Minggu, Juli 26, 2026
spot_img

Fakultas Teknik UBP Karawang Kembali Gelar Kuliah Umum Ergonomi ke-22

KARAWANG – Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang kembali menyelenggarakan Kuliah Umum Ergonomi ke-22 dengan tema ‘Integrasi Ergonomi dalam Human-Centered Manufacturing: Tantangan dan Praktik di Industri Otomotif’, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Satu Lantai 3 Gedung Rektorat UBP Karawang ini menghadirkan pemateri dari akademisi hingga praktisi industri otomotif, serta diikuti mahasiswa UBP Karawang yang memiliki minat terhadap bidang ergonomi, sistem kerja, dan manufaktur modern.

Kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Program Studi Teknik Industri UBP Karawang dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri, khususnya dalam menghadapi tantangan transformasi industri menuju konsep Human-Centered Manufacturing yang menempatkan manusia sebagai pusat pengembangan teknologi dan sistem kerja.

Pada sesi pertama, Dino Caesaron, ST., MT., Ph.D – Ketua Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) Korwil Jawa Barat, memaparkan materi mengenai konsep Human-Centered Design (HCD) dalam dunia manufaktur modern. Menurutnya, perkembangan industri saat ini tidak lagi berfokus semata-mata pada otomatisasi, tetapi juga pada bagaimana teknologi mampu mendukung kemampuan manusia secara optimal.

Berita Lainnya  Pihak Sekolah Terima Pesan Ancaman Bom, MPLS di SDN Srengseng Sawah - Jaksel Dibubarkan

Dino menjelaskan bahwa Human-Centered Design memiliki empat prinsip utama, yaitu empati terhadap pengguna, kolaborasi lintas disiplin, keterlibatan aktif pengguna, serta proses perbaikan berkelanjutan melalui iterasi. Dalam konteks manufaktur, prinsip tersebut diwujudkan melalui pemetaan kemampuan fisik dan kognitif operator, keterlibatan pekerja dalam proses desain, serta pengujian rancangan stasiun kerja sebelum diterapkan di lini produksi.

Ia juga menegaskan bahwa konsep Human-Centered Manufacturing tidak hanya memperhatikan konsumen akhir, tetapi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam sistem manufaktur, termasuk operator, teknisi, perencana produksi, hingga manajemen perusahaan.

Berita Lainnya  Langkah Bupati Aep yang akan Gratiskan LKS Patut Diapresiasi

“Kesuksesan sistem manufaktur modern diukur tidak hanya dari aspek produktivitas, tetapi juga keselamatan kerja, efisiensi, dan kesejahteraan pekerja,” paparnya.

Lebih lanjut, Dino menguraikan berbagai tantangan implementasi Human-Centered Manufacturing, mulai dari keterbatasan teknologi otomatisasi penuh, kebutuhan organisasi yang adaptif, hingga aspek sosial dan etika dalam penerapan kecerdasan buatan di lingkungan industri.

Ia menegaskan bahwa manusia tetap memiliki peran strategis yang belum dapat sepenuhnya digantikan oleh mesin, terutama dalam pengambilan keputusan kompleks, kreativitas, dan penyelesaian masalah.

Sebagai contoh implementasi, Dino memaparkan berbagai studi kasus penerapan Human-Centered Design pada industri otomotif, pemanfaatan Augmented Reality untuk operator CNC, penggunaan cobot dan teleoperation dalam menjaga kontinuitas produksi, hingga pengembangan antarmuka Virtual Reality yang mampu mengurangi beban kognitif pekerja.

Berita Lainnya  Wacana Pemberlakuan SPP di SMA-SMK, KDM : "Cukup dengan Dana BOS"

Sementara pada sesi berikutnya, Ir. Triatmoko Kushidayat, Manager Assembly Production Toyota membagikan pengalaman praktis mengenai integrasi ergonomi dalam sistem produksi otomotif Toyota dengan tema “Integrasi Ergonomi dalam Human-Centered Manufacturing: Tantangan dan Praktik di Industri Otomotif”.

Triatmoko menjelaskan bahwa filosofi Toyota menempatkan manusia sebagai pusat perbaikan proses. Menurutnya, robot dan teknologi hanyalah alat bantu, sementara peningkatan proses secara berkelanjutan tetap bergantung pada kemampuan manusia untuk melakukan inovasi dan kaizen.

Dalam paparannya, ia memperkenalkan konsep AMAP (Any Member Any Process) yang bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan dapat dijalankan oleh seluruh pekerja tanpa memandang usia, jenis kelamin, maupun kondisi fisik tertentu.(cep)

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kebakaran Hebat Hanguskan 70 Rumah Adat di Sukabumi

SUKABUMI - Kebakaran meratakan permukiman di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kabupaten Sukabumi. Total 70 rumah di lokasi ludes terbakar. Laporan kebakaran itu terjadi...

Febri Diansyah Jadi Pengacara Febrie Adriansyah

JAKARTA - Eks Juru Bicara KPK, Febri Diansyah bertindak sebagai Kuasa Hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah pada kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian...

Blunder Pernyataan Sudaryono: “Makan Bergizi Adalah Tender Politiknya Presiden Prabowo”

JAKARTA - Baru saja dilantik menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN),  Sudaryono sudah mengeluarkan pernyataan yang dinilai 'blunder', karena menyebut program Makan Bergizi Gratis...

Yusril Minta Dedi Mulyadi Hentikan Sayembara Buru Begal: “Beresiko Warga Main Hakim Sendiri”

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, mengaku tidak setuju dengan keputusan Gubernur...

Resmi Ditahan, Febrie: “Saya Merasa ini Kriminalisasi”

JAKARTA - Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah resmi ditahan usai menjalani pemeriksaan maraton oleh Tim 9 Kejaksaan Agung,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan