Senin, September 7, 2026
spot_img

Korban Keracunan MBG di Kulon Progo Jadi 105 Orang, dari Siswa, Bumil hingga Busui

KULON PROGO – Dinas Kesehatan Kulon Progo mencatat setidaknya 105 korban mengalami gejala keracunan (mual, muntah, dan diare) akibat menu Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Dampak kejadian meluas, korban terdiri dari 98 siswa SMPN 3 Wates, tenaga pendidik, hingga ibu hamil dan menyusui.

Akibat peristiwa ini, operasional dapur SPPG Karangwuni dihentikan sementara.

Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kulon Progo tidak hanya menimpa siswa sekolah.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo mencatat ada ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui (busui) yang turut mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Berita Lainnya  1 Orang Tewas, Polisi Tetapkan Pengemudi Outlander Mabuk sebagai Tersangka

Susilaningsih menuturkan, keterlibatan ibu hamil dan ibu menyusui dalam kasus ini tidak terlepas dari cakupan layanan SPPG yang tidak hanya menyasar anak sekolah.

Program tersebut juga melayani kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui melalui jaringan posyandu.

“Karena memang SPPG ini sudah melayani 3B. Jadi busui, bumil, balita, dan anak sekolah,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil pendataan sementara, nyeri perut menjadi keluhan yang paling dominan, disusul diare dan pusing.

Meski ada ibu hamil yang terdampak, Susilaningsih memastikan kondisi pasien secara umum tidak menunjukkan gejala berat.

Seluruh korban yang memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan masih dapat ditangani secara rawat jalan dan tidak memerlukan tindakan medis intensif seperti pemberian cairan infus.

Berita Lainnya  Bukan Hanya Rekening Bank, Akun Medsos hingga WhatsApp Botok AMPB juga Diblokir

Dinkes juga belum memperoleh informasi pasti mengenai usia kehamilan pasien tersebut sehingga potensi dampaknya terhadap kehamilan masih terus dipantau.

“Ya semoga kalau nyeri perutnya tidak berlebihan kemudian hamilnya sudah masuk di trimester dua ya insyaallah tidak mengakibatkan kontraksi dari rahimnya,” imbuhnya.

Selain menelusuri sumber dugaan keracunan, Dinkes masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan untuk memastikan penyebab pasti kejadian.

Sementara itu, investigasi awal menemukan sejumlah faktor risiko yang berpotensi berkontribusi terhadap kasus tersebut.

Berita Lainnya  Kejari Karawang Pamerkan Tumpukan Duit Sitaan Korupsi Penyaluran KPR PT. BAS

Mulai dari jeda waktu yang panjang antara proses memasak dan konsumsi makanan, potensi kontaminasi silang saat pengolahan, hingga temuan petugas yang tidak menggunakan alat pelindung diri berdasarkan rekaman CCTV.

Namun Dinkes menegaskan seluruh temuan tersebut masih bersifat dugaan dan belum dapat dijadikan kesimpulan akhir. Termasuk apakah peristiwa keracunan itu berasal dari program MBG atau tidak.

“Untuk pastinya tentu kita seperti biasa menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” tandasnya.***

Sumber : Suara.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Apes! Salah Sasaran Malah Palak Mantan Ajudan Dedi Mulyadi, Preman ini Berakhir Diciduk Polisi

PURWAKARTA - Aksi seorang pria yang diduga melakukan pemalakan di sebuah minimarket di Purwakarta, Jawa Barat, berakhir setelah diamankan anggota polisi lalu lintas. Pelaku disebut...

Ketua DPRD Kota Malang Sepakat Hentikan dan Evaluasi Total Program MBG

MALANG - Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menyatakan kesepakatan untuk menindaklanjuti tuntutan mahasiswa dari Aliansi Malang Bergerak/Amarah Brawijaya guna menghentikan atau mengevaluasi...

Aksi Pengejaran Mobil CR-V Pelaku Tabrak Lari Berlangsung Dramatis, Warga Temukan Plastik Diduga Narkotika

BANJAR - Aksi kejar-kejaran dramatis terjadi di jalanan dari Banjarmasin hingga Kabupaten Banjar pada Minggu petang, 6 September 2026, melibatkan mobil Honda CR-V hitam...

Siswi Berprestasi di Karo yang Keracunan MBG Alami Gangguan Ingatan hingga 70 Persen

KARO - Febiola Br Purba, siswi berprestasi korban dugaan keracuban program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, dilaporkan mengalami gangguan ingatan...

Kuasa Hukum Tersangka VY Bantah Kliennya Miliki ‘Mensrea’ Rugikan Negara dalam Korupsi KPR

KARAWANG - Dr. M. Gary Gagarin Akbar, SH., MH., Kuasa Hukum Sdr. VY - mantan Direktur PT. Bumi Arta Sedayu (PT BAS) periode tahun...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan