Jumat, November 6, 2026
Google search engine

Sekda Bekasi Akui Kasus Ade Kunang Berpengaruh Terhadap Administrasi Pemerintahan dan Psikologis ASN

BEKASI – Berdasarkan hasil pemeriksaan Laporan Keuangan  Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025, Pemkab Bekasi memperoleh opini Tidak Memberikan Pendapat (TMP) atau disclaimer dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Bekasi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah, Endin Samsudin, mengatakan proses penyusunan laporan keuangan tahun ini menghadapi sejumlah kendala, baik dari sisi kelengkapan administrasi maupun dampak persoalan hukum yang terjadi di lingkungan pemerintah daerah.

“Kalau bicara kendala, sebetulnya ini kegiatan rutin. Setiap perangkat daerah tentu kendalanya berbeda-beda. Tetapi secara umum memang ada kekurangan data yang harus kita lengkapi,” kata Endin, dilansir dari rmoljabar.

Berita Lainnya  Belum Semenit Masuki Rumput Hijau, Tandukan Julio Cesar Langsung Bobol Gawang Persik Kediri

Menurut Endin, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terdampak langsung oleh proses penegakan hukum yang berlangsung (kasus suap ijon proyek Bupati Bekasi non akti, Ade Kuswara Kunang).

Kondisi tersebut membuat proses administrasi dan penyediaan dokumen yang dibutuhkan dalam pemeriksaan BPK tidak dapat berjalan secara optimal.

“Persoalannya mungkin dampak dari adanya masalah hukum dan sebagainya. Ada beberapa dinas kita yang memang terdampak, salah satunya karena sempat disegel, sehingga itu ikut memengaruhi,” ujarnya.

Ia menambahkan, dampak yang ditimbulkan tidak hanya menyangkut aspek administrasi, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat dalam penyusunan laporan keuangan.

Berita Lainnya  Bupati Aep Resmi Lepas 689 Personel Atlet yang Berlaga di Porprov XV Jabar 2026

“Ya, berdampak, walaupun mungkin tidak signifikan. Selain administrasi, faktor psikologis teman-teman juga agak terdampak. Karena itu sekarang kita fokus melakukan perbaikan dan pemulihan dengan kembali bekerja sesuai aturan,” katanya.

Sebagai tindak lanjut atas opini disclaimer dari BPK, Pemerintah Kabupaten Bekasi kini menyusun rencana aksi bersama seluruh perangkat daerah. Setiap OPD yang memiliki kewajiban menindaklanjuti rekomendasi BPK akan dikumpulkan untuk menyusun tahapan penyelesaian secara terukur.Surat kabar

“Kami sedang mengambil langkah bersama perangkat daerah. Mereka yang memiliki tindak lanjut akan kami kumpulkan. Setelah pertemuan dengan perangkat daerah, baru akan disusun timeline atau rencana aksi penyelesaiannya,” jelasnya.

Berita Lainnya  Heboh Jasad Bayi Berubah Jadi Bantal Guling Saat akan Dimakamkan

Ia optimistis langkah tersebut dapat mempercepat penyelesaian seluruh rekomendasi BPK sekaligus memperbaiki tata kelola keuangan daerah pada tahun-tahun berikutnya.

Endin juga mengapresiasi pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK oleh DPRD Kabupaten Bekasi. Menurutnya, keberadaan pansus menjadi bentuk pengawasan sekaligus dorongan bagi pemerintah daerah untuk segera menuntaskan seluruh kewajiban hasil pemeriksaan.

“Kami sangat mengapresiasi DPRD. Dengan adanya Pansus LHP ini justru mendorong TAPD dan seluruh perangkat daerah agar lebih cepat menyelesaikan kewajiban-kewajiban kami terhadap BPK,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Rp58,7 Miliar Dana CSR Bantu Pembangunan, Kang Jimmy : “Saya Akui Bupati Aep Visioner”

KARAWANG - Berdasarkan data laporan tahun 2025, sekitar Rp58,7 miliar dana bantuan perusahaan/industri melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social...

Menghilang Setelah Penetapan Tersangka Listyo Sigit, Seskab Teddy Akhirnya Muncul Dampingi Prabowo

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sempat menjadi perbincangan dan dicari publik karena tidak terlihat dalam beberapa agenda kepresidenan di tengah isu...

Roy Suryo Tertawa Saat Jokowi Tunjukkan Ijazah di Persidangan

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah S1 miliknya dari Universitas Gadjah Mada (UGM) saat menjadi saksi kasus fitnah ijazah palsu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan