Minggu, November 8, 2026
Google search engine

Fakultas Teknik UBP Karawang Kembali Gelar Kuliah Umum Ergonomi ke-22

KARAWANG – Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang kembali menyelenggarakan Kuliah Umum Ergonomi ke-22 dengan tema ‘Integrasi Ergonomi dalam Human-Centered Manufacturing: Tantangan dan Praktik di Industri Otomotif’, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Satu Lantai 3 Gedung Rektorat UBP Karawang ini menghadirkan pemateri dari akademisi hingga praktisi industri otomotif, serta diikuti mahasiswa UBP Karawang yang memiliki minat terhadap bidang ergonomi, sistem kerja, dan manufaktur modern.

Kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Program Studi Teknik Industri UBP Karawang dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri, khususnya dalam menghadapi tantangan transformasi industri menuju konsep Human-Centered Manufacturing yang menempatkan manusia sebagai pusat pengembangan teknologi dan sistem kerja.

Pada sesi pertama, Dino Caesaron, ST., MT., Ph.D – Ketua Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) Korwil Jawa Barat, memaparkan materi mengenai konsep Human-Centered Design (HCD) dalam dunia manufaktur modern. Menurutnya, perkembangan industri saat ini tidak lagi berfokus semata-mata pada otomatisasi, tetapi juga pada bagaimana teknologi mampu mendukung kemampuan manusia secara optimal.

Berita Lainnya  GOKAR Perkenalkan Aplikasi Transportasi Online Asli Karawang di Sekolah

Dino menjelaskan bahwa Human-Centered Design memiliki empat prinsip utama, yaitu empati terhadap pengguna, kolaborasi lintas disiplin, keterlibatan aktif pengguna, serta proses perbaikan berkelanjutan melalui iterasi. Dalam konteks manufaktur, prinsip tersebut diwujudkan melalui pemetaan kemampuan fisik dan kognitif operator, keterlibatan pekerja dalam proses desain, serta pengujian rancangan stasiun kerja sebelum diterapkan di lini produksi.

Ia juga menegaskan bahwa konsep Human-Centered Manufacturing tidak hanya memperhatikan konsumen akhir, tetapi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam sistem manufaktur, termasuk operator, teknisi, perencana produksi, hingga manajemen perusahaan.

Berita Lainnya  Mulai 2027, Sekolah di Karawang Bakal Ada Ekstrakurikuler Baca Tulis Qur'an

“Kesuksesan sistem manufaktur modern diukur tidak hanya dari aspek produktivitas, tetapi juga keselamatan kerja, efisiensi, dan kesejahteraan pekerja,” paparnya.

Lebih lanjut, Dino menguraikan berbagai tantangan implementasi Human-Centered Manufacturing, mulai dari keterbatasan teknologi otomatisasi penuh, kebutuhan organisasi yang adaptif, hingga aspek sosial dan etika dalam penerapan kecerdasan buatan di lingkungan industri.

Ia menegaskan bahwa manusia tetap memiliki peran strategis yang belum dapat sepenuhnya digantikan oleh mesin, terutama dalam pengambilan keputusan kompleks, kreativitas, dan penyelesaian masalah.

Sebagai contoh implementasi, Dino memaparkan berbagai studi kasus penerapan Human-Centered Design pada industri otomotif, pemanfaatan Augmented Reality untuk operator CNC, penggunaan cobot dan teleoperation dalam menjaga kontinuitas produksi, hingga pengembangan antarmuka Virtual Reality yang mampu mengurangi beban kognitif pekerja.

Berita Lainnya  GOKAR Perkenalkan Aplikasi Transportasi Online Asli Karawang di Sekolah

Sementara pada sesi berikutnya, Ir. Triatmoko Kushidayat, Manager Assembly Production Toyota membagikan pengalaman praktis mengenai integrasi ergonomi dalam sistem produksi otomotif Toyota dengan tema “Integrasi Ergonomi dalam Human-Centered Manufacturing: Tantangan dan Praktik di Industri Otomotif”.

Triatmoko menjelaskan bahwa filosofi Toyota menempatkan manusia sebagai pusat perbaikan proses. Menurutnya, robot dan teknologi hanyalah alat bantu, sementara peningkatan proses secara berkelanjutan tetap bergantung pada kemampuan manusia untuk melakukan inovasi dan kaizen.

Dalam paparannya, ia memperkenalkan konsep AMAP (Any Member Any Process) yang bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan dapat dijalankan oleh seluruh pekerja tanpa memandang usia, jenis kelamin, maupun kondisi fisik tertentu.(cep)

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bahlil Bantah Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal HP Presiden

MALUKU - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dengan tegas membantah tudingan yang menyebutkan dirinya terlibat...

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan