Sabtu, November 7, 2026
Google search engine

Puncak Kemarau, BPBD Purwakarta Ingatkan Dampak Kekeringan dan Krisis Air Bersih

PURWAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak musim kemarau yang mulai melanda wilayah tersebut.

Berdasarkan prediksi dari BMKG dan informasi dari BPBD Provinsi Jawa Barat, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga Oktober 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purwakarta, Heryadi Erlan, mengatakan musim kemarau tahun ini berpotensi memunculkan sejumlah bencana hidrometeorologi kering, mulai dari kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan.

“Kalau kita sebut musim kemarau, lebih kepada hidrometeorologi kering. Kebencanaan yang harus kita antisipasi pertama adalah kekeringan, kekurangan air bersih, kemudian kebakaran hutan dan lahan,” kata Heryadi kepada KOMPAS.com, Kamis (11/6/2026).

Selain itu, menurut dia, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi meski memasuki musim kemarau.

Berita Lainnya  Kang AIS : "Sikap Haji Toha Rugikan Suku Madura yang Hidup Harmonis di Karawang"

Angin puting beliung dan pohon tumbang tetap perlu diwaspadai, terutama di wilayah dengan kondisi geografis tertentu.

Heryadi menjelaskan, sejumlah kecamatan di Purwakarta berpotensi mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih saat puncak kemarau.

Di antaranya Kecamatan Bungursari, Campaka, Cibatu, Purwakarta, Babakancikao, Sukatani, dan beberapa desa di Kecamatan Pasawahan.

Ia menyebut wilayah-wilayah tersebut menjadi perhatian BPBD dalam upaya mitigasi dampak kemarau, terutama terkait kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

“Hasil prediksi dari BMKG dan imbauan dari BPBD Provinsi, puncak hidrometeorologi kering atau musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli sampai Oktober. Kami mengimbau seluruh warga Kabupaten Purwakarta untuk mengantisipasi kejadian bencana seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta cuaca ekstrem,” ujarnya.

Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Purwakarta telah melakukan berbagai langkah mitigasi dan kesiapsiagaan dengan berkoordinasi bersama perangkat daerah, instansi vertikal, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa dan kelurahan.

Berita Lainnya  Capaian Pendapatan Bapenda Diapresiasi, Bupati Diminta Tahan TPP 'Pejabat OPD Pemalas'

Menurut Heryadi, sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan agar warga memahami langkah-langkah pencegahan risiko bencana selama musim kemarau.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak guna mengurangi dampak kekeringan.

Sementara bagi warga yang memiliki lahan di sekitar kawasan hutan, diminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan karena berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan.

“Kami mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air dan menggunakan air seperlunya. Bagi warga yang membersihkan lahan, jangan melakukan pembakaran tanpa pengawasan karena dapat menimbulkan kebakaran yang lebih luas,” kata Heryadi.

Ia menambahkan, dampak musim kemarau juga dapat dirasakan sektor pertanian. Berkurangnya ketersediaan air berpotensi memengaruhi pola tanam petani sehingga diperlukan penyesuaian, termasuk dengan menanam komoditas palawija pada lahan yang kesulitan mendapatkan pasokan air.

Berita Lainnya  Barrier Gate di Mapolresta Karawang Disorot, Hanya Kendaraan Polisi yang Boleh Masuk, Masyarakat Diarahkan Parkir Berbayar

Untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau, BPBD Purwakarta membuka layanan pengaduan melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) di nomor 0811-9937-117.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan kepada masyarakat terkait kebutuhan air bersih. Kami juga terus berkoordinasi dengan PDAM, dinas terkait, perusahaan air minum, serta sejumlah perusahaan di kawasan industri untuk membantu pemenuhan kebutuhan air bersih warga,” ujar Heryadi.***

Artikel ini telah tayang di Kompas.com : https://bandung.kompas.com/read/2026/06/11/162702978/bpbd-purwakarta-ingatkan-ancaman-kekeringan-dan-krisis-air-bersih-saat.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Rp58,7 Miliar Dana CSR Bantu Pembangunan, Kang Jimmy : “Saya Akui Bupati Aep Visioner”

KARAWANG - Berdasarkan data laporan tahun 2025, sekitar Rp58,7 miliar dana bantuan perusahaan/industri melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social...

Menghilang Setelah Penetapan Tersangka Listyo Sigit, Seskab Teddy Akhirnya Muncul Dampingi Prabowo

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sempat menjadi perbincangan dan dicari publik karena tidak terlihat dalam beberapa agenda kepresidenan di tengah isu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan