Seorang ibu hamil bernama Melkiana Dwitau meninggal dunia bersama bayi yang dikandungnya setelah diduga terkena peluru nyasar di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Kamis (2/7/2026) malam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.45 WIT saat hujan turun. Korban sempat menjalani operasi darurat untuk menyelamatkan bayi dalam kandungannya, namun bayi tersebut juga dinyatakan meninggal dunia.
Bupati Intan Jaya Aner Maisini menyampaikan duka cita atas meninggalnya korban.
Ia mengatakan, wilayah Intan Jaya saat ini masih berada dalam status tanggap darurat penanganan konflik kelompok bersenjata.
Diketahui, jenazah Melkiana dan bayinya kemudian diarak ribuan warga mengelilingi Kota Sugapa sebelum dibawa ke rumah duka. Warga berjalan kaki sambil membawa foto korban sebagai bentuk penghormatan dan belasungkawa.
Komnas HAM Minta Evaluasi Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua Frits Ramandey meminta Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi tata kelola keamanan di Papua menyusul kembali jatuhnya korban sipil.
“Meminta Presiden RI, Prabowo Subianto melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola keamanan dan prosedur tetap prajurit TNI dan satuan keamanan lainnya yang bertugas di Papua, khususnya di wilayah rawan konflik,” ujar Frits kepada Kompas.com melalui sambungan WhatsApp, Jumat (3/7/2026).
Menurut dia, penanganan keamanan di wilayah konflik tidak seharusnya hanya mengedepankan pendekatan represif, melainkan juga pendekatan kemanusiaan yang proporsional dan berbasis hak asasi manusia.***
Sumber : Kompas










