Rabu, Juli 15, 2026
spot_img

Keluarga Terduga ‘Kiyai Cabul’ Tuntut Media Massa Hapus Pemberitaan dan Minta Maaf

PEKALONGAN – Terkait dugaan kasus pencabulan terhadap para santriwati di Pondok Pesantren Padang Ati di Kabupaten Pekalongan, pihak keluarga tersangka Kiyai AKF (58), meminta media massa untuk mengapus pemberitaan dan menuntut untuk meminta maaf.

Sebuah pernyataan dalam bentuk ‘Surat Pernyataan’ yang beredar luas di masyarakat tersebut sangat disesalkan oleh publik, khususnya di kalangan netizen.

Karena alih-alih bukannya menunjukan rasa iba terhadap para terduga korban, pihak keluarga sang kiyai justru dinilai telah menghalangi kebebasan pers yang sudah dilindungi Undang-undang.

Berita Lainnya  LBH Arya Mandalika Minta Dedi Mulyadi Beri Perhatian untuk Kasus Meninggalnya ASN di Purwakarta

Meski diduga ada upaya tekanan dari pihak keluarga untuk membungkam narasi pemberitaan, Polresta Pekalongan tetap berkomitmen melanjutkan proses hukum.

Polisi terus mendalami kasus bejat ini demi memberikan keadilan bagi puluhan korban yang telah dilecehkan.

Dilansir dari inikata.co.id, berikut adalah poin-poin tuntutan yang diajukan oleh keluarga pengasuh Ponpes Padang Ati:

1. Menghapus secara permanen seluruh berita yang berkaitan dengan kasus hukum AKF dan institusi Pondok Pesantren Padang Ati.
2. Meminta media massa untuk memberikan pernyataan maaf secara terbuka kepada pihak pengelola pondok pesantren.
3. Mewajibkan awak media untuk datang langsung menemui pengasuh pondok guna menyampaikan permohonan maaf secara formal.***

Berita Lainnya  Polisi Ungkap Peredaran Obat Terlarang Berkedok Warung Kopi

Ket foto : Terduga pelaku pencabulan Kiyai AKF saat dijemput polisi usai solat idul adha pada Rabu (27/5/2026).

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Melawan Saat Ditangkap, Polisi Tembak Kaki Maling Motor Pembunuh Ojol di Tangerang

TANGGERANG - Polisi menangkap pria bernama Rahmat Dimas, pelaku pembunuhan driver ojek online (ojol) berinisial ATP saat sedang tidur di base camp ojol di...

Viral! Bayi ini Diberi Nama Muhammad MBG Subianto

WONOSOBO - Seorang bayi laki-laki di Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menjadi perbincangan di media sosial seusai diberi nama...

Sakit Hati karena Sering Di-bully, Siswa ini Ledakan Bom Rakitan di Lingkungan Sekolah

PADANG - Diduga menyimpan dendam karena sering mendapatkan perundungan atau bullying dari temannya, R (17) siswa MAN 3 Padang - Sumatera Barat, meledakan bom...

KPK Dalami Aliran Dana Rp100 juta ke Gus Miftah dalam Kasus Korupsi Proyek JGSS

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengusut Miftah Maulana Habiburrohman atau Gus Miftah yang diduga menerima Rp 100 juta dari proyek pembangunan jalur...

Polisi Tangkap Pelaku Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah – Jaksel

JAKARTA - Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan terkait ancaman teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pelaku pria berinisial MY...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan