Minggu, Juli 12, 2026
spot_img

Khawatir Ganggu Nilai Pluralisme, Tokoh Masyarakat ini Tak Setuju Jika Nama Jawa Barat Diganti dengan Tatar Sunda

KARAWANG – H. Toto Suripto, tokoh masyarakat Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengaku tidak setuju jika nama Provinsi Jawa Barat dirubah menjadi Tatar Sunda.

Dikatakan Toto, Jawa Barat merupakan provinsi yang masyarakatnya memiliki keanekaragaman tiga bahasa, yaitu Bahasa Sunda, Melayu dan Jawa.

Sehingga ia mengaku khawatir jika Jawa Barat berubah nama menjadi Tatar Sunda, justru akan mengganggu nilai-nilai pluralisme yang selama ini sudah terbangun dan terjaga dengan baik.

Lebih jauh, mantan Ketua DPRD Karawang tersebut merasa khawatir akan timbulnya perpecahan diantara kelompok masyarakat, ketika nama Jawa Barat berubah menjadi Tatar Sunda.

“Menurut saya selama ini nama Jawa Barat itu sudah sangat pluralis untuk menyatukan beberapa bahasa di masyarakat. Kalau harus diganti dengan Tatar Sunda, saya justru khawatir akan mengganggu nilai-nilai pluralisme masyarakat yang selama ini sudah terjaga dengan baik,” ujar H. Toto Suripto, Selasa (7/7/2026).

Berita Lainnya  Korupsi Batu Bara PLN, Polisi Bongkar Brankas Emas Batangan hingga Dollar Senilai Ratusan Miliar

Lebih Setuju Pemekaran Kabupaten/Kota atau Desa/Kelurahan untuk Pemerataan Pembangunan

H. Toto menambahkan, ketimbang harus mengganti nama Jawa Barat menjadi Tatar Sunda, ia mengaku lebih setuju dengan usulan pemekaran wilayah kabupaten/kota atau pemekaran desa/kelurahan yang jumlah penduduknya sudah terlalu padat.

Karena dengan cara seperti itu (pemekaran, red), maka setiap skala prioritas program pembangunan akan lebih merata dan tepat sasaran, ketimbang harus mengganti nama Jawa Barat menjadi Tatar Sunda yang lebih beresiko tinggi menganggu nilai-nilai keberagaman masyarakat.

Berita Lainnya  Budiman Sudjatmiko : Prabowo Sedang Menjalankan Misi Kenabian

“Saya lebih setuju pemekaran wilayah, dari pada mengganti nama Jawa Barat menjadi Tatar Sunda. Saya pikir pemerakan lebih realistis untuk program pemerataan pembangunan,” katanya.

Oleh karenanya, Toto berharap agar DPRD dan Pemprov Jabar mempertimbangkan kembali usulan pergantian nama Jawa Barat menjadi Tatar Sunda dari beberapa kelompok masyarakat ini.

“Karena persoalannya bukan hanya masalah administrasi dan anggaran pemerintahan. Tetapi yang lebih penting adalah menjaga nilai-nilai pluralisme masyarakat Jawa Barat yang selama ini sudah terjaga dengan baik,” tandasnya.

Berita Lainnya  Dugaan Penculikan oleh Oknum Aparat, Kuasa Hukum Karang Taruna Minta Perlindungan LPSK dan Komnas HAM

Sebelumnya diberitakan, Ketua Komisi I DPRD Jabar, Rahmat Hidayat Djati menjelaskan pembahasan usulan perubahan nama tersebut bukan tanpa alasan.

Menurutnya, salah satu pertimbangan utama DPRD melanjutkan aspirasi itu ke tahap legislasi adalah demi menjaga identitas budaya Sunda yang dinilai mulai tergerus.

“Urgensinya karena identitas jati diri suku Sunda terancam punah,” kata politikus PKB itu, Senin (6/7) dikutip dari detikJabar.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Belum Ada Urgensi Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda

KARAWANG - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Sjamsurijal menilai belum ada urgensi terkait perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda. Cucun pun meminta...

Bejat! Anak Sendiri kok Dicabuli, Si Gondrong Kini Sudah Diringkus Polisi

KARAWANG - DH (46), seorang ayah asal Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini terpaksa diringkus polisi, setelah kedapatan memperkosa anak kandungnya sendiri. Ironisnya,...

Bikin Bingung! Dedi Mulyadi Sebut Jalan Bergelombang Interchange Karawang Barat Kewenangan Jasa Marga

KARAWANG - Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) merespon keluhan masyarakat mengenai banyaknya kecelakaan lalu lintas yang disebabkan jalan bergelombang di Jalan Interchange...

Ono Surono dan Dedi Mulyadi Sependapat Tak Perlu Ada Perubahan Nama Jawa Barat Menjadi Tatar Sunda

BANDUNG - Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono hingga Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi alias KDM secara terpisah mengutarakan pendapat senada bahwa...

Pertama, Presiden Prabowo Luncurkan Biodiesel B50 di KM 57A Karawang

KARAWANG - Presiden Prabowo meluncurkan Biodiesel B50 di Rest Area KM 57A, Tol Jakarta - Cikampek, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan