Sabtu, Juli 4, 2026
spot_img

Kutu Beras Masuk Pemukiman Warga, Bulog Karawang Minta Maaf

KARAWANG – Perum Bulog melalui Kantor Cabang Karawang bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait hama gudang yang masuk ke area permukiman di sekitar gudang beras Bulog di Karawang. Gudang tersebut merupakan milik pihak ketiga yang disewa Bulog dan berada di seberang jalan kawasan permukiman warga.

Bulog menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengapresiasi laporan masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar gudang. Laporan tersebut menjadi perhatian serius untuk segera dilakukan penanganan, baik terhadap pengendalian hama di area gudang maupun dampak yang dirasakan warga.

Pemimpin Cabang Bulog Karawang Rafki Ismael mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi secara intensif guna menangani hama yang terindikasi menyebar hingga ke lingkungan permukiman. Koordinasi tersebut dilakukan agar langkah teknis penanganan dapat berjalan cepat, terukur, serta tetap mengutamakan keamanan lingkungan.

Berita Lainnya  AKBP Fiki Novian Ardiansyah Jadi Kapolres Karawang Terakhir

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami warga sekitar gudang. Bulog merespons laporan ini dengan serius dan akan bertanggung jawab dalam menindaklanjuti keluhan serta dampak yang dirasakan masyarakat,” ujar Rafki seperti dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 4 Juli 2026.

Sebagai langkah pengendalian, Bulog akan melakukan perawatan terhadap stok beras di gudang melalui fumigasi menggunakan teknik sulfur. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pengendalian hama gudang secara terpadu, terutama karena lokasi gudang berada dekat dengan kawasan permukiman sehingga membutuhkan penanganan yang lebih intensif.

Berita Lainnya  Tak Sesuai Nilai Budaya Sunda, MUI Sesalkan Lagu 'Lalaki Langit Lalanang Bejat' Ciptaan Bupati Purwakarta

Selain penanganan di dalam gudang, Bulog bersama pengelola gudang juga menyiapkan penyemprotan (spraying), fogging, serta langkah teknis lainnya di area sekitar yang terdampak. Upaya tersebut ditujukan untuk membantu mengendalikan penyebaran hama di lingkungan warga sekaligus memulihkan kenyamanan masyarakat.

Rafki menegaskan operasional gudang sebagai bagian dari infrastruktur ketahanan pangan nasional harus tetap memperhatikan aspek lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

“Kami memastikan penanganan ini akan terus dikawal. Bulog akan terus melakukan monitoring, perawatan gudang, serta koordinasi dengan pihak terkait agar kondisi lingkungan tetap terkendali dan kenyamanan warga kembali terjaga,” kata Rafki.

Berita Lainnya  Massa Berbaju Hitam Bawa Bendera Kuning Geruduk DPRD Purwakarta

Bulog juga menyatakan akan terus memperkuat tata kelola pergudangan, meningkatkan pengendalian hama, serta memperbaiki komunikasi dengan masyarakat sekitar. Perseroan menegaskan akan bertanggung jawab menindaklanjuti dampak yang dialami warga melalui langkah penanganan yang terukur dan berkelanjutan.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kejagung Ungkap Dugaan Keterlibatan Anggota TNI Aktif di Korupsi Program MBG

JAKARTA - Penyidikan kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengungkap adanya dugaan keterlibatan anggota militer aktif yang berdinas di Badan Gizi Nasional (BGN). Direktur...

Usulan Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Menguat

BANDUNG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat memastikan akan menindaklanjuti usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Provinsi Pasundan. Usulan...

Diduga Jadi Korban Peluru Nyasar TNI, Warga Intan Jaya – Papua Tengah Arak Jenazah Ibu Hamil

Seorang ibu hamil bernama Melkiana Dwitau meninggal dunia bersama bayi yang dikandungnya setelah diduga terkena peluru nyasar di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan...

Tuai Banyak Pujian, Luna Maya Bangun Gedung Taman Kanak-kanak di NTT

ARTIS Luna Maya mengunjungi Desa Watugong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu, 1 Juli 2026. Dia ke sana, untuk melakukan peletakan batu pertama...

MUI Minta Koruptor Dihukum Mati

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak agar para pelaku tindak pidana korupsi di Indonesia dijatuhi hukuman mati. Dampak destruktif dari korupsi dinilai telah berada...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan