Sabtu, November 7, 2026
Google search engine

Janji Dedi Mulyadi 7 Tahun Lalu Kembali Ditagih, Bendungan Situdam Kembali Menghitam Tercemar Limbah Industri

KARAWANG – Janji Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) sekitar 7 tahun lalu sewaktu masih menjabat sebagai Anggota DPR RI, kembali ditagih warga Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Diketahui, sekitar 4 Oktober 2019 lalu, KDM bersama mantan Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana sempat meninjau langsung kondisi Bendungan Barugbug atau Bendungan Situdam yang diduga tercemar limbah industri.

Kini, kondisi air Bendungan Situdam yang mengairi lahan persawahan yang membentang antara Kecamatan Jatisari – Kabupaten Karang hingga Kecamatan Patokbeusi – Kabupaten Subang dan
sekitarnya tersebut kembali terlihat menghitam, karena diduga tercemar limbah industri.

Berita Lainnya  PERADI Kritik Keras Barrier Gate di Mapolresta Karawang : "Bikin Ribet Masyarakat yang Berkunjung"

Dalam postingan akun Facebook Muslim Hafidz yang diketahui merupakan Presidium Fordas Cilamaya Berbunga, mereka menagih janji KDM yang kini sudah duduk di kursi Gubernur Jawa Barat.

Pencemaran Bendungan Situdam yang menjadi kewenangan Pemprov Jabar, Fordas Cilamaya Berbunga menilai jika Dedi Mulyadi memegang kekuasaan penuh dan wewenang mutlak atas dugaan pencemaran Bendungan Situdam.

“Air sungai masih hitam pekat, berbau busuk, penuh racun berbahaya. Sawah mati, ikan musnah, warga menderita penyakit kulit hingga gangguan organ dalam, semua dibiarkan berlarut-larut,” tulis Fordas Cilamaya Berbunga.

“Janji yang diucapkan dulu ternyata hanya omong kosong demi meraih suara rakyat. Padahal mengatasi masalah ini sangat mungkin dilakukan jika ada kemauan keras. Hentikan izin pabrik nakal, terapkan sanksi paling berat, paksa pemulihan lingkungan. Kenapa tak kunjung dilaksanakan?. Apakah kepentingan pengusaha lebih berharga daripada nyawa puluhan ribu warga?,” tulisnya lagi.

Berita Lainnya  GCI Soroti Dugaan Pengaturan Proyek Pokir di Dinas Pertanian Karawang

Kami dari Fordas Cilamaya Berbunga bersama masyarakat menuntut tegas:

1. Berhenti beralasan dan saling lempar tanggung jawab!
2. Segera usut tuntas siapa yang melindungi pelaku pencemar ini selama bertahun-tahun!
3. Tindak lanjuti janji lama sekarang juga, atau akui saja kalau dulu cuma membohongi kami demi kekuasaan!.

“Cukup janji manis, cukup foto pencitraan. Kami menuntut keadilan dan tindakan nyata, bukan lagi kebohongan berulang,” tulisnya.

Diketahui juga, Bendung Barugbug atau Bendungan Situdam bukan hanya bermanfaat dalam mengairi lahan persawahan. Melainkan juga berfungsi sebagai pengendali banjir yang sering melanda daerah muara Cilamaya.

Berita Lainnya  Polisi Selidiki Tewasnya Remaja Bobotoh Bogor, Minta Warga Beri Informasi Sekecil Apapun untuk Percepat Proses Hukum

Bendung ini menyatukan dua sungai yakni Sungai Ciherang dan Sungai Cilamaya. Namun karena terdapat perubahan tata guna lahan di DAS sungai tersebut menyebabkan debit banjir datang lebih besar dari yang direncanakan.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan