Senin, Juli 27, 2026
spot_img

Hari Tari Sedunia, Ribuan Penari Padati Kawasan CFD Kota Bekasi

KOTA BEKASI – Kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Minggu (26/4/2026) pagi tadi berubah menjadi panggung seni raksasa.

Ribuan penari dari berbagai komunitas tumpah ruah, mengubah area olahraga mingguan tersebut menjadi lautan manusia yang sarat dengan energi budaya.

Aksi tari kolosal ini digelar dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia. Tak hanya sekadar olahraga, suasana CFD kali ini benar-benar hidup dengan irama tradisional yang dibalut sentuhan modern.

Puncak kemeriahan terjadi saat penampilan tari Ronggeng Nyentrik dipentaskan. Gerakan yang enerjik, ekspresif, dan penuh karakter berhasil mencuri perhatian ribuan pengunjung.

Berita Lainnya  Puluhan Massa Demo Tolak Kedatangan Jokowi di Jawa Barat

Warga yang tadinya asyik berolahraga atau sekadar berjalan santai, tampak rela berhenti sejenak untuk mengabadikan momen dan ikut larut dalam irama.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, bersama Wakil Wali Kota, Abdul Harris Bobihoe, tampak hadir di tengah kerumunan memberikan apresiasi langsung kepada para penampil.

“CFD hari ini kita isi dengan energi budaya. Ini bukti bahwa Bekasi tidak hanya hidup secara fisik, tetapi juga kaya secara budaya,” ujar Tri Adhianto di sela-sela kegiatan.

Tri Adhianto menegaskan bahwa Ronggeng Nyentrik adalah salah satu aset warisan budaya yang akan terus dikawal oleh Pemkot Bekasi. Tak hanya berhenti di panggung pertunjukan, pemerintah kini tengah merancang ruang pelestarian yang lebih permanen.

Berita Lainnya  Apresiasi Penertiban Flyover Cikampek, L2PD Desak Pemkab Karawang Segera Lebarkan Ruas Jalan Penyangga

“Kami berkomitmen menghadirkan ruang pelestarian, seperti perpustakaan dan museum budaya. Ini penting sebagai penguatan identitas daerah agar generasi muda tidak kehilangan akar budayanya,” tambahnya.

Antusiasme warga pagi ini menjadi bukti bahwa ruang publik seperti CFD memiliki potensi besar untuk menjadi wadah interaksi sosial dan pelestarian nilai-nilai lokal. Bagi Tri, budaya adalah nyawa yang mampu mempererat kebersamaan di tengah pesatnya pembangunan Kota Bekasi.

“Budaya mampu menghidupkan ruang publik dan menjadi identitas kuat bagi Bekasi sebagai kota yang terus bergerak dan berkembang,” pungkasnya.

Berita Lainnya  Diduga Terlibat Kasus Asusila, Maskar Desak Bupati Karawang Copot Kadishub Muhana

Hingga menjelang siang, kemeriahan CFD masih terasa. Jalan Ahmad Yani yang biasanya dipenuhi pelari dan pesepeda, kali ini menyisakan kesan manis tentang bagaimana identitas lokal tetap bisa eksis di tengah hiruk-pikuk kota industri.***

Sumber : gobekasi.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sempat Sembunyi di Kasir Minimarket, Maling Motor di Morowali Tewas Setelah Dihakimi Massa

MOROWALI - Pria berinisial S (33) asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel), dikeroyok massa usai diduga mencuri motor di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulsel). Pengeroyokan...

Polisi Tetapkan 5 Tersangka dalam Kasus Penganiayaan Terduga Maling Ayam

TABANAN - Polres Tabanan telah menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan berat, hingga mengakibatkan korban meninggal, yakni pria berinisial KD, warga Desa Sidetapa,...

1 Orang Tewas, Polisi Ungkap Penyebab Bentrokan Massa di Jakarta Pusat, Benarkah Gegara Makan Nasi Uduk Gak Bayar?

JAKARTA - Polisi menyebut bentrokan pecah antara warga dan sekelompok orang di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026), akibat salah paham. Kapolres Metro Jakarta...

Karawang Jadi Wilayah Tujuan Pengemis, Penghasilan Bisa Sampai Rp 150 Ribu per Hari

KARAWANG - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyebut Karawang kini menjadi tujuan aktivitas gelandangan, pengemis, pemulung, dan pengamen dari berbagai daerah karena...

Polisi Selidiki Misteri Tewasnya Sutrimo, Mantan Karumga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

JAKARTA - Polda Metro Jaya menyatakan tengah menyelidiki penyebab kematian pria bernama Sutrimo. Ia diduga merupakan mantan Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jaksa Agung Muda...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan