Kamis, September 24, 2026
Google search engine

4 Pejabat Subang Dikonfrontasi Penyidik

SUBANG – Empat pejabat tinggi Pemerintah Kabupaten Subang menjalani pemeriksaan konfrontasi di Markas Polisi Resor (Polres) Subang. Pemeriksaan itu untuk menindaklanjuti penyelidikan kasus penyebaran fitnah dan pencemaran nama baik yang melibatkan beberapa kepala dinas hingga bupati.

”Pemeriksaan konfrontasi itu untuk mencocokkan beberapa BAP (berita acara pemeriksaan) yang tidak cocok dari kedua belah pihak (pelapor dan terlapor). Keterangannya masih jauh dari yang dibutuhkan, tidak tepat, keterangannya beda-beda,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Subang Ajun Komisaris Ba­gus Panuntun, Minggu 30 November 2025.

Dia menyebutkan, empat orang yang menjalani pemeĀ­riksaan kali ini adalah KeĀ­paĀ­la Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Heri Sopandi selaku pelapor. Dia dipertemuĀ­kan langsung dengan salah seorang terlapor, mantan Kepala Dinas Kesehatan Maxi.

Dua orang lainnya yang diundang polisi ialah NuĀ­nung Suryani selaku Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Terakhir, ada Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang Ahmad Nasuhi.

Berita Lainnya  Ketua DPRD Kota Malang Sepakat Hentikan dan Evaluasi Total Program MBG

Mereka berempat mendapatkan sepuluh pertanyaan yang sama dari petugas. Pertanyaan tersebut diakui seputar kasus yang dipicu pemberitaan mengenai dugaan setoran uang ratusan juta rupiah dari kepala dinas kepada Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi.

”Ada yang belum kita tanyakan. Ada pertanyaan ber­beda yang kita tanyakan. Per­­bedaan itu harus disaksikan oleh kedua belah pihak antara pelapor dan terlapor,” ujar Bagus.

Namun, dia mengaku beĀ­lum bisa mengungkapkan hasil pemeriksaannya untuk saat ini. Dia menegaskan, pemeriksaan konfrontasi tersebut bukan mediasi bagi kedua belah pihak. Selanjutnya, Satreskrim Polres SuĀ­bang akan memeriksa delapan saksi lagi sebelum akhirĀ­nya memeriksa Dewan Pers selaku saksi ahli.

Lima jamĀ 

Pemeriksaan konfrontasi itu memakan waktu lima jam hingga Jumat 28 November 2025 malam lalu. Keempat orang yang diperiksa, termasuk pelapor dan salah seorang terlapor keluar ruang pemeriksaan secara berĀ­saĀ­ma-sama.

Berita Lainnya  Ibu Guru ini Didatangi Pejabat Kampar, Setelah Viralkan Bangunan Sekolah Berdinding Triplek

”Apa yang telah di­perta­nya­kan sebelumnya, barusan dikonfrontir dengan Pak Maxi. Mengenai hasil, belum ada hasilnya, silakan ditanyakan nanti ke Polres. Pertanyaan (yang diajukan pe­tugas) kepada kami berempat sama,” kata Heri Sopandi.

Jawaban serupa diungkapkan pelapor dan terlapor saĀ­at diwawancarai para wartawan di depan pintu utama Kantor Satreskrim Polres Subang. Namun, keempat pejabat pemerintah daerah itu kompak menolak memberikan bocoran mengenai pemeriksaan yang dijalani.

”Yang jelas, kami diperlakukan dengan baik juga, tadi suasananya sangat akrab. Kami juga diberikan kesempatan untuk beristirahat jadi hak-hak kami juga dipe­nuhi,” kata Maxi, salah seorang terlapor.

Adapun, seorang terlapor lainnya yang merupakan peĀ­nulis berita tentang dugaan setoran kadis ke bupati, beĀ­lum diperiksa hingga saat ini.

Berita Lainnya  Andre Taulany dan Amanda Rigby Sah Jadi Pasangan Suami-Istri

Sementara itu, menurut akademisi sekaligus pengamat pemerintahan, Dadan Nurjaman, kasus tersebut menĀ­jadi bola panas yang perlu dipadamkan secepatnya. Dugaan setoran dari keĀ­pala dinas kepada bupati diĀ­nilai dapat menimbulkan gejolak di masyarakat Subang sehingga pihak-pihak terkait perlu segera membuktikan kebenarannya.

”Kalau terbukti ada setor­an mungkin itu nanti masuk­nya ke ranah hukum, berarti dari yang selama ini digembor-gemborkan (rotasi-mutasi pejabat) tanpa bayar-tanpa bayar tapi di situ ada bayar juga. Kalau pun nanti tidak terbukti, pemerintah ini bersih, artinya transparan,” katanya.***

Sumber Artikel berjudul ” Empat Pejabat Subang Jalani Konfrontasi di Polres Terkait Kasus Pencemaran Nama Baik dan Isu Setoran Pejabat “, selengkapnya dengan link:Ā https://koran.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/pr-3039830770/empat-pejabat-subang-jalani-konfrontasi-di-polres-terkait-kasus-pencemaran-nama-baik-dan-isu-setoran-pejabat?page=2&_gl=1*xknwl3*_ga*SUtNcUVRRjdrNmdNZGNiRlgyU193RkcwSTJwZkEyLW9YR05VMW1DS2VPemJpWkRQdnhRVnlUdXJKMWl0TUpsbQ..

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan