Jumat, November 6, 2026
Google search engine

Viral Video Siswa Buang MBG ke Gerobak Pasir, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

BONDOWOSO – Sebuah rekaman video yang memperlihatkan sejumlah siswa membuang makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dalam gerobak pasir viral di media sosial.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi di lingkungan MTs Negeri 4 Bondowoso, Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Dalam video berdurasi singkat yang beredar luas, tampak sejumlah pelajar berseragam putih-biru membuang nasi dari wadah ompreng besi secara bergantian ke dalam gerobak pasir.

Di tengah rekaman tersebut, terdengar pula suara seorang pria yang berseloteh, “MBG, MBG, ini MBG-nya.”

Berita Lainnya  Polisi Selidiki Tewasnya Remaja Bobotoh Bogor, Minta Warga Beri Informasi Sekecil Apapun untuk Percepat Proses Hukum

Unggahan itu pun memicu pelbagai spekulasi dan reaksi negatif dari warganet yang menyayangkan aksi pembuangan makanan program pemerintah tersebut.

Menanggapi polemik yang berkembang, Kepala MTs Negeri 4 Bondowoso, Qurniyatul Fatiya, memberikan klarifikasi secara resmi melalui sebuah rekaman video.

Ia menegaskan bahwa makanan yang dimasukkan ke dalam gerobak pasir tersebut bukanlah makanan utuh, melainkan sisa makanan yang tidak habis dikonsumsi oleh para siswa.

“Akibatnya, anak-anak sudah telanjur membeli makanan di kantin. Makanan yang ada di video itu adalah sisa dari yang dimakan, bukan makanan utuh yang sengaja dibuang,” ujar Qurniyatul.

Berita Lainnya  Lagi, Gas Kaustik PT. Pindo Deli 2 Bocor, Puluhan Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

Terlambat karena Kunjungan Wakil Menteri

Qurniyatul menjelaskan, pada hari kejadian, proses distribusi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke MTsN 4 Bondowoso memang mengalami keterlambatan dari jadwal yang seharusnya.

Keterlambatan armada pengangkut makanan terjadi lantaran akses jalan utama menuju sekolah ditutup sementara.

Penutupan jalan dilakukan karena adanya agenda kunjungan kerja Wakil Menteri di wilayah tersebut, sehingga armada pengangkut harus memutar melewati jalur alternatif.

Karena makanan MBG datang terlambat, para siswa yang sudah merasa lapar terlebih dahulu membeli makanan di kantin sekolah.

Berita Lainnya  PSSI Kecam Keras Penyerangan yang Tewaskan Bobotoh di Bogor, Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku

Ketika menu MBG akhirnya tiba, siswa tidak sanggup menghabiskan seluruh porsi yang diberikan.

Qurniyatul juga menambahkan bahwa sisa makanan di dalam wadah ompreng tersebut sebenarnya tidak berniat dibuang begitu saja hingga terbuang sia-sia.

Pihak sekolah melalui para guru telah berencana mengumpulkan seluruh sisa makanan siswa untuk dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak itik.***

Sumber : Kompas

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Rp58,7 Miliar Dana CSR Bantu Pembangunan, Kang Jimmy : “Saya Akui Bupati Aep Visioner”

KARAWANG - Berdasarkan data laporan tahun 2025, sekitar Rp58,7 miliar dana bantuan perusahaan/industri melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social...

Menghilang Setelah Penetapan Tersangka Listyo Sigit, Seskab Teddy Akhirnya Muncul Dampingi Prabowo

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sempat menjadi perbincangan dan dicari publik karena tidak terlihat dalam beberapa agenda kepresidenan di tengah isu...

Roy Suryo Tertawa Saat Jokowi Tunjukkan Ijazah di Persidangan

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah S1 miliknya dari Universitas Gadjah Mada (UGM) saat menjadi saksi kasus fitnah ijazah palsu...

8 Anggota Polresta Karawang Diperiksa Propam Polda Jabar, Gegara Bebaskan Pengedar OKT

KARAWANG - Sebanyak delapan anggota Polresta Karawang saat ini diperiksa Bidang Propam Polda Jawa Barat (Jabar), setelah mereka membebaskan seorang pengedar obat keras tertentu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan