KOTA BEKASI – Pemkot Bekasi melalui Satpol PP Kota Bekasi memperketat pengawasan apartemen di Kota Bekasi. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan fungsi apartemen.
Menurut Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, telah menginstruksikan Satpol PP melakukan razia terhadap apartemen. Serta mendata para penghuni apartemen yang ada di Kota Bekasi.
Ia mengatakan, bahwa upaya memperketat pengawasan apartemen penting mengingat adanya potensi praktik penyalahgunaan apartemen. Seperti digunakan untuk aktivitas perzinahan, penyalahgunaan narkoba bahkan praktik Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT).
“Kita sudah instruksikan Satpol PP untuk memperketat pengawasan apartemen salah satunya melalui razia. Karena ada potensi penyalahgunaan fungsi apartemen,” katanya, Rabu, 8 Juli 2026.
Selain itu, Pemkot Bekasi juga tengah gencar melakukan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah penyebaran LGBT. Perihal ini, khususnya kepada generasi muda terutama anak sekolah.
Dalam melakukan upaya itu, Pemkot Bekasi menggandeng sejumlah pihak seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI). Termasuk mengoptimalkan peran Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga).
“Sosialisasi dan edukasi terhadap ancaman LGBT terus kita lakukan kepada masyarakat. Kita datang ke sekolah, ke pesantren termasuk menggandeng MUI dan mengoptimalkan Puspaga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Bekasi, Nesan Sujana mengatakan, razia terhadap apartemen terus digencarkan. Satpol PP Kota Bekasi telah mengeluarkan sejumlah himbauan kepada pengelola apartemen.
Nesan juga menegaskan, bahwa Satpol PP Kota Bekasi berkomitmen untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan fungsi apartemen. Oleh karena itu Satpol PP telah mengeluarkan sejumlah himbauan kepada para pengelola apartemen di Kota Bekasi.
Himbauan tersebut meliputi, melarang anak di bawah umur menyewa apartemen, melarang pasangan selingkuh hingga pasangan yang terindikasi LGBT. Kemudian larangan membawa narkoba maupun senjata tajam.
“Kita sudah melakukan razia ke sejumlah apartemen belum lama ini. Bahkan kita sudah kumpulkan para pengelola apartemen di kantor kami, kurang lebih hingga tiga kali pertemuan,” katanya.***
Sumber : rri.co.id










