Senin, Juli 27, 2026
spot_img

DLH Bekasi Pastikan Operasional TPA Burangkeng Kembali Berjalan Normal

BEKASI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi memastikan operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng kembali berjalan normal setelah sempat mengalami kendala dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dipastikan langsung oleh Humas DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, pada Minggu (26/04/2026).

Dedi menjelaskan bahwa pengelolaan alat berat di TPA Burangkeng saat ini sepenuhnya menggunakan pihak ketiga. Kebijakan ini dinilai lebih efektif karena mampu menjaga ketersediaan alat serta meminimalisir gangguan operasional.

“Seluruh alat berat yang beroperasi di TPA Burangkeng menggunakan pihak ketiga, dan ini sudah hampir masuk tahun kedua. Hasilnya lebih efektif karena tidak ada lagi alat yang rusak atau kekurangan,” ujarnya.

Berita Lainnya  Lagi, PT. PPJM Santuni Ratusan Yatim Piatu dan Jompo, H. ME. Suparno : "Tidak Ada Kata Terakhir untuk Kebaikan"

Ia menambahkan, dengan sistem tersebut, operasional di lapangan menjadi lebih stabil. Tidak hanya itu, keberadaan operator juga terjamin sehingga aktivitas pengolahan sampah berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

“Operator aman, alat juga tersedia, dan yang terpenting sekarang sudah tidak ada antrean. Itu yang kita jaga agar pelayanan tetap optimal,” katanya.

Dedi mengungkapkan, kendala sempat terjadi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) industri yang cukup signifikan. Hal ini berdampak langsung pada biaya operasional pihak ketiga yang mengelola alat berat di TPA.

“Bukan karena kelangkaan, tetapi karena kenaikan harga BBM industri yang cukup tinggi dan di luar perhitungan kontrak. Itu yang sempat membuat operasional terhenti sementara,” jelasnya.

Berita Lainnya  Ghazali Center Minta Pemkab Karawang Tunda Tahapan Pengisian BPD

Namun demikian, pihak DLH bersama pimpinan daerah segera mengambil langkah cepat melalui rapat maraton guna mencari solusi terbaik agar operasional dapat kembali berjalan.

“Alhamdulillah, setelah melalui pembahasan panjang, operasional kembali berjalan sejak Sabtu kemarin. Ada penyesuaian jumlah alat berat dari sebelumnya sekitar 22 unit menjadi sekitar 18 unit untuk menyesuaikan anggaran yang ada,” terangnya.

Menurutnya, langkah tersebut diambil sebagai strategi efisiensi tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia juga memastikan bahwa kondisi di lapangan saat ini sudah kembali normal.

Berita Lainnya  Demo di Kejagung Nyaris Ricuh, Polisi Hampir Adu Fisik dengan Mahasiswa

“Sekarang sudah normal, tidak ada antrean, dan armada sudah bergerak kembali. Itu yang menjadi fokus utama kami saat ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dedi mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah, terutama menjelang musim kemarau yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Kami harapkan masyarakat tidak membakar sampah karena dampaknya sangat berbahaya, baik bagi lingkungan maupun kesehatan. Apalagi saat musim kering, risiko kebakaran semakin tinggi,” pungkasnya.***

Sumber : bekasikab.go.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sempat Sembunyi di Kasir Minimarket, Maling Motor di Morowali Tewas Setelah Dihakimi Massa

MOROWALI - Pria berinisial S (33) asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel), dikeroyok massa usai diduga mencuri motor di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulsel). Pengeroyokan...

Polisi Tetapkan 5 Tersangka dalam Kasus Penganiayaan Terduga Maling Ayam

TABANAN - Polres Tabanan telah menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan berat, hingga mengakibatkan korban meninggal, yakni pria berinisial KD, warga Desa Sidetapa,...

1 Orang Tewas, Polisi Ungkap Penyebab Bentrokan Massa di Jakarta Pusat, Benarkah Gegara Makan Nasi Uduk Gak Bayar?

JAKARTA - Polisi menyebut bentrokan pecah antara warga dan sekelompok orang di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026), akibat salah paham. Kapolres Metro Jakarta...

Karawang Jadi Wilayah Tujuan Pengemis, Penghasilan Bisa Sampai Rp 150 Ribu per Hari

KARAWANG - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyebut Karawang kini menjadi tujuan aktivitas gelandangan, pengemis, pemulung, dan pengamen dari berbagai daerah karena...

Polisi Selidiki Misteri Tewasnya Sutrimo, Mantan Karumga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

JAKARTA - Polda Metro Jaya menyatakan tengah menyelidiki penyebab kematian pria bernama Sutrimo. Ia diduga merupakan mantan Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jaksa Agung Muda...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan