PURWAKARTA – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi mendatangi langsung seorang ibu hamil di Purwakarta yang suaminya meninggal dunia akibat ledakan misterius di suatu toko bahan bangunan, Jalan Raya Purwakarta-Wanayasa, tepatnya Kampung Babakan Pamengpeuk, Desa Wanasari, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Dalam kesempatan tersebut, KDM tidak hanya memberikan bantuan sebesar Rp 50 juga bagi 3 rumah warga yang terdampak ledakan. Melainkan juga memberikan perhatian khusus kepada si ibu hamil.
Selain menjamin kehidupan ekonomi selama 3 bulan ke depan, KDM juga menjamin semua biaya persalinan si ibu yang akan melahirkan anak ketiganya.
Sementara untuk kedua anak perempuannya yang masih sekolah langsung menjadi ‘anak asuh’ KDM.
Diberitakan sebelumnya, duka mendalam menyelimuti keluarga Ahmad Zaelani, korban tewas dalam insiden ledakan dahsyat di suatu toko bahan bangunan, Jalan Raya Purwakarta-Wanayasa, tepatnya Kampung Babakan Pamengpeuk, Desa Wanasari, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Kepergian Ahmad Zaelani menyisakan kesedihan mendalam bagi sang istri, Yeti, yang diketahui tengah mengandung anak ketiga.
Kabar mengenai kondisi Yeti yang sedang hamil muda tersebut dikonfirmasi oleh kerabat korban, Dede Suryana.
“Korban Ahmad Zaelani meninggalkan istrinya yang sedang hamil muda anak ketiga,” ujar Dede Suryana, Senin (13/7/2026).
Selain harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan tulang punggung keluarga, pihak keluarga saat ini masih menunggu proses pemulangan jenazah.
Hingga kini, jasad Ahmad Zaelani masih berada di rumah sakit untuk menjalani autopsi guna kepentingan penyelidikan kepolisian.
Dede berharap proses hukum dan medis tersebut dapat segera selesai agar pihak keluarga bisa segera memakamkan almarhum.
“Keluarga berharap jasad Ahmad Zaelani segera diserahkan ke keluarga untuk bisa dimakamkan,” ungkapnya.
Di sisi lain, insiden ledakan yang terjadi pada Minggu (12/7) tersebut masih menyisakan kekhawatiran bagi warga sekitar.
Hingga saat ini, penyebab pasti ledakan dahsyat di toko material tersebut belum diketahui secara pasti.
Tim Gegana Brimob Polda Jabar bersama jajaran Polres Purwakarta masih terus melakukan penyelidikan intensif di lokasi kejadian.
Petugas telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk mencari bukti-bukti tambahan guna mengungkap pemicu ledakan tersebut.***










