BONDOWOSO – Sebuah rekaman video yang memperlihatkan sejumlah siswa membuang makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dalam gerobak pasir viral di media sosial.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi di lingkungan MTs Negeri 4 Bondowoso, Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Dalam video berdurasi singkat yang beredar luas, tampak sejumlah pelajar berseragam putih-biru membuang nasi dari wadah ompreng besi secara bergantian ke dalam gerobak pasir.
Di tengah rekaman tersebut, terdengar pula suara seorang pria yang berseloteh, “MBG, MBG, ini MBG-nya.”
Unggahan itu pun memicu pelbagai spekulasi dan reaksi negatif dari warganet yang menyayangkan aksi pembuangan makanan program pemerintah tersebut.
Menanggapi polemik yang berkembang, Kepala MTs Negeri 4 Bondowoso, Qurniyatul Fatiya, memberikan klarifikasi secara resmi melalui sebuah rekaman video.
Ia menegaskan bahwa makanan yang dimasukkan ke dalam gerobak pasir tersebut bukanlah makanan utuh, melainkan sisa makanan yang tidak habis dikonsumsi oleh para siswa.
“Akibatnya, anak-anak sudah telanjur membeli makanan di kantin. Makanan yang ada di video itu adalah sisa dari yang dimakan, bukan makanan utuh yang sengaja dibuang,” ujar Qurniyatul.
Terlambat karena Kunjungan Wakil Menteri
Qurniyatul menjelaskan, pada hari kejadian, proses distribusi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke MTsN 4 Bondowoso memang mengalami keterlambatan dari jadwal yang seharusnya.
Keterlambatan armada pengangkut makanan terjadi lantaran akses jalan utama menuju sekolah ditutup sementara.
Penutupan jalan dilakukan karena adanya agenda kunjungan kerja Wakil Menteri di wilayah tersebut, sehingga armada pengangkut harus memutar melewati jalur alternatif.
Karena makanan MBG datang terlambat, para siswa yang sudah merasa lapar terlebih dahulu membeli makanan di kantin sekolah.
Ketika menu MBG akhirnya tiba, siswa tidak sanggup menghabiskan seluruh porsi yang diberikan.
Qurniyatul juga menambahkan bahwa sisa makanan di dalam wadah ompreng tersebut sebenarnya tidak berniat dibuang begitu saja hingga terbuang sia-sia.
Pihak sekolah melalui para guru telah berencana mengumpulkan seluruh sisa makanan siswa untuk dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak itik.***
Sumber : Kompas










