Sabtu, November 7, 2026
Google search engine

KBM Sekolah Rakyat di Bekasi Dimulai Akhir Juni 2026

BEKASI – Program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Bekasi dipastikan mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada tahun ajaran 2026 yang akan berlangsung pada akhir Juni mendatang.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Alamsyah, menyampaikan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Barat 2 yang berlokasi di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat akan menerima peserta didik baru sekaligus menampung siswa Kabupaten Bekasi dari Sekolah Rakyat rintisan yang sebelumnya beroperasi di Kota Bekasi.

“Insya Allah kegiatan belajar mengajar akan dimulai pada tahun ajaran 2026 di akhir bulan Juni ini. Sesuai kuota yang ditetapkan, Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi akan menerima siswa baru khusus warga Kabupaten Bekasi dan juga siswa Kabupaten Bekasi yang kita titipkan sebelumnya di SR rintisan yang ada di Kota Bekasi,” ujarnya pada Selasa, (09/06/2026).

Berita Lainnya  Mulai 2027, Sekolah di Karawang Bakal Ada Ekstrakurikuler Baca Tulis Qur'an

Alamsyah menyebutkan, untuk kuota Kabupaten Bekasi, SR akan membuka 9 rombongan belajar (rombel) yang terdiri dari tiga rombel tingkat SD, tiga rombel tingkat SMP, dan tiga rombel tingkat SMA. Masing-masing rombel akan diisi 30 siswa sehingga total kuota peserta didik baru tahun 2026 mencapai 270 orang.

“Total kuota untuk calon siswa Kabupaten Bekasi sebanyak 270 siswa yang masing-masing terdiri 90 siswa dari setiap jenjang SD, SMP, dan SMA,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Alamsyah, sebanyak 44 siswa yang merupakan warga Kabupaten Bekasi sebelumnya telah mengikuti pendidikan di SR rintisan Kota Bekasi kemudian akan dialihkan ke SR permanen di Kabupaten Bekasi.

“Jadi pada tahun ini, SR di Kabupaten Bekasi akan menerima siswa baru tahun 2026 maupun siswa dari SR rintisan yang akan dimulai kegiatan pembelajarannya Insya Allah di akhir Juni tahun 2026 ini,” tambahnya.

Berita Lainnya  GOKAR Perkenalkan Aplikasi Transportasi Online Asli Karawang di Sekolah

Alamsyah menegaskan, sasaran utama program tersebut berasal dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem berdasarkan data pemerintah pusat.

Adapun proses pendataan calon siswa dilakukan berdasarkan data dari Kemensos yang kemudian diverifikasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Kepala Dinas Sosial juga memastikan pembangunan fisik sekolah berjalan sesuai rencana. Pemerintah pusat melalui Kantor Staf Presiden (KSP) juga telah melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan.

“Dua minggu lalu KSP sudah melihat langsung kesiapan pembangunan. Mudah-mudahan semuanya berjalan sesuai target sehingga saat tahun ajaran baru dimulai, baik secara fisik maupun sarana prasarana dapat selesai dan siap digunakan secara maksimal,” ungkapnya.

Berita Lainnya  Mulai 2027, Sekolah di Karawang Bakal Ada Ekstrakurikuler Baca Tulis Qur'an

Alamsyah menambahkan, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Adapun Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi merupakan salah satu dari 6 Sekolah Rakyat yang ada di Provinsi Jawa Barat.

Alamsyah berharap program tersebut diharapkan mampu mencegah anak-anak putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi sekaligus mencetak generasi yang lebih berkualitas di masa depan.

“Ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi masyarakat Kabupaten Bekasi khususnya bagi warga yang kurang mampu. Anak-anak yang terkendala biaya pendidikan dapat bersekolah dengan baik dan mudah-mudahan menjadi generasi penerus yang lebih baik di masa mendatang,” tandasnya.***

Sumber : bekasikab.go.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Rp58,7 Miliar Dana CSR Bantu Pembangunan, Kang Jimmy : “Saya Akui Bupati Aep Visioner”

KARAWANG - Berdasarkan data laporan tahun 2025, sekitar Rp58,7 miliar dana bantuan perusahaan/industri melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social...

Menghilang Setelah Penetapan Tersangka Listyo Sigit, Seskab Teddy Akhirnya Muncul Dampingi Prabowo

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sempat menjadi perbincangan dan dicari publik karena tidak terlihat dalam beberapa agenda kepresidenan di tengah isu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan