Rabu, September 23, 2026
Google search engine

Menkeu Purbaya Minta Program MBG Lebih Efisien

JAKARTA – Sejumlah pos anggaran di Badan Gizi Nasional (BGN) terus menuai sorotan publik. Yaitu dari mulai pengadaan 21.801 motor listrik untuk kepala SPPG, hingga Rp 6,9 miliar pengadaan 17 ribu pasang kaos kaki.

Kemudian, Rp 1,57 miliar untuk 12 paket kontrak pengadaan sikat dan semir sepatu, hingga terakhir Rp 5,7 miliar untuk berlangganan lisensi Zoom Meeting selama April-Desember 2026.

Sejumlah pos anggaran di BGN ini menjadi kontroversi. Karena bagaimana tidak, alih-alih seharusnya fokus pada program pemenuhan gizi anak melalui program MBG, sejumlah pos angaran BGN yang dinilai ‘pemborosan anggaran’ ini juga dilakukan ditengah kebijakan efisiensi anggaran.

Berita Lainnya  Tunjukan Bukti Surat Penghentian Praktik Joki, Kuasa Hukum Tersangka VY Bantah 'Mensrea'

Menyikapi kontroversi ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sudah meminta agar program MBG bisa lebih efisien. Hal ini juga sudah disampaikannya kepada Kepala BGN, Dadan Hindayana secara langsung dalam beberapa kesempatan diskusi.

“Kita enggak akan masuk ke MBG. Kita mendukung MBG. Cuman kita minta ke MBG supaya lebih efisien lah. Itu aja kira-kira. Kita diskusi terus dengan kepala MBG,” kata Purbaya, saat media briefing, Jumat (24/4/2026), dilansir dari CNBC Indonesia.

Menurut Purbaya, program penghematan sudah dilakukan dengan memangkas hari MBG menjadi 5 hari dari semula 7 hari. Purbaya menambahkan, BGN juga sudah berjanji akan melakukan penghematan lainnya, sehingga anggarannya bisa dihemat dari semula Rp 335 triliun.

Berita Lainnya  Helaran Budaya HUT Karawang ke-393, Bupati Aep : "Seluruh Pembangunan Infrastruktur Jadi Kewajiban Saya"

“Mereka akan kendalikan yang lain-lain sehingga anggarannya akan jauh lebih kurang dari yang Rp335 triliun itu. Jadi akan ada banyak penghematan untuk MBG,” ujarnya.

Adapun menyoal temuan KPK terkait potensi korupsi di program MBG, Purbaya menegaskan menjadi bagian wewenang KPK. Kendati demikian, Purbaya melihat ada kelemahan di sana sini dalam program ini.

Namun, kekurangan dan kelemahan ini dalam batasan normal mengingat programnya yang masih baru.

Melihat kelemahan ini, Purbaya menegaskan Kemenkeu membantu melakukan pengawasan dan screening pembiayaannya, sehingga tidak ada program aneh-aneh.

Berita Lainnya  FC Seoul Vs Persib 0-1, Gol Tunggal Julio Cesar Bawa Maung Bandung Curi Tiga Poin

“Kita sih kita lihat memang ada kelemahan sana sini, tapi untuk program baru normal lah bisa diperbaiki ke depan. Yang untuk jadi kami juga akan perbaiki proses screening pembiayaannya, sehingga enggak ada lagi program-program yang aneh yang dibiayain,” paparnya.

“Penghematan dari situ ya,” lanjutnya.

Terakhir, Purbaya memastikan Kemenkeu mendukung MBG. Namun, Kemenkeu tetap minta ke MBG supaya lebih efisien.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

KPK Diminta Bongkar Dugaan Gratifikasi Pencaplokan Lahan Hutan Jadi Kawasan Industri di Karawang

KARAWANG - Menjelang aksi demonstrasi yang akan digelar Serikat Tani Karawang (SETAKAR) ke kantor ATR/BPN Karawang, pada Kamis (24/9/2026), Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan,...

KPK Tetapkan Bupati Bolmut sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Proyek Pemerintahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan proyek-proyek di Pemkab Bolmut, pada Selasa...

Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng Menu MBG

Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lampung Tengah meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng. Buah tersebut merupakan bagian dari menu program Makan Bergizi...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan