Sabtu, November 7, 2026
Google search engine

Riset BRIN Sebut Tanah Pantura Subang Turun 2,8 Cm/Tahun, Banjir Rob Mengancam

SUBANG – Hasil riset terbaru Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Pemerintah Kabupaten Subang mengungkap kondisi mengkhawatirkan di pesisir pantai utara.

Laju penurunan tanah di kawasan Pantura Subang diperkirakan mencapai 1,2 hingga 2,8 centimeter per tahun, yang mengakibatkan risiko ancaman bencana banjir rob di wilayah tersebut kian meningkat tajam.

Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Subang bersama BRIN mulai melakukan penyusunan rekomendasi ilmiah dalam menghadapi dampak penurunan tanah dan banjir rob di wilayah pesisir.

Adapun Kawasan yang menjadi fokus penelitian meliputi Kecamatan Legonkulon, Pamanukan, Blanakan, Sukasari, dan Pusakanagara. Wilayah tersebut dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap genangan akibat kombinasi penurunan muka tanah dan kenaikan muka air laut.

Berita Lainnya  Polisi Pamerkan Wajah Pelaku Pembacokan Bobotoh Bogor, Wartawan yang Kesal Keplak Kepala Pelaku

Berdasarkan hasil penelitian BRIN Subang, laju penurunan tanah Subang diperkirakan mencapai 1,2 hingga 2,8 centimeter per tahun. Jika kondisi ini terus berlangsung, risiko banjir rob Subang maupun banjir di kawasan pesisir diperkirakan akan semakin meningkat.

Kepala BP4D Kabupaten Subang, Iwan Syahrul Anwar, mengatakan bahwa kajian yang dilakukan BRIN menjadi pijakan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan berbasis data dan riset.

“Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan dalam perencanaan pembangunan daerah, khususnya untuk mengurangi risiko penurunan tanah dan banjir rob di kawasan pesisir Subang,” ujarnya, pada Jumat (3/7/2026).

Berita Lainnya  Korupsi hingga TPPU, Mantan Bupati Gowa Resmi Ditahan

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan BP4D Kabupaten Subang, Eti Maryati, menambahkan hasil penelitian akan menjadi dasar dalam menyusun berbagai langkah mitigasi.

Tindakan mitigasi meliputi penguatan kebijakan tata ruang, pengelolaan sumber daya air, peningkatan infrastruktur pengendali banjir, hingga penguatan kolaborasi lintas sektor.

Eti Maryati berharap, lahir strategi pembangunan pesisir yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan. Oleh sebab itu Pemerintah Kabupaten Subang menggandeng BRIN Subang, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan.

Berita Lainnya  8 Anggota Polresta Karawang Diperiksa Propam Polda Jabar, Gegara Bebaskan Pengedar OKT

Pendekatan berbasis riset tersebut juga diharapkan mampu meminimalkan dampak penurunan tanah Subang sekaligus mengurangi risiko banjir rob Subang yang mengancam wilayah Pantura,” ungkapnya.

Dengan hasil penelitian yang komprehensif, Pemerintah Kabupaten Subang memiliki landasan ilmiah yang lebih kuat dalam menyusun kebijakan pembangunan pesisir sehingga perlindungan masyarakat dan keberlanjutan kawasan Pantura dapat terus ditingkatkan.***

Sumber : Tirto.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan