jaringan posyandu.

“Karena memang SPPG ini sudah melayani 3B. Jadi busui, bumil, balita, dan anak sekolah,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil pendataan sementara, nyeri perut menjadi keluhan yang paling dominan, disusul diare dan pusing.

Meski ada ibu hamil yang terdampak, Susilaningsih memastikan kondisi pasien secara umum tidak menunjukkan gejala berat.

Seluruh korban yang memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan masih dapat ditangani secara rawat jalan dan tidak memerlukan tindakan medis intensif seperti pemberian cairan infus.

Berita Lainnya  Menkes Ungkap Kopdes akan Beroperasi sebagai Klinik Pratama, Bisa Pakai BPJS Kesehatan

Dinkes juga belum memperoleh informasi pasti mengenai usia kehamilan pasien tersebut sehingga potensi dampaknya terhadap kehamilan masih terus dipantau.

“Ya semoga kalau nyeri perutnya tidak berlebihan kemudian hamilnya sudah masuk di trimester dua ya insyaallah tidak mengakibatkan kontraksi dari rahimnya,” imbuhnya.

Selain menelusuri sumber dugaan keracunan, Dinkes masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan untuk memastikan penyebab pasti kejadian.

Sementara itu, investigasi awal menemukan sejumlah faktor risiko yang berpotensi berkontribusi terhadap kasus tersebut.

Berita Lainnya  Polisi Pamerkan Wajah Pelaku Pembacokan Bobotoh Bogor, Wartawan yang Kesal Keplak Kepala Pelaku

Mulai dari jeda waktu yang panjang antara proses memasak dan konsumsi makanan, potensi kontaminasi silang saat pengolahan, hingga temuan petugas yang tidak menggunakan alat pelindung diri berdasarkan rekaman CCTV.

Namun Dinkes menegaskan seluruh temuan tersebut masih bersifat dugaan dan belum dapat dijadikan kesimpulan akhir. Termasuk apakah peristiwa keracunan itu berasal dari program MBG atau tidak.

“Untuk pastinya tentu kita seperti biasa menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” tandasnya.***

Sumber : Suara.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan