Selasa, September 8, 2026
spot_img

Dari Rebutan Anggaran hingga Merasa Paling Penting, AHY Sentil Kerja Kementerian Era Prabowo

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyentil kementerian di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Dia menyebut masih ada kementerian yang merasa menjadi pihak paling penting. Hal ini membuat kementerian tersebut berebut anggaran.

AHY menjelaskan hal tersebut buntut masih adanya ego sektoral di kementerian.

“Sekarang terlalu sering, termasuk di birokrasi antarkementerian dan lembaga itu seperti ada sekat-sekat, seperti ada barriers, ego,” kata AHY saat memberikan sambutan dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) di Senayan, Jakarta, Sabtu (23/5/2026), dikutip dari YouTube Ikastara.

“Paling sering itu ego. Enggak ada yang salah, tapi ‘pokoknya gue (kementerian) dulu. Gue lebih penting. Gue harus lebih banyak anggarannya’. Padahal tujuannya sama,” sambung AHY.

Berita Lainnya  Ceceran Oil Spill Cemari Pantai Cemara Jaya, PHE ONWJ Sebut Tidak Ada Kebocoran Fasilitas Operasi

AHY mengatakan tema yang diangkat Munas Ikastara relevan dengan tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini. Adapun tema dari acara tersebut yakni ‘Connect, Collaborate, and Lead the Change’.

Dia mengungkapkan tantangan saat ini yakni kolaborasi lintas kementerian yang menurutnya masih belum terlihat.

Tak cuma di level kementerian, kolaborasi juga belum terjalin dengan baik pada level pemerintah daerah (pemda), dunia usaha, hingga komunitas. Dia berharap hal tersebut bisa segera diperbaiki.

“Core-nya ya semangat kita di sini. Kolektif, solution, government, akademik, bisnis, media, dan community atau apapun bentuknya, yang jelas ada tiga hal itu dan saya setuju sekali,” ujarnya.

Ego Sektoral Bisa Sebabkan Pembangunan Tak Maksimal

AHY menuturkan ego sektoral dapat berdampak lebih luas seperti pembangunan yang tidak maksimal imbas tak ada integrasi.

Berita Lainnya  Kerabat Dekat Cabuli Kakak Beradik di Tasikmalaya, Aksi Terbongkar karena Kepergok Nenek

Dia menyebut ada pembangunan infrastruktur di masa lalu yang berujung tidak saling terkoneksi.

“Mungkin di masa lalu ada pembangunan infrastruktur yang tidak saling terhubung satu sama lain, mungkin saja karena tidak bicara satu sama lain,” ujarnya.

AHY mencontohkan adanya pembangunan bandara yang tidak terkoneksi buntut tak terbangunnya infrastruktur penunjang seperti jalan.

Hal itu berujung bandara sepi dan membuat adanya kerugian negara.

“Kita membuat bandara besar tapi kalau konektivitas menuju ke bandara tersebut masih sangat terbatas, bandara itu sepi dan tidak optimal penggunaannya,” ujarnya.

AHY juga mencontohkan pentingnya koordinasi antar lembaga ketika pemerintah berkomunikasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk meminta penjelasan terkait dampak El Nino terhadap ketahanan pangan.

Berita Lainnya  Kasus Penganiayaan, Nyumarno Ajukan Tahanan Kota

Menurutnya, komunikasi tersebut diperlukan demi langkah yang bisa diambil pemerintah ketika El Nino benar-benar terjadi seperti terkait pengelolaan bendungan, irigasi, hingga modifikasi cuaca.

“Oleh karena itu, ketika mendengarkan mungkin hanya 5 menit, tapi saya catat, saya serap, sehingga saya bisa jadikan itu sebagai referensi ketika terjadi kekeringan berkepanjangan, gagal panen. Infrastruktur harus membuat apa? Bendungannya harus diapain? Irigasi primer, sekunder, tersier harus bagaimana?” tutur AHY.

“OMC, Operasi Modifikasi Cuaca harus di-support seperti apa? Dan komunikasi kita ke gubernur, bupati, wali kota seperti apa? Itulah pentingnya connection,” sambungnya.***

Sumber : TribunNews

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Askun : “BTN Tak Perlu Kebakaran Jenggot, karena yang Diburu Kejaksaan Adalah Oknum yang Rugikan Negara”

KARAWANG - Sudah lima orang ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, atas kasus dugaan korupsi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank Himbara Kantor...

Mengecam Pernyataan Nusron Wahid, Petani Karawang Desak RUU Reforma Agraria Segera Disahkan

KARAWANG - Ratusan Petani Karawang yang tergabung dalam Serikat Petani Karawang (Sepetak) bersama Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) melakukan aksi demonstrasi di kantor ATR/BPN Karawang,...

Dugaan Korupsi Penyaluran KPR, Kejari Karawang Tetapkan Tersangka Baru

KARAWANG - Kejaksaan Negeri Karawang kembali menetapkan 1 (satu) orang tersangka baru berinisial DMP, terkait dugaan tindak pidana korupsi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR)...

Diduga Kesurupan, Petugas Kebersihan Bandara Soekarno-Hatta Menangis, Tertawa hingga Lompat-lompat Seperti Pocong

TANGGERANG - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang petugas kebersihan (cleaning service) wanita yang diduga mengalami kesurupan dan bertingkah histeris di Terminal...

Apes! Salah Sasaran Malah Palak Mantan Ajudan Dedi Mulyadi, Preman ini Berakhir Diciduk Polisi

PURWAKARTA - Aksi seorang pria yang diduga melakukan pemalakan di sebuah minimarket di Purwakarta, Jawa Barat, berakhir setelah diamankan anggota polisi lalu lintas. Pelaku disebut...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan