Sabtu, Juli 11, 2026
spot_img

Fakultas Teknik UBP Karawang Kembali Gelar Kuliah Umum Ergonomi ke-22

KARAWANG – Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang kembali menyelenggarakan Kuliah Umum Ergonomi ke-22 dengan tema ‘Integrasi Ergonomi dalam Human-Centered Manufacturing: Tantangan dan Praktik di Industri Otomotif’, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Satu Lantai 3 Gedung Rektorat UBP Karawang ini menghadirkan pemateri dari akademisi hingga praktisi industri otomotif, serta diikuti mahasiswa UBP Karawang yang memiliki minat terhadap bidang ergonomi, sistem kerja, dan manufaktur modern.

Kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Program Studi Teknik Industri UBP Karawang dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri, khususnya dalam menghadapi tantangan transformasi industri menuju konsep Human-Centered Manufacturing yang menempatkan manusia sebagai pusat pengembangan teknologi dan sistem kerja.

Pada sesi pertama, Dino Caesaron, ST., MT., Ph.D – Ketua Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) Korwil Jawa Barat, memaparkan materi mengenai konsep Human-Centered Design (HCD) dalam dunia manufaktur modern. Menurutnya, perkembangan industri saat ini tidak lagi berfokus semata-mata pada otomatisasi, tetapi juga pada bagaimana teknologi mampu mendukung kemampuan manusia secara optimal.

Berita Lainnya  Dedi Mulyadi Ingin Pastikan Semua Anak di Jabar Bisa Sekolah

Dino menjelaskan bahwa Human-Centered Design memiliki empat prinsip utama, yaitu empati terhadap pengguna, kolaborasi lintas disiplin, keterlibatan aktif pengguna, serta proses perbaikan berkelanjutan melalui iterasi. Dalam konteks manufaktur, prinsip tersebut diwujudkan melalui pemetaan kemampuan fisik dan kognitif operator, keterlibatan pekerja dalam proses desain, serta pengujian rancangan stasiun kerja sebelum diterapkan di lini produksi.

Ia juga menegaskan bahwa konsep Human-Centered Manufacturing tidak hanya memperhatikan konsumen akhir, tetapi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam sistem manufaktur, termasuk operator, teknisi, perencana produksi, hingga manajemen perusahaan.

Berita Lainnya  Dedi Mulyadi Siapkan Beasiswa Pelatihan ke Inggris bagi Siswa dan Guru Berprestasi di 'Sekolah Maung'

“Kesuksesan sistem manufaktur modern diukur tidak hanya dari aspek produktivitas, tetapi juga keselamatan kerja, efisiensi, dan kesejahteraan pekerja,” paparnya.

Lebih lanjut, Dino menguraikan berbagai tantangan implementasi Human-Centered Manufacturing, mulai dari keterbatasan teknologi otomatisasi penuh, kebutuhan organisasi yang adaptif, hingga aspek sosial dan etika dalam penerapan kecerdasan buatan di lingkungan industri.

Ia menegaskan bahwa manusia tetap memiliki peran strategis yang belum dapat sepenuhnya digantikan oleh mesin, terutama dalam pengambilan keputusan kompleks, kreativitas, dan penyelesaian masalah.

Sebagai contoh implementasi, Dino memaparkan berbagai studi kasus penerapan Human-Centered Design pada industri otomotif, pemanfaatan Augmented Reality untuk operator CNC, penggunaan cobot dan teleoperation dalam menjaga kontinuitas produksi, hingga pengembangan antarmuka Virtual Reality yang mampu mengurangi beban kognitif pekerja.

Berita Lainnya  Aturan Teknis Belum Jelas, Sekolah Swasta di Purwakarta Bingung Jalankan Program SSK Dedi Mulyadi

Sementara pada sesi berikutnya, Ir. Triatmoko Kushidayat, Manager Assembly Production Toyota membagikan pengalaman praktis mengenai integrasi ergonomi dalam sistem produksi otomotif Toyota dengan tema “Integrasi Ergonomi dalam Human-Centered Manufacturing: Tantangan dan Praktik di Industri Otomotif”.

Triatmoko menjelaskan bahwa filosofi Toyota menempatkan manusia sebagai pusat perbaikan proses. Menurutnya, robot dan teknologi hanyalah alat bantu, sementara peningkatan proses secara berkelanjutan tetap bergantung pada kemampuan manusia untuk melakukan inovasi dan kaizen.

Dalam paparannya, ia memperkenalkan konsep AMAP (Any Member Any Process) yang bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan dapat dijalankan oleh seluruh pekerja tanpa memandang usia, jenis kelamin, maupun kondisi fisik tertentu.(cep)

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Belum Ada Urgensi Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda

KARAWANG - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Sjamsurijal menilai belum ada urgensi terkait perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda. Cucun pun meminta...

Bejat! Anak Sendiri kok Dicabuli, Si Gondrong Kini Sudah Diringkus Polisi

KARAWANG - DH (46), seorang ayah asal Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini terpaksa diringkus polisi, setelah kedapatan memperkosa anak kandungnya sendiri. Ironisnya,...

Bikin Bingung! Dedi Mulyadi Sebut Jalan Bergelombang Interchange Karawang Barat Kewenangan Jasa Marga

KARAWANG - Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) merespon keluhan masyarakat mengenai banyaknya kecelakaan lalu lintas yang disebabkan jalan bergelombang di Jalan Interchange...

Ono Surono dan Dedi Mulyadi Sependapat Tak Perlu Ada Perubahan Nama Jawa Barat Menjadi Tatar Sunda

BANDUNG - Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono hingga Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi alias KDM secara terpisah mengutarakan pendapat senada bahwa...

Pertama, Presiden Prabowo Luncurkan Biodiesel B50 di KM 57A Karawang

KARAWANG - Presiden Prabowo meluncurkan Biodiesel B50 di Rest Area KM 57A, Tol Jakarta - Cikampek, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan