Kamis, Agustus 6, 2026
spot_img

PLN dan Fordas Cilamaya Berbunga Tanam 15 Ribu Bibit Mangrove di Pesisir Utara Karawang

KARAWANG – PT. PLN (Persero) UID Jawa Barat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Fordas Cilamaya Berbunga menanam 15.000 bibit mangrove di pesisir utara Karawang dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2025, Jumat (28/11/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program TJSL bertema PLN Peduli yang digelar serentak di berbagai daerah.

Acara dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, perwakilan UIT PLN, DLH Kabupaten Karawang, serta sejumlah instansi lainnya.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo mengatakan, penanaman mangrove menjadi langkah penting untuk menjaga garis pantai yang terus tergerus abrasi. Meski area tanam di Karawang hanya sekitar dua hektare, dirinya berharap gerakan ini memicu aksi lebih besar di wilayah pesisir.

Berita Lainnya  Viral Video Siswa Buang MBG ke Gerobak Pasir, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

“Walaupun hanya sekitar dua hektare, kita berharap gerakan kecil ini menjadi gelombang besar penanaman mangrove. Mangrove adalah benteng alam penjaga lautan,” ujarnya.

Sugeng menambahkan, PLN juga memberikan pelatihan perhitungan karbon serta memastikan perawatan tanaman selama enam bulan sebagai komitmen dalam konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, menyebut penanaman mangrove merupakan bagian dari upaya menangani 12 juta hektare lahan kritis di Indonesia.

Berita Lainnya  Pemkot Bekasi Desak Pemkab Bogor Tindak 5 Perusahaan Diduga Cemari Aliran Sungai

Ia menegaskan abrasi di pantai Jawa Barat telah mencapai lebih dari 300 hektare dalam beberapa tahun terakhir.

“Kegiatan hari ini bukan hanya simbolis. Ini wujud sinergi bersama dalam mengatasi degradasi lingkungan. Garis pantai kita panjang, PR besar, tapi kolaborasi seperti ini sangat berarti,” katanya.

Ketua Fordas Cilamaya Berbunga, Muslim Hafidz, menyampaikan bahwa berdasarkan analisis garis pantai (DSAS) periode 1990–2018, daratan di pesisir Karawang rata-rata tergerus 101,28 meter, dengan laju abrasi mencapai 3,64 meter per tahun.

Karena itu, penanaman 15.000 mangrove di kawasan konservasi Desa Muara Cilamaya menjadi langkah penting memulihkan ekosistem pesisir.

Berita Lainnya  Dugaan Malapraktik di Klinik Zhafira Zafira Karawang Berakhir dengan Damai

“Program ini bukan hanya untuk menghijaukan pesisir, tetapi strategi mengurangi ancaman abrasi, meningkatkan kualitas ekosistem laut, dan memperluas habitat biota pesisir,” ujarnya.

Ia menegaskan, upaya ini juga menjadi ajakan bagi masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan komunitas lokal untuk bersama menjaga pesisir.

“Masa depan lingkungan bukan hanya soal berapa banyak pohon yang ditanam, tetapi seberapa besar komitmen kita merawatnya,” tambahnya.

Kegiatan kolaboratif ini diharapkan dapat menghadirkan dampak nyata dan berkelanjutan bagi pesisir Karawang.***

Sumber : iNews Karawang

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diduga Terlibat Kasus Perselingkuhan, 2 Guru SMKN 1 Mempawah Diteriaki Siswanya Saat Diamankan Polisi

MEMPAWAH - Tak kurang dari 700 siswa-siswi SMK Negeri 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolahnya,...

Mantan Istri Polisi di Medan Diduga Bunuh Diri Tembakan Senpi ke Kepala, Motif Masih Didalami

MEDAN - W (30) ditemukan tewas dalam kamar mandi rumah mantan suaminya, Brigadir I, di Kota Medan pada Minggu (2/8/2026). Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak...

Sidang Perdana Dugaan Penganiayaan oleh Anggota DPRD Bekasi, JPU Bacakan Surat Dakwaan

BEKASI - Sidang perdana perkara dugaan penganiayaan oleh anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno digelar di Pengadilan Negeri (PN) Cikarang, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi,...

Pemkot Bekasi Desak Pemkab Bogor Tindak 5 Perusahaan Diduga Cemari Aliran Sungai

KOTA BEKASI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor menindak lima perusahaan diduga mencemari air sungai atau Kali Bekasi berubah...

Warga dan Siswa di Papua Diduga Keracunan Setelah Konsumsi MBG

JAYAPURA - Sejumlah siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Bupati Jayapura Yunus Wonda langsung meninjau...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan