Senin, Oktober 26, 2026
Google search engine

Ketua RW di Bekasi Selatan Berharap Nominal Dana Hibah Rp 100 Juta Ditambah

KOTA BEKASI – Ketua RW 02 Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Edih (60), berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dapat menambah nominal dana hibah untuk rukun warga (RW), guna memenuhi kebutuhan infrastruktur dan fasilitas lingkungan.

“Ya kalau saya sih berharap bisa ditambah. Biar infrastruktur sama fasilitasnya bisa cukup,” ujar Edih saat ditemui Kompas.com, Senin (27/4/2026).

Edih mengungkapkan, pihaknya menerima berbagai aspirasi dari masyarakat terkait kebutuhan sarana dan prasarana di lingkungan RW 02.

Kebutuhan tersebut mencakup pengelolaan data hingga aspek keamanan lingkungan.

“Ada yang butuh laptop, tenda, sama CCTV. Tapi nanti kami undang dulu rapat antara warga dan RT supaya tahu kebutuhannya, baru kami data, apakah menyukupi atau tidak,” katanya.

Selain fasilitas, perbaikan infrastruktur jalan juga menjadi perhatian utama.

Edih menilai masih ada sejumlah jalan lingkungan yang kondisinya belum layak.

Berita Lainnya  Soroti Kontroversi Jalan Tuparev, SOSPOLs : "Jangan Terjebak pada Dikotomi Paving Blok dan Aspal"

“Jangan sampai di kota ini masih ada jalan yang tanah merah dan batu. Supaya lebih bagus lah kota ini,” ujarnya.

Meski demikian, Edih mengakui dana hibah Rp 100 juta yang telah diberikan pemerintah sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan dasar warga.

Melalui program tersebut, pihaknya telah melengkapi berbagai fasilitas untuk enam RT di wilayahnya, seperti tenda, sound system, kipas angin, CCTV, alat potong rumput, alat fogging, meja, dan bangku.

Ia menjelaskan, penggunaan anggaran dilakukan berdasarkan skala prioritas di masing-masing RT, bukan dibagi secara merata.

“Tidak semua dapat rata. Kami lihat RT mana yang lebih prioritas. Misalnya RT 05, sebelumnya tidak punya fasilitas seperti tenda, bangku, atau sound system, jadi kami bantu lebih dulu,” katanya.

Langkah ini dilakukan agar seluruh RT memiliki fasilitas dasar yang memadai tanpa harus menyewa peralatan saat menggelar kegiatan warga.

Berita Lainnya  Barrier Gate di Mapolresta Karawang Disorot, Hanya Kendaraan Polisi yang Boleh Masuk, Masyarakat Diarahkan Parkir Berbayar

Dalam pelaksanaannya, Edih memastikan pengelolaan dana hibah dilakukan secara terbuka dengan melibatkan pengurus RT, warga, hingga karang taruna.

“Dalam hal ini kami kumpulkan warga dan RT. Kami sampaikan bantuan Rp 100 juta ini untuk apa saja. Jadi semuanya tahu dan tidak ada masalah ke depannya,” kata dia.

Ia menegaskan, seluruh penggunaan anggaran dicatat dan dilaporkan secara lengkap sebagai bentuk pertanggungjawaban.

“Kalau datanya benar dan barangnya ada, laporan juga tidak sulit. Kami beli, laporkan, jadi semua lengkap,” ujarnya.

Terkait persyaratan program, seperti pembentukan kelompok masyarakat (pokmas) dan pengelolaan bank sampah, Edih mengaku tidak mengalami kendala berarti.

“Semua persyaratan sudah kami jalankan. Kalau pemerintah minta, ya kami kerjakan supaya program ini berjalan,” katanya.

Berita Lainnya  H. Toto : Kepala ATR/BPN Karawang Harus Tanggungjawab, Polisi Segera Periksa CCTV

Ia menambahkan, bank sampah di wilayahnya tetap berjalan dengan sistem penimbangan rutin setiap bulan, meskipun sebagian warga juga mengelola sampah secara mandiri.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Bekasi kembali menjalankan program dana hibah Rp 100 juta per RW pada 2026 setelah direalisasikan pada Oktober 2025.

Program ini menyasar sekitar 1.020 RW di 12 kecamatan sebagai upaya mendorong pemerataan pembangunan di tingkat lingkungan.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan proses pengajuan hingga pencairan dana hibah tahun ini sudah dapat dilakukan.

“Pengajuan sudah bisa sekarang. Tapi saya berharap sebelum Juni ini harusnya sudah bisa diselesaikan pengajuannya,” ujar Tri saat ditemui di Plaza Pemkot Bekasi, Kamis (23/4/2026).***

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Istri dan Anak Asal Bogor Dibunuh Suami Siri, Dicekik – Dibakar hingga Dimasukan ke Penggilingan Daging

MADIUN - Dwi Bagus Martono, pelaku pembunuhan terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anak laki-lakinya yang berinisial AGEF (4), asal Kabupaten Bogor, ditangkap polisi. Kedua...

Polisi Selidiki Tewasnya Remaja Bobotoh Bogor, Minta Warga Beri Informasi Sekecil Apapun untuk Percepat Proses Hukum

BOGOR - Menanggapi insiden tewasnya seorang remaja Bobotoh berinisial ARK (16) yang diduga menjadi korban pembacokan dan penghadangan di Jalan Raya Jakarta-Bogor usai menonton...

Bentrok Antarwaraga, Situasi di Cikampek Mencekam, Polisi Berjaga-jaga

KARAWANG - Situasi di wilayah Cijalu, Cikampek, Kabupaten Karawang dilaporkan sempat ramai dan mencekam menyusul dugaan bentrokan atau penyerangan antarwarga, Senin (26/10/2026) siang. Berdasarkan informasi...

Gagal Dapat Pinjaman Rp3,4 Triliun, Dedi Mulyadi Siapkan Opsi Tunda Bayar Proyek Pembangunan

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menyiapkan opsi tunda bayar untuk sejumlah proyek yang dikerjakan pada 2026. Langkah ini dipertimbangkan setelah Pemerintah Provinsi...

Khidmat dan Penuh Haru, Siswa SMAK Santo Aloysius Nyanyikan Lagu ‘Ibu Pertiwi’ di Tengah Kabut Pekat Karhutla

PALANGKARAYA - Paduan suara siswa SMAK Santo Aloysius Palangka Raya menyanyikan lagu "Ibu Pertiwi" pada Jumat, 23 Oktober 2026, di tengah kabut asap pekat...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan