Jumat, April 24, 2026
spot_img

Menko Zulhas: Sekolah Bisa Protes MBG ke SPPG, Jangan Akting di Medsos

SEMARANG – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyosialisasikan program makan bergizi gratis (MBG) di SMPN 1 Semarang, Kecamatan Selatan, Kota Semarang.

Zulhas mengatakan pihak sekolah berhak meminta ganti menu MBG dan memprotes jika terdapat sajian yang tidak sesuai.

Hal tersebut disampaikan Zulhas di hadapan para siswa dan tenaga pengajar SMPN 1 Semarang, Kamis (23/4/2026).

Saat dimintai tanggapan atas pernyataannya tersebut, Zulhas mengatakan, pihak sekolah bisa meminta untuk mengganti menu MBG.

“Bisa, jadi kalau kepala sekolah menu seperti ini sama terus bisa request, misalnya ini apa (menu yang diinginkan), itu bisa,” kata Zulhas.

Berita Lainnya  KDM : Subang dan Jabar Tidak akan Maju, Jika Cara Berpikir Pemimpinnya Normatif dan Hanya Mengejar WTP

Dia menyebut, menu MBG telah menyesuaikan dengan tren masa kini.

“Sekarang itu macam-macam menunya. Seperti di zaman saya belum ada teriyaki chicken. Banyak makanan anak-anak zaman sekarang,” ujar dia.

Zulhas menjelaskan, jika terdapat menu yang tidak sesuai, misalnya tidak mengandung protein, maka pihak sekolah bisa memprotes ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait. Jika protes diabaikan hingga tiga kali, maka SPPG tersebut bakal dibekukan.

“Kalau nanti makanan itu tidak sesuai, misal proteinnya tidak ada, bisa protes. Sekali, dua kali, tiga kali, kalau diabaikan, kita cek, bisa di-suspend,” tegasnya.

Berita Lainnya  72 Siswa di Jakarta Timur Keracunan MBG
Menko Zulhas saat berkunjung ke SMPN 1 Semarang.

Zulhas mengatakan, menu MBG seperti nasi basi, bisa juga diprotes. Namun, dia meminta agar masalah tersebut tidak diumbar di media sosial (medsos).

“(Nasi basi bisa dikomplain?) Bisa, bisa dikomplain. Cuma saya mengimbau, kalau ada masalah jangan akting di medsos, dong. Sampaikan SPPG,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Zulhas juga memanggil beberapa siswa yang bisa menjawab pertanyaannya. Adapun pertanyaan yang diberikan Zulhas seputar gizi.

Terdapat empat siswa yang maju menjawab pertanyaan Zulhas. Kemudian, keempat siswa tersebut mendapatkan hadiah berupa tablet Android dari Zulhas.***

Berita Lainnya  Kasak-kusuk ke Kejati Jabar Soal Dugaan Ijon Pokir

Sumber : Detik.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bupati Aep Warning Kepsek: Jangan Ada Penyimpangan Dana BOS

KARAWANG - Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh menyampaikan 'warning' atau peringatan keras kepada semua kepala sekolah (kepsek), terkait pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Peringatan...

Ketua DPRD Magetan Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pokir, Beranikah Kejari Karawang Ungkap Kasus yang Sama?

KARAWANG - Ketua DPRD Magetan - Surabaya, Suratno ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan dana hibah program Pokok Pikiran (Pokir) tahun anggaran 2020-2024 senilai...

Sarjan Akui Berikan Uang Miliaran ke Ade Kunang dan Anggota Polisi

BANDUNG - Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi ijon proyek di Kabupaten Bekasi kembali mengungkap fakta mencengangkan. Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung pada Senin...

Korupsi Kuota Haji, Ustaz Khalid Kembalikan Uang Rp 8,4 Miliar

JAKARTA - KPK selesai memeriksa Ustaz Khalid Basalamah (KB) sebagai saksi terkait kasus korupsi kuota haji di Kementerian Agama tahun 2023-2024. Khalid mengaku diperiksa...

Pengeroyokan Bobotoh di Purwakarta, Polisi Amankan 14 Terduga Pelaku

PURWAKARTA - Peristiwa pengeroyokan brutal terjadi di wilayah Sadang, Kabupaten Purwakarta, Senin (20/4/2026) malam. Dua warga yang diduga Bobotoh menjadi korban kekerasan oleh sekelompok orang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan