Jumat, November 6, 2026
Google search engine

Plt Bupati Bekasi Minta Masyarakat Tak Perlu Khawatir dengan Sensus Ekonomi

BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) di wilayah Kabupaten Bekasi.

Pencanangan dihadiri Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja bersama Kepala BPS Kabupaten Bekasi, Krido Saptono, di Kantor Bupati Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, pada Rabu (08/07/2026).

Pelaksanaan lapangan Sensus Ekonomi 2026 bertujuan menghimpun data ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Pendataan akan berlangsung hingga akhir Agustus 2026 dengan melibatkan petugas sensus yang akan mendatangi pelaku usaha secara langsung (door to door).

Plt Bupati Asep Surya Atmaja, menyampaikan sensus ekonomi merupakan agenda nasional yang memiliki peran strategis dalam mendukung perencanaan dan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan di Kabupaten Bekasi.

Asep memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap data yang diberikan kepada petugas sensus. Karena seluruh informasi data yang dihimpun dijamin kerahasiaannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta tidak berhubungan dengan pajak.

Berita Lainnya  Bupati Aep Resmi Lepas 689 Personel Atlet yang Berlaga di Porprov XV Jabar 2026

“Tidak perlu takut, karena kerahasiaan data yang warga berikan dijamin sepenuhnya oleh undang-undang dan tidak terkait dengan Pajak. Data yang ada sangat berharga untuk memajukan kesejahteraan dan perekonomian daerah,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan sensus, Plt Bupati Bekasi sendiri telah menjadi responden pendataan dalam sensus ekonomi 2026 yang dilakukan langsung oleh petugas sensus pada hari Rabu, (08/07/2026).

“Saya sudah didata dalam Sensus Ekonomi 2026, sekarang giliran bapak dan Ibu sekalian. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bekasi untuk menyambut kedatangan petugas sensus dengan tangan terbuka. Berikanlah keterangan yang sebenar-benarnya dan jujur apa adanya,” ungkap Plt Bupati Bekasi.

Berita Lainnya  Prabowo : "Saya Tidak Mau Jadi Presiden, Rakyat Saya Miskin Terus, Malu Saya"

Ia juga mengajak partisipasi aktif dari seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi untuk menyukseskan kegiatan SE 2026 ini. Menurutnya, keberhasilan sensus sangat bergantung pada partisipasi masyarakat terutama para pelaku usaha dalam memberikan informasi data yang benar dan akurat kepada petugas sensus.

Kepala BPS Kabupaten Bekasi, Krido Saptono, menjelaskan Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan pendataan ekonomi yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia setiap 10 tahun sekali. Sensus ini bertujuan untuk memotret gambaran lengkap mengenai kondisi dan struktur perekonomian nasional maupun daerah.

“SE 2026 tujuan sebenarnya untuk memetakan potensi ekonomi di setiap wilayah. Selain pemetaan, ini juga nantinya akan dibuat sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah baik untuk pengembangan usaha besar maupun UMKM. Pendataannya mencakup berbagai sektor usaha mulai dari perdagangan, jasa, perhotelan, hingga sektor semuanya kita data,” jelasnya.

Berita Lainnya  Prabowo Cari Dedi Mulyadi yang Tidak Hadir dalam Rakornas TPAKD

Krido menyebutkan adapun kunjungan lapangan SE 2026 telah dimulai sejak 15 Juni dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Selama periode ini, petugas sensus akan melakukan kunjungan secara langsung ke rumah-rumah untuk mendata keluarga maupun pelaku usaha.

“Harapan kami, petugas kami bisa diterima di lapangan dalam menjalankan tugasnya pada Sensus Ekonomi 2026. Sehingga diharapkan kegiatan sensus ini bisa berjalan lancar sampai bulan Agustus nanti,” harapnya.***

Sumber : Diskominfo Bekasi

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Rp58,7 Miliar Dana CSR Bantu Pembangunan, Kang Jimmy : “Saya Akui Bupati Aep Visioner”

KARAWANG - Berdasarkan data laporan tahun 2025, sekitar Rp58,7 miliar dana bantuan perusahaan/industri melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social...

Menghilang Setelah Penetapan Tersangka Listyo Sigit, Seskab Teddy Akhirnya Muncul Dampingi Prabowo

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sempat menjadi perbincangan dan dicari publik karena tidak terlihat dalam beberapa agenda kepresidenan di tengah isu...

Roy Suryo Tertawa Saat Jokowi Tunjukkan Ijazah di Persidangan

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah S1 miliknya dari Universitas Gadjah Mada (UGM) saat menjadi saksi kasus fitnah ijazah palsu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan