Kamis, Oktober 29, 2026
Google search engine

Fortusis Jabar Minta Kejelasan Program ‘Sekolah Maung’

BANDUNG – Kelompok pemerhati pendidikan Jawa Barat bersama Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) Jawa Barat meminta kejelasan arah dan keberlanjutan program Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang akan dimulai tahun ini.

Ketua Fortusis Jawa Barat, Dwi Subawanto, mengatakan hal itu disampaikan saat melakukan audiensi bersama Komisi V DPRD Jawa Barat, di Ruang Komisi V, Gedung DPRD Jabar. Program sekolah Maung, dinilai akan membawa konsekuensi besar terhadap sistem pembelajaran, mekanisme seleksi, hingga dukungan pendidikan di tingkat daerah.

Dalam program Sekolah Maung, pihaknya menyoroti sejumlah persoalan mendasar dalam rancangan program tersebut, termasuk potensi ketimpangan yang pernah terjadi dalam sistem pendidikan, di mana siswa berprestasi bertumpuk di sekolah tertentu yang menyebabkan ketimpangan layanan pendidikan.

Berita Lainnya  Selebgram Berlliana Lovell Alami Pelecahan Saat Sedang Live TikTok

“Kami menyampaikan penolakan terhadap program Sekolah Maung yang didasari pada kondisi sebelum 2017, ketika terjadi penumpukan murid berprestasi di sekolah tertentu yang menyebabkan ketimpangan pelayanan pendidikan,” ujar Dwi Subawanto, dilansir dari TribunNews.

Dwi juga menyoroti capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Jawa Barat yang pada 2025 berada di angka 70,44 dan masih masuk kategori Tuntas Pratama.

Selain itu, masih terdapat ketimpangan akses pendidikan, di mana 14 kecamatan belum memiliki SMA/SMK dan 128 kecamatan belum memiliki SMA/SMK negeri.

Meski demikian, Fortusis mengakui ruang koreksi terhadap kebijakan tersebut semakin terbatas. Sehingga pihaknya menekankan pentingnya peran DPRD Jawa Barat, khususnya Komisi V, untuk memperjelas arah pengembangan Sekolah Maung.

Berita Lainnya  Pimpinan Pesantren di Bekasi Ditetapkan Tersangka Pencabulan 10 Santriwati, Aksi Bejat Pelaku Dilakukan Berulang Kali Sejak 2024

“Namun kami melihat saat ini sudah sangat sulit memberikan masukan, apalagi membatalkan rencana Sekolah Maung ini. Karena itu kami meminta Komisi V DPRD Jabar memperjelas arah pengembangan dan keberlanjutan program ini,” katanya.

Fortusis juga membuka layanan pengaduan online bagi masyarakat apabila ditemukan pelanggaran dalam penyelenggaraan sekolah reguler maupun dampak dari implementasi kebijakan baru tersebut.

Sekolah Maung ini, kata dia, disebut merupakan bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan SMA Unggul Garuda yang mengarah pada Sekolah Garuda Transformasi.

Fortusis menilai jika Sekolah Maung akan dikembangkan menjadi Sekolah Garuda Transformasi, maka diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan 41 sekolah yang masuk program tersebut. Mulai dari kurikulum, sarana-prasarana, kualitas guru, hingga lingkungan belajar.

Berita Lainnya  Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan Pemeriksaan KPK

“Kalau ini menjadi Sekolah Garuda Transformasi, maka harus ada kesiapan yang jelas. Jangan sampai menjadi sekolah unggulan yang setengah matang,” ujar Dwi.

Dwi menambahkan, seleksi calon peserta didik dalam program tersebut juga harus dilakukan secara objektif dan akuntabel, dengan memastikan peserta merupakan siswa berprestasi dan memiliki bakat istimewa.

Dalam kesempatan itu, Fortusis juga meminta DPRD Jawa Barat memperketat pengawasan terhadap proses seleksi Sekolah Maung yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat, guna mencegah potensi persoalan dalam pelaksanaannya.***

Artikel ini telah tayang di TribunNews.com : https://jabar.tribunnews.com/jabar-region/1173657/rencana-sekolah-maung-jabar-dipertanyakan-fortusis-buka-kanal-aduan-dan-desak-evaluasi-total

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Demo Sumpah Pemuda dan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Mahasiswa Saling Dorong dengan Aparat

JAKARTA - Aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat gabungan TNI-Polri terjadi di depan Gedung UOB, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Rabu, 28...

Buka Rok Siswa dan Pegang Kemaluan, Guru Agama Nyaris Diamuk Wali Murid hingga Diamankan Polisi

DELI SERDANG - MJH (36), seorang guru honorer mata pelajaran Agama di SD Negeri 107407 Rimo Mungkur, Desa Bekukul, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang,...

Sudaryono Usul MBG Jadi Mata Pelajaran Wajib di Sekolah Seperti Penjaskes

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengusulkan agar program...

481 Siswa SMP di Dramaga – Bogor Alami Keracunan MBG

BOGOR - Sebanyak 481 siswa SMP di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, diduga mengalami keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Atas peristiwa ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)...

Polisi Sebut Pelaku Pembacokan Bobotoh di Bogor Bukan Suporter Sepak Bola

BOGOR - Polisi mengatakan MR sebagai pelaku utama pembacokan ARK (16), seorang bobotoh yang ditemukan tewas di di Jalan Raya Jakarta-Bogor. MR ditangkap pada Senin...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan