KARAWANG – Bertajuk ‘Reconnect Baitullah’, kegiatan halal bihalal dan silaturahmi digelar Sanema Tour – Travel Haji dan Umroh, Minggu (26/4/2026).
Bertempat di Ballroom Mercure Hotel Galuh Mas Karawang, halal bihalal ini juga dijadikan kesempatan ‘temu kangen’ antar jamaah umroh.
Kegiatan berlangsung khidmat saat diisi dengan tausiyah oleh Ustaz Maula dan lantunan solawat oleh Gus Aldi.
CEO Sanema Tour, H. Rafiudin Firdaus menyampaikan, kegiatan ini dikemas dalam nuansa halal ihalal yang mempertemukan seluruh angkatan jamaah dari berbagai tahun keberangkatan.
“Ini lebih ke arah reuni. Semua angkatan kita undang untuk hadir, dari awal berdiri sampai sekarang. Alhamdulillah Sanema Tour sudah berjalan 8 tahun dan sudah memberangkatkan ribuan jamaah,” tuturnya.
Disampaikannya, kegiatan ini dihadiri ribuan peserta atau alumni jamaah umroh. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memberikan berbagai promo haji dan umrah kepada para jamaah.
Rafiudin menambahkan, saat ini penyelenggaraan umrah tengah dihentikan sementara dan dijadwalkan kembali dibuka pada 15 Juni, seiring fokus pelaksanaan ibadah haji.
Ia juga menyoroti dampak kondisi global, khususnya eskalasi di Timur Tengah, yang berpengaruh terhadap biaya perjalanan umrah, terutama pada maskapai transit yang biasa digunakan untuk paket promo. Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih travel umrah.
“Pastikan travel memiliki izin resmi, perhatikan tiket dan kondisi penerbangan, serta sesuaikan dengan kemampuan anggaran agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti gagal berangkat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Karawang, H. Rojak mengapresiasi kegiatan yang digelar Sanema Tour karena dinilai membantu pemerintah dalam menjaga kualitas pelayanan kepada jamaah.
“Kami merasa terbantu dengan kegiatan seperti ini, karena turut menjaga kemabruran jamaah umrah melalui silaturahmi,” ujarnya.
Rojak juga menyampaikan bahwa kuota haji untuk Kabupaten Karawang tahun ini mengalami penurunan, dari sebelumnya sekitar 2.050 menjadi 1.799 jamaah. Meski demikian, dari sisi sistem, capaian keberangkatan justru melebihi target hingga 106 persen.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pihak travel dalam penyelenggaraan haji dan umrah, mengingat saat ini Kementerian Haji dan Umrah tidak memiliki struktur hingga tingkat bawah seperti sebelumnya di Kementerian Agama.
“Kami sangat membutuhkan dukungan dari travel sebagai mitra dalam pelayanan jamaah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Rojak juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penipuan berkedok pemberangkatan haji.
“Ada kasus penipuan hingga Rp45 juta dengan modus upgrade identitas dan data. Ini harus menjadi perhatian bersama agar masyarakat tidak mudah percaya,” ungkapnya.
Ia berharap masyarakat dapat memilih travel resmi dan tidak tergiur tawaran dari pihak yang tidak jelas.
Menutup pernyataannya, Rojak menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin serta komitmen Kementerian Haji dan Umrah untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji dan umrah,” pungkasnya.***










