Senin, Juli 27, 2026
spot_img

Dedi Mulyadi Tertipu, Warga yang akan Dibantunya Ternyata Pelaku Curanmor

SUMEDANG – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) sepertinya telah tertipu oleh salah seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

Siapa sangka jika warga Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang akan dibantu KDM untuk proses pembayaran pajak motornya yang telah lama mati, ternyata merupakan curanmor.

Hal itu terungkap saat jumpa pers kasus curanmor dalam pelaksanaan Operasi Jaran Lodaya 2026 di Mapolres Sumedang, Kamis (4/6/2026).

Kepala Kepolisian Resor Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika mengatakan, sebelumnya Dedi Mulyadi bertemu dengan pelaku curanmor dalam perjalanan di Jalan Umar Wirahadikusumah, tepatnya di wilayah Kecamatan Ganeas.

Saat itu pelaku ditegur KDM, karena knalpot motor dan pajak kendaraan bermotornya mati. KDM kemudian beriktikad baik akan membantu proses pembayaran pajaknya.

Saat itu, si pelaku ini diminta datang ke Samsat untuk membayar pajak kendaraan yang nantinya akan dibayarkan KDM.

Berita Lainnya  Febri Diansyah Jadi Pengacara Febrie Adriansyah

Akan tetapi, sehari pasca bertemu KDM di lokasi, pelaku tertangkap oleh jajaran Satreskrim Polres Sumedang.

“Setelah proses penyelidikan, terungkap ternyata warga yang hendak dibantu Pak KDM ini adalah pelaku curanmor. Pelaku berikut barang buktinya sudah kami amankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” tutur AKBP Sandityo Mahardika, dilansir dari Kompas, Jumat (5/6/2026).

Selain kasus tersebut, jajaran Polres Sumedang juga mengungkap lima kasus pencurian lainnya yang terjadi di wilayah hukum Polres Sumedang.

“Dari lima kasus tersebut, kami mengamankan tujuh tersangka. Terdiri dari enam pelaku pencurian kendaraan bermotor dan satu pelaku penadah kendaraan bermotor,” sebut Tyo.

Pengungkapan kasus ini berawal dari lima laporan polisi yang diterima Polres Sumedang dan polsek jajaran sepanjang tahun 2025 hingga 2026.

Berita Lainnya  Korupsi Batu Bara PLN, Polisi Bongkar Brankas Emas Batangan hingga Dollar Senilai Ratusan Miliar

Tyo menuturkan, dalam operasi tersebut, pihaknya menangkap seorang tersangka yang masuk dalam target operasi (TO), yakni KK alias Bokir (29), warga Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Selain itu, enam tersangka lainnya yang berstatus Non-Target Operasi (Non-TO) juga berhasil diamankan, termasuk seorang penadah berinisial KND (56), warga Kabupaten Cianjur.

“Kasus-kasus yang berhasil kami ungkap ini terjadi di lima lokasi berbeda, yakni dua kasus di Kecamatan Cimanggung, satu di Sumedang Selatan, satu di Rancakalong, dan satu kasus di Ganeas,” sebut Tyo.

Tyo menambahkan, berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku menggunakan berbagai modus untuk menjalankan aksinya.

Beberapa tersangka merusak kunci kontak sepeda motor menggunakan kunci palsu berbentuk huruf Y atau astag.

“Ada pula yang merusak kabel soket kendaraan sebelum membawa kabur sepeda motor korban. Sementara, pelaku lainnya memanfaatkan kelalaian pemilik kendaraan dengan mencuri motor yang diparkir tanpa kunci setang,” ujar Tyo.

Berita Lainnya  Demi Memikat Pujaan Hati yang Berprofesi ASN, Sopir ini Nyamar Jadi Polisi Gadungan

Tyo menambahkan, enam tersangka dijerat Pasal 477 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Sementara itu, tersangka penadah dijerat Pasal 591 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP tentang tindak pidana penadahan, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

“Kami akan terus meningkatkan upaya pemberantasan pencurian kendaraan bermotor guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah Sumedang,” ujar Tyo.***

Artikel ini telah tayang di Kompas.com : https://bandung.kompas.com/read/2026/06/04/150301678/warga-sumedang-yang-akan-dibantu-bayar-pajak-motor-oleh-dedi-mulyadi

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

1 Orang Tewas, Polisi Ungkap Penyebab Bentrokan Massa di Jakarta Pusat, Benarkah Gegara Makan Nasi Uduk Gak Bayar?

JAKARTA - Polisi menyebut bentrokan pecah antara warga dan sekelompok orang di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026), akibat salah paham. Kapolres Metro Jakarta...

Karawang Jadi Wilayah Tujuan Pengemis, Penghasilan Bisa Sampai Rp 150 Ribu per Hari

KARAWANG - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyebut Karawang kini menjadi tujuan aktivitas gelandangan, pengemis, pemulung, dan pengamen dari berbagai daerah karena...

Polisi Selidiki Misteri Tewasnya Sutrimo, Mantan Karumga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

JAKARTA - Polda Metro Jaya menyatakan tengah menyelidiki penyebab kematian pria bernama Sutrimo. Ia diduga merupakan mantan Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jaksa Agung Muda...

Kebakaran Hebat Hanguskan 70 Rumah Adat di Sukabumi

SUKABUMI - Kebakaran meratakan permukiman di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kabupaten Sukabumi. Total 70 rumah di lokasi ludes terbakar. Laporan kebakaran itu terjadi...

Febri Diansyah Jadi Pengacara Febrie Adriansyah

JAKARTA - Eks Juru Bicara KPK, Febri Diansyah bertindak sebagai Kuasa Hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah pada kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan