Kamis, November 5, 2026
Google search engine

KPK Pastikan akan Proses Dugaan Korupsi Pengadaan Mobil Ambulans Dinkes Kota Bekasi

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal menindaklanjuti laporan masyarakat, terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan mobil ambulans dan mobil jenazah, di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi tahun anggaran 2022-2023.

Langkah tersebut diambil, setelah lembaga antirasuah menerima berkas aduan resmi, mengenai indikasi penyelewengan anggaran kesehatan daerah yang bergulir dalam beberapa tahun terakhir.

Kendati demikian, KPK menegaskan bahwa seluruh proses penanganan laporan dari masyarakat dari bersifat rahasia. Perkembangan atau progres dari hasil penelaahan kasus tersebut, nantinya hanya akan disampaikan secara berkala kepada pihak pelapor, bukan untuk dipublikasikan secara terbuka di ruang publik.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa pihak lembaga memiliki regulasi dan mekanisme khusus, dalam menjaga kerahasiaan identitas maupun materi laporan. Hal ini dilakukan demi menjaga objektifitas proses hukum, serta melindungi keamanan pihak yang mengadukan indikasi korupsi tersebut.

Berita Lainnya  'Gercep' Tangkap Pelaku Pencabulan, Bupati Aep Apresiasi Polresta Karawang

“Laporan aduan masyarakat merupakan informasi tertutup, sehingga kami tidak membuka apakah ada suatu laporan atau tidak. Apalagi mengenai siapa pihak pelapor maupun materi yang dilaporkan,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Budi menjelaskan, setiap laporan yang masuk ke bagian Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK, tidak bisa langsung dinaikkan ke tahap penyidikan. Tim internal KPK wajib melakukan serangkaian prosedur yang ketat, mulai dari tahapan telaah, verifikasi materiil, hingga analisis mendalam guna melihat ada atau tidaknya unsur pidana korupsi serta validitas alat bukti yang disertakan.

Adapun perkara tersebut bermula ketika Asosiasi Mahasiswa Indonesia (AMI) mendatangi Gedung Merah Putih KPK di Jakarta pada Kamis (21/5/2026). Perwakilan mahasiswa datang untuk menyerahkan langsung berkas dokumen laporan bernomor 02/B/AMI/05/2026 terkait proyek pengadaan kendaraan medis di Kota Bekasi.

Berita Lainnya  Anak Durhaka Aniaya Ibu Kandung Berakhir Diciduk Polisi, Menangis Saat Ditangkap di Kandang Ayam

Ketua AMI, Umar Souwakil, membeberkan bahwa proyek yang dilaporkan tersebut mencakup pengadaan sebanyak 55 unit armada ambulans dan mobil jenazah. Proyek tersebut berjalan selama dua tahun anggaran berturut-turut, yakni bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi Tahun Anggaran 2022 dan 2023.

Dalam berkas laporannya, AMI mengklaim menemukan adanya ketidakwajaran dalam proses pengadaan barang dan jasa, ketidaksesuaian spesifikasi teknis kendaraan di lapangan, hingga dugaan penggelembungan harga (mark up).

Dugaan penyimpangan tersebut disinyalir melibatkan sejumlah pejabat publik, di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, di mana salah satu pihak yang dilaporkan memiliki inisial S.

Indikasi kerugian keuangan negara dalam proyek di Dinkes Kota Bekasi ini, ditaksir mencapai Rp 5,4 miliar. Angka tersebut diperoleh AMI, setelah melakukan pencocokan dan penelusuran mandiri terhadap data harga satuan, yang tercantum pada sistem e-katalog pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Berita Lainnya  Demo Sumpah Pemuda dan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Mahasiswa Saling Dorong dengan Aparat

Kini, kelanjutan penanganan dugaan kasus korupsi yang menyedot perhatian masyarakat Kota Bekasi ini, berada di bawah kewenangan tim Kedeputian Informasi dan Data KPK. Publik dan pihak pelapor tengah menunggu hasil verifikasi awal, untuk menentukan apakah laporan ini memenuhi syarat untuk naik ke tahap penyelidikan atau tidak. (Pandu)

Sumber : inijabar.com
Ket foto : Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo (ilustrasi gambar Ai – Opiniplus.com)

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

8 Anggota Polresta Karawang Diperiksa Propam Polda Jabar, Gegara Bebaskan Pengedar OKT

KARAWANG - Sebanyak delapan anggota Polresta Karawang saat ini diperiksa Bidang Propam Polda Jawa Barat (Jabar), setelah mereka membebaskan seorang pengedar obat keras tertentu...

Video Lawas Jokowi Soal Data Intelejen Kembali Viral Pasca Penetapan Tersangka Listyo Sigit

JAKARTA - Video lawas pernyataan Joko Widodo (Jokowi) pada September 2023 kembali viral di media sosial, setelah Bareskrim Polri menetapkan mantan Kapolri Jenderal (Purn)...

Kepsek SDN 15 Woja Dibacok Pemuda Saat Mengajar Dalam Kelas, Murid dan Guru Berhamburan Ketakutan

DOMPU - Kepala Sekolah (Kepsek) Dasar Negeri (SDN) 15 Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Mahfud diserang oleh seorang pemuda menggunakan senjata tajam...

‘Gercep’ Tangkap Pelaku Pencabulan, Bupati Aep Apresiasi Polresta Karawang

KARAWANG - Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Karawang yang bergerak cepat (gercep) menangkap pemilik warung kelontong berinisial FR atau...

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

Hukum

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan