Minggu, Juli 12, 2026
spot_img

Nama Dani Ramdan dan Iin Farihin Jadi Sorotan di Sidang Kasus Suap Ijon Proyek Ade Kunang

BANDUNG – Bukan hanya mantan Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan yang terseret pusaran kasus suap ijon proyek di Pemkab Bekasi,  nama a nggota DPRD Kabupaten Bekasi, Iin Farihin, menjadi salah satu sorotan dalam sidang lanjutan perkara yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, pada Jumat 5 Juni 2026 silam.

Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mendalami mekanisme pembagian paket pekerjaan serta aliran proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, yang hadir sebagai saksi, mengungkap adanya arahan untuk mengakomodasi sejumlah pihak yang memiliki kedekatan dengan lingkaran kekuasaan menjelang pelantikan Ade Kuswara Kunang sebagai Bupati Bekasi.

Henri mengaku pernah dipanggil ke sebuah rumah di Desa Cicau yang disebut milik mantan Sekretaris Desa Cibatu. Dalam pertemuan tersebut hadir pula HM Kunang, ayah kandung Ade Kuswara Kunang.

Berita Lainnya  Dugaan Pungli MCK Revitalisasi Pasar Bantargebang, Kejari Kota Bekasi Geledah Kantor Disdagperin

Menurut Henri, dalam pertemuan itu muncul arahan agar sejumlah nama mendapat perhatian dalam pelaksanaan proyek pembangunan daerah. Dua nama yang disebut secara khusus adalah Ari Ginanjar dan Iin Farihin.

“Saya kemudian menyampaikan arahan tersebut kepada jajaran di dinas untuk ditindaklanjuti,” ungkap Henri di hadapan majelis hakim.

Lebih lanjut, Henri membeberkan nilai paket pekerjaan yang dikaitkan dengan Ari Ginanjar dan Iin Farihin mencapai sekitar Rp48 miliar. Paket tersebut tersebar di sejumlah bidang pekerjaan, mulai dari pembangunan jalan sekitar Rp5 miliar, irigasi sekitar Rp7 miliar, hingga pekerjaan sumber daya air dengan nilai belasan miliar rupiah.

Selain kedua nama tersebut, Henri juga membenarkan adanya komunikasi dengan sejumlah kontraktor lain seperti Sarjan, Yayat Sudrajat, Endun, dan Madun terkait pelaksanaan proyek pemerintah.

Berita Lainnya  Taufik Hidayat Minta Maaf dan Mengaku Menyesal

Munculnya nama Iin dalam persidangan memunculkan polemik karena yang bersangkutan berstatus anggota legislatif yang memiliki fungsi pengawasan terhadap penggunaan anggaran daerah.

Menanggapi kesaksian tersebut, kuasa hukum terdakwa, Yusnaniar, menyatakan proyek-proyek yang disebut saksi merupakan pekerjaan tahun anggaran 2024 atau sebelum Ade Kuswara Kunang resmi menjabat sebagai bupati.

Ia menilai nama HM Kunang hanya dijadikan pintu masuk oleh pihak tertentu untuk mempermudah akses terhadap proyek-proyek di Dinas SDABMBK.

“Intinya Abah hanya menerima Rp1 miliar dari Iin, sementara nilai proyek yang disebut mencapai sekitar Rp50 miliar,” kata Yusnaniar.

Menurutnya, HM Kunang telah bersikap kooperatif dengan mengembalikan uang Rp1 miliar tersebut kepada KPK. Karena itu, pihaknya mempertanyakan mengapa pihak lain yang namanya berulang kali muncul dalam persidangan belum diproses sebagai terdakwa.

“Klien kami menjadi terdakwa, sedangkan Iin Farihin masih melenggang. Di mana rasa keadilannya? Kami beberapa kali meminta KPK menetapkan Iin sebagai terdakwa seperti klien kami,” tegasnya.

Berita Lainnya  Jawa Barat Berubah Nama Jadi Tatar Sunda, Dede Yusuf Khawatir Justru akan Terjadi Gesekan Antar Kelompok Budaya

Meski demikian, Yusnaniar mengaku tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya kepada pembuktian di persidangan.

Sebelumnya, Iin Farihin juga pernah diperiksa penyidik KPK di Gedung Merah Putih. Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan peran HM Kunang dalam pengelolaan pemerintahan di Kabupaten Bekasi.

Dalam perkara ini, Ade Kuswara Kunang dan HM Kunang didakwa menerima suap dari kontraktor untuk memuluskan perolehan paket pekerjaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Sidang masih akan berlanjut dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi lainnya. (Iky)

Artikel ini telah tayang di KarawangBekasi.Disway.id : https://karawangbekasi.disway.id/amp/52888/ini-nama-anggota-dprd-kabupaten-bekasi-yang-paling-banyak-terima-suap-ijon-proyek-bekasi/16

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Belum Ada Urgensi Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda

KARAWANG - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Sjamsurijal menilai belum ada urgensi terkait perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda. Cucun pun meminta...

Bejat! Anak Sendiri kok Dicabuli, Si Gondrong Kini Sudah Diringkus Polisi

KARAWANG - DH (46), seorang ayah asal Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini terpaksa diringkus polisi, setelah kedapatan memperkosa anak kandungnya sendiri. Ironisnya,...

Bikin Bingung! Dedi Mulyadi Sebut Jalan Bergelombang Interchange Karawang Barat Kewenangan Jasa Marga

KARAWANG - Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) merespon keluhan masyarakat mengenai banyaknya kecelakaan lalu lintas yang disebabkan jalan bergelombang di Jalan Interchange...

Ono Surono dan Dedi Mulyadi Sependapat Tak Perlu Ada Perubahan Nama Jawa Barat Menjadi Tatar Sunda

BANDUNG - Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono hingga Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi alias KDM secara terpisah mengutarakan pendapat senada bahwa...

Pertama, Presiden Prabowo Luncurkan Biodiesel B50 di KM 57A Karawang

KARAWANG - Presiden Prabowo meluncurkan Biodiesel B50 di Rest Area KM 57A, Tol Jakarta - Cikampek, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan