Sabtu, Juni 13, 2026
spot_img

Jika Tuparev Mau Ditata Dedi Mulyadi, Maka Harus Bersih dari Aktivitas Kemaksiatan

KARAWANG – Aktivis Ormas Islam Muhammadiyah menyoroti video viral aktivitas muda-mudi LGBT di Theatre Night Mart – Tempat Hiburan Malam (THM) di pusat kawasan perdagangan Jalan Tuparev Karawang – Jawa Barat.

Ketua Majelis Pustaka dan Informatika Muhammadiyah Karawang, Dadan Suhendarsyah mengatakan, pada awal Mei 2026 lalu, saat kegiatan Kirab Mahkota Binokasih atau Milangkala Tatar Sunda di Karawang, Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) secara jelas menyampaikan akan ‘menyulap’ kawasan Tuparev menjadi ‘Kota Tua’ sebagai salah satu ikonik Kabupaten Karawang.

Oleh karenanya, Dadan berharap agar Pemkab Karawang tidak memberikan izin operasional THM bisa beraktivitas di Jalan Tuparev. Sehingga keberadaan Theatre Night Mart harus dipindahkan ke lokasi lain yang jauh dari pemukiman warga.

Disampaikan Dadan, sebenarnya ia mengapresiasi ketika Pemkab Karawang mulai menata kondisi ‘semrawut’ kawasan Tuparev hingga menjadikan salah satu tempat pusat kuliner yang semakin ramai dikunjungi warga.

Tetapi kemudian, tiba-tiba pemkab melegalkan operasional THM di Jalan Tuparev yang disinyalir menjadi tempat aktivitas kemaksiatan. Sehingga tentu saja ini menjadi paradoks dari tujuan awal penataan kawasan Tuparev.

Berita Lainnya  Askun : "Clean and Clear, Bupati Aep Masih Tegak Lurus"

Dan yang patut dipertanyakan, kata Dadan, bagaimana bisa Theatre Night Mar bisa beroperasi sebagai tempat ‘semi diskotik’. Sementara izin yang dimiliki baru sekedar ‘Resto dan Bar’ yang juga diduga menjual minuman beralkohol (minol).

“Jujur saja kita bingung dengan sikap dan ketegasan Pemkab Karawang. Kan katanya Tuparev mau ditata jadi Kota Tua sama Kang Dedi Mulyadi. Tapi tiba-tiba kenapa memberikan izin operasional THM di sana,” tutur Dadan Suhendarsyah, Selasa (9/6/2026).

Minta Dedi Mulyadi Ikut Intervensi

Atas persoalan ini, Dadan meminta Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi untuk melakukan intervensi terhadap masalah izin operasional Theatre Night Mart yang penuh sarat kontroversi ini. Karena mayoritas masyarakat Karawang sudah sepakat jika Kawasan Tuparev harus bersih dari aktivitas kemaksiatan.

“Jika Tuparev mau ditata menjadi Kota Tua sama gubernur, ya harus bersih dari THM yang disinyalir menjadi tempat aktivitas kemaksiatan,” katanya.

Berita Lainnya  Kyai Agus Fudholi : "Tutup Total Theatre Night Mart atau Kami yang Kepung"

Terlebih ditegaskan Dadan, keberadaan Theatre Night Mart di Tuparev berdekatan dengan pemukiman warga, gereja, lembaga pendidikan, hingga jalur menuju Masjid Agung Karawang.

“Kita minta ke pak bupati untuk ditutup total. Jika alasannya untuk investasi daerah, maka pindahkan saja THM-nya ke lokasi yang jauh dari pemukiman warga,” pintanya.

“Malu-lah kita sebagai warga Karawang, karena video viral muda-mudi LGBT ini sudah menjadi berita dan sorotan nasional. Saya minta para pejabat Karawang pakai hati nurani dan moralitas-lah kalau mau mengeluarkan kebijakan,” tutup Dadan.

Diketahui, Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menginginkan Kawasan Jalan Tuparev – Karawang menjadi ruang publik yang ramah pejalan kaki hingga bebas dari parkir liar.

Bahkan dalam gagasan untuk menata Kawasan Jalan Tuparev agar tidak ‘semrawut’, KDM mengaku akan mejadikannya sebagai ‘Kota Tua’ yang ikonik.

Berita Lainnya  LBH Arya Mandalika : Bupati Karawang Tak Perlu Klarifikasi Soal Map di Rumah Eks Kepala BGN

KDM menyebut jika Jalan Tuparev memiliki nilai historis dan potensi ekonomi yang besar. Tetapi kondisinya saat ini dinilai masih semrawut dan kurang tertata secara estetika.

“Tuparev itu harusnya menjadi ikon. Saya ingin Tuparev disulap menjadi kawasan Kota Tua-nya Karawang. Trotoarnya diperlebar, bangunannya dipertahankan arsitektur lamanya, dan pencahayaannya dibuat artistik,” tutur KDM, saat Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Karawang, pada Sabtu (9/5/2026) lalu.

Selain penataan bangunan dan jalan, KDM juga berencana menghadirkan ruang publik bernama Pelataran Cinta” yang difungsikan sebagai tempat interaksi masyarakat.

“Nanti kita buatkan Pelataran Cinta. Bukan berarti tempat orang pacaran yang negatif, tapi ruang publik tempat bertemunya rasa kasih sayang antarwarga. Tempat seniman berekspresi, tempat warga berjalan kaki dengan nyaman, dan tempat UMKM lokal naik kelas,” katanya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Demo Mahasiswa Tuntut Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM hingga Stop MBG dan KDMP

JAKARTA - Mahasiswa dari sejumlah badan eksekutif mahasiswa (BEM) di Jabodetabek membawa lima tuntutan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di kawasan jalan Jenderal...

Tetapkan Tersangka Baru, Kejagung Bongkar ‘Kongkalikong’ Pengaturan Titik SPPG

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Asep Yusuf Somantri (AYS) sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejagung mengungkapkan...

Fraksi Demokrat Dorong Regulasi Pengawasan LGBT, Pemerhati Sosial : “Mereka Harus Dibina, Bukan Dibinasakan”

KARAWANG - Pasca 'viral video pesta gay' di Theatre Night Mart - tempat hiburan malam di Jalan Tuparev, hingga berujung aksi demonstrasi tokoh agama,...

Kasus Dugaan Gratifikasi Anne Ratna Mustika, LM Kembali Diperikza Kejari Purwakarta

PURWAKARTA – Mantan anggota DPRD Purwakarta berinisial LM kembali menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, Senin (9/6/2026). Pemeriksaan terhadap LM berlangsung cukup lama. Ia...

Dugaan Penyimpangan Revitalisasi Pasar Kranji Baru Dilaporkan ke Kejari Kota Bekasi

KOTA BEKASI – Berlarut-larutnya revitalisasi Pasar Kranji Baru membuat para pedagang resah. Para pedagang yang tergabung dalam Rukun Warga Pasar Kranji Baru menilai terdapat...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan