Jumat, Juni 12, 2026
spot_img

PLN dan Fordas Cilamaya Berbunga Tanam 15 Ribu Bibit Mangrove di Pesisir Utara Karawang

KARAWANG – PT. PLN (Persero) UID Jawa Barat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Fordas Cilamaya Berbunga menanam 15.000 bibit mangrove di pesisir utara Karawang dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2025, Jumat (28/11/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program TJSL bertema PLN Peduli yang digelar serentak di berbagai daerah.

Acara dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, perwakilan UIT PLN, DLH Kabupaten Karawang, serta sejumlah instansi lainnya.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo mengatakan, penanaman mangrove menjadi langkah penting untuk menjaga garis pantai yang terus tergerus abrasi. Meski area tanam di Karawang hanya sekitar dua hektare, dirinya berharap gerakan ini memicu aksi lebih besar di wilayah pesisir.

Berita Lainnya  ASN Karawang Manfaatkan WFH untuk Liburan ke Luar Kota, Askun : "Sekda Mana Taringmu"

“Walaupun hanya sekitar dua hektare, kita berharap gerakan kecil ini menjadi gelombang besar penanaman mangrove. Mangrove adalah benteng alam penjaga lautan,” ujarnya.

Sugeng menambahkan, PLN juga memberikan pelatihan perhitungan karbon serta memastikan perawatan tanaman selama enam bulan sebagai komitmen dalam konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, menyebut penanaman mangrove merupakan bagian dari upaya menangani 12 juta hektare lahan kritis di Indonesia.

Berita Lainnya  PT. PPJM Salurkan 14 Ekor Sapi Qurban kepada Warga Karawang

Ia menegaskan abrasi di pantai Jawa Barat telah mencapai lebih dari 300 hektare dalam beberapa tahun terakhir.

“Kegiatan hari ini bukan hanya simbolis. Ini wujud sinergi bersama dalam mengatasi degradasi lingkungan. Garis pantai kita panjang, PR besar, tapi kolaborasi seperti ini sangat berarti,” katanya.

Ketua Fordas Cilamaya Berbunga, Muslim Hafidz, menyampaikan bahwa berdasarkan analisis garis pantai (DSAS) periode 1990–2018, daratan di pesisir Karawang rata-rata tergerus 101,28 meter, dengan laju abrasi mencapai 3,64 meter per tahun.

Karena itu, penanaman 15.000 mangrove di kawasan konservasi Desa Muara Cilamaya menjadi langkah penting memulihkan ekosistem pesisir.

Berita Lainnya  Proyek SPPG Mandek, Investor di Sukabumi Merugi Rp 218 Miliar

“Program ini bukan hanya untuk menghijaukan pesisir, tetapi strategi mengurangi ancaman abrasi, meningkatkan kualitas ekosistem laut, dan memperluas habitat biota pesisir,” ujarnya.

Ia menegaskan, upaya ini juga menjadi ajakan bagi masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan komunitas lokal untuk bersama menjaga pesisir.

“Masa depan lingkungan bukan hanya soal berapa banyak pohon yang ditanam, tetapi seberapa besar komitmen kita merawatnya,” tambahnya.

Kegiatan kolaboratif ini diharapkan dapat menghadirkan dampak nyata dan berkelanjutan bagi pesisir Karawang.***

Sumber : iNews Karawang

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tetapkan Tersangka Baru, Kejagung Bongkar ‘Kongkalikong’ Pengaturan Titik SPPG

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Asep Yusuf Somantri (AYS) sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejagung mengungkapkan...

Fraksi Demokrat Dorong Regulasi Pengawasan LGBT, Pemerhati Sosial : “Mereka Harus Dibina, Bukan Dibinasakan”

KARAWANG - Pasca 'viral video pesta gay' di Theatre Night Mart - tempat hiburan malam di Jalan Tuparev, hingga berujung aksi demonstrasi tokoh agama,...

Kasus Dugaan Gratifikasi Anne Ratna Mustika, LM Kembali Diperikza Kejari Purwakarta

PURWAKARTA – Mantan anggota DPRD Purwakarta berinisial LM kembali menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, Senin (9/6/2026). Pemeriksaan terhadap LM berlangsung cukup lama. Ia...

Dugaan Penyimpangan Revitalisasi Pasar Kranji Baru Dilaporkan ke Kejari Kota Bekasi

KOTA BEKASI – Berlarut-larutnya revitalisasi Pasar Kranji Baru membuat para pedagang resah. Para pedagang yang tergabung dalam Rukun Warga Pasar Kranji Baru menilai terdapat...

Pemkot Bekasi Larang ASN ‘Ngonten’ Pakai Seragam dan Atribut Dinas

KOTA BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan surat edaran (SE) untuk aparatur sipil negara (ASN). Isinya terkait larangan ASN Pemkot Bekasi membuat konten mengenakan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan