Minggu, September 20, 2026
spot_img

Fakultas Teknik UBP Karawang Kembali Gelar Kuliah Umum Ergonomi ke-22

KARAWANG – Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang kembali menyelenggarakan Kuliah Umum Ergonomi ke-22 dengan tema ‘Integrasi Ergonomi dalam Human-Centered Manufacturing: Tantangan dan Praktik di Industri Otomotif’, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Satu Lantai 3 Gedung Rektorat UBP Karawang ini menghadirkan pemateri dari akademisi hingga praktisi industri otomotif, serta diikuti mahasiswa UBP Karawang yang memiliki minat terhadap bidang ergonomi, sistem kerja, dan manufaktur modern.

Kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Program Studi Teknik Industri UBP Karawang dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri, khususnya dalam menghadapi tantangan transformasi industri menuju konsep Human-Centered Manufacturing yang menempatkan manusia sebagai pusat pengembangan teknologi dan sistem kerja.

Pada sesi pertama, Dino Caesaron, ST., MT., Ph.D – Ketua Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) Korwil Jawa Barat, memaparkan materi mengenai konsep Human-Centered Design (HCD) dalam dunia manufaktur modern. Menurutnya, perkembangan industri saat ini tidak lagi berfokus semata-mata pada otomatisasi, tetapi juga pada bagaimana teknologi mampu mendukung kemampuan manusia secara optimal.

Berita Lainnya  FH UNSIKA Gelar Seminar Jurnalistik, Bahas Peran Media dalam Membentuk Kesadaran Publik

Dino menjelaskan bahwa Human-Centered Design memiliki empat prinsip utama, yaitu empati terhadap pengguna, kolaborasi lintas disiplin, keterlibatan aktif pengguna, serta proses perbaikan berkelanjutan melalui iterasi. Dalam konteks manufaktur, prinsip tersebut diwujudkan melalui pemetaan kemampuan fisik dan kognitif operator, keterlibatan pekerja dalam proses desain, serta pengujian rancangan stasiun kerja sebelum diterapkan di lini produksi.

Ia juga menegaskan bahwa konsep Human-Centered Manufacturing tidak hanya memperhatikan konsumen akhir, tetapi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam sistem manufaktur, termasuk operator, teknisi, perencana produksi, hingga manajemen perusahaan.

Berita Lainnya  20 Sekolah di Bekasi Ikuti Penilaian Adiwiyata Tahun 2026

“Kesuksesan sistem manufaktur modern diukur tidak hanya dari aspek produktivitas, tetapi juga keselamatan kerja, efisiensi, dan kesejahteraan pekerja,” paparnya.

Lebih lanjut, Dino menguraikan berbagai tantangan implementasi Human-Centered Manufacturing, mulai dari keterbatasan teknologi otomatisasi penuh, kebutuhan organisasi yang adaptif, hingga aspek sosial dan etika dalam penerapan kecerdasan buatan di lingkungan industri.

Ia menegaskan bahwa manusia tetap memiliki peran strategis yang belum dapat sepenuhnya digantikan oleh mesin, terutama dalam pengambilan keputusan kompleks, kreativitas, dan penyelesaian masalah.

Sebagai contoh implementasi, Dino memaparkan berbagai studi kasus penerapan Human-Centered Design pada industri otomotif, pemanfaatan Augmented Reality untuk operator CNC, penggunaan cobot dan teleoperation dalam menjaga kontinuitas produksi, hingga pengembangan antarmuka Virtual Reality yang mampu mengurangi beban kognitif pekerja.

Berita Lainnya  20 Sekolah di Bekasi Ikuti Penilaian Adiwiyata Tahun 2026

Sementara pada sesi berikutnya, Ir. Triatmoko Kushidayat, Manager Assembly Production Toyota membagikan pengalaman praktis mengenai integrasi ergonomi dalam sistem produksi otomotif Toyota dengan tema “Integrasi Ergonomi dalam Human-Centered Manufacturing: Tantangan dan Praktik di Industri Otomotif”.

Triatmoko menjelaskan bahwa filosofi Toyota menempatkan manusia sebagai pusat perbaikan proses. Menurutnya, robot dan teknologi hanyalah alat bantu, sementara peningkatan proses secara berkelanjutan tetap bergantung pada kemampuan manusia untuk melakukan inovasi dan kaizen.

Dalam paparannya, ia memperkenalkan konsep AMAP (Any Member Any Process) yang bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan dapat dijalankan oleh seluruh pekerja tanpa memandang usia, jenis kelamin, maupun kondisi fisik tertentu.(cep)

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diduga Peras 21 Kepala Sekolah, Dua Staf Dinas Pendidikan Banyuasin Kena OTT di Hotel

Polda Sumatera Selatan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua staf Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin berinisial RB dan...

Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan 3 Siswi Magang dengan Modus Karaoke Bersama

SUKABUMI - Sekretaris Dinas Perhubungan (Sekdis) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP (54) ditetapkan jadi tersangka atas kasus tindak asusila terhadap tiga siswi magang. Aksi pencabulan...

Pria ini Dilaporkan ke Polisi Setelah Mengaku Bertemu dengan Allah dan Rasulullah

Seorang pria di Jember bernama Abdullah Arrosy dilaporkan ke Polres Jember pada Kamis, 17 September 2026, karena membuat konten TikTok yang mengaku pernah bertemu...

Video Call dan Julukan Lidah Saat Rapat, Sikap Anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini Jadi Sorotan

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Moreno Soeprapto, viral di media sosial setelah tertangkap kamera melakukan video call dan menjulurkan lidah saat mengikuti rapat...

Prabowo : “Saya Bisa Diundang di Acara Tidak Terlalu Besar, Kalau Perlu Tidak Ada Wartawan”

Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk menghadiri berbagai agenda kegiatan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk ketika diundang Pondok Modern Darussalam Gontor. Pernyataan tersebut disampaikan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan