Minggu, Maret 22, 2026
spot_img

PLN dan Fordas Cilamaya Berbunga Tanam 15 Ribu Bibit Mangrove di Pesisir Utara Karawang

KARAWANG – PT. PLN (Persero) UID Jawa Barat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Fordas Cilamaya Berbunga menanam 15.000 bibit mangrove di pesisir utara Karawang dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2025, Jumat (28/11/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program TJSL bertema PLN Peduli yang digelar serentak di berbagai daerah.

Acara dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, perwakilan UIT PLN, DLH Kabupaten Karawang, serta sejumlah instansi lainnya.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo mengatakan, penanaman mangrove menjadi langkah penting untuk menjaga garis pantai yang terus tergerus abrasi. Meski area tanam di Karawang hanya sekitar dua hektare, dirinya berharap gerakan ini memicu aksi lebih besar di wilayah pesisir.

Berita Lainnya  Pendemo Tuntut Pemerintah Keluar dari BoP

“Walaupun hanya sekitar dua hektare, kita berharap gerakan kecil ini menjadi gelombang besar penanaman mangrove. Mangrove adalah benteng alam penjaga lautan,” ujarnya.

Sugeng menambahkan, PLN juga memberikan pelatihan perhitungan karbon serta memastikan perawatan tanaman selama enam bulan sebagai komitmen dalam konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, menyebut penanaman mangrove merupakan bagian dari upaya menangani 12 juta hektare lahan kritis di Indonesia.

Berita Lainnya  Bayar Pajak Kendaraan Selama Libur Lebaran, Pemprov Jabar Beri Diskon 10%

Ia menegaskan abrasi di pantai Jawa Barat telah mencapai lebih dari 300 hektare dalam beberapa tahun terakhir.

“Kegiatan hari ini bukan hanya simbolis. Ini wujud sinergi bersama dalam mengatasi degradasi lingkungan. Garis pantai kita panjang, PR besar, tapi kolaborasi seperti ini sangat berarti,” katanya.

Ketua Fordas Cilamaya Berbunga, Muslim Hafidz, menyampaikan bahwa berdasarkan analisis garis pantai (DSAS) periode 1990–2018, daratan di pesisir Karawang rata-rata tergerus 101,28 meter, dengan laju abrasi mencapai 3,64 meter per tahun.

Karena itu, penanaman 15.000 mangrove di kawasan konservasi Desa Muara Cilamaya menjadi langkah penting memulihkan ekosistem pesisir.

Berita Lainnya  Posko Mudik Cikopo Didesain Nuansa Sunda

“Program ini bukan hanya untuk menghijaukan pesisir, tetapi strategi mengurangi ancaman abrasi, meningkatkan kualitas ekosistem laut, dan memperluas habitat biota pesisir,” ujarnya.

Ia menegaskan, upaya ini juga menjadi ajakan bagi masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan komunitas lokal untuk bersama menjaga pesisir.

“Masa depan lingkungan bukan hanya soal berapa banyak pohon yang ditanam, tetapi seberapa besar komitmen kita merawatnya,” tambahnya.

Kegiatan kolaboratif ini diharapkan dapat menghadirkan dampak nyata dan berkelanjutan bagi pesisir Karawang.***

Sumber : iNews Karawang

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Gus Yaqut Menghilang di Rutan, Ternyata Jadi Tahanan Rumah

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) membenarkan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) tak lagi menjalani penahanan di Rumah...

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai...

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Yusril Minta Polisi Ungkap Siapa Aktor Intelektualnya

JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengungkap tersangka pelaku teror penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus adalah empat prajurit TNI. Empat orang ini disebut...

Kapolres Cilacap Bantah Terima THR Lebaran dari Bupati

CILACAP - Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, menanggapi pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut dirinya sebagai salah satu pihak yang diduga menjadi...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan