Rabu, April 22, 2026
spot_img

Debt Collector Bentrok dengan Warga di Cakung – Jaktim

JAKARTA – Debt collector bentrok dengan warga di Cakung, Jakarta Timur, Selasa (21/4/2026) sore. Dalam video yang diunggah akun Instagram @warungjurnalis, memperlihatkan sejumlah polisi berusaha menghalau massa agar tidak saling serang.

Terlihat polisi membawa pelontar gas air mata sambari meminta massa mundur dan menjauhi lokasi kejadian. Dalam narasi unggahan tersebut, bentrok diduga terjadi karena matel hendak mengambil motor milik warga. Namun, warga tidak terima dan melakukan perlawanan.

Berita Lainnya  Kenapa Polri dan TNI Boleh Punya 1.000 SPPG? Ini Penjelasan BGN

“Gesekan diduga dipicu oleh penagihan lapangan motor. Kelompok penagih sempat berusaha merampas motor milik warga, namun warga melawan dan tidak terima, sehingga,” tulis keterangan akun Instagram warungjurnalis.

Kapolsek Cakung AKP Andre Tri Putra membenarkan adanya peristiwa bentrok tersebut. Ia mengatakan situasi saat ini sudah kondusif dan bentrokan tidak berlangsung lama.

“Sudah kondusif, anggota stand by. Tapi sudah aman kok, insyaallah sudah aman. Sudah dikumpulin tadi sore, sudah dikumpulin semua kok. Bukan warga Cakung juga kok pelakunya,” ujar Andre saat dihubungi melalui telepon, Selasa.

Berita Lainnya  Pasca Peristiwa Pengeroyokan Maut di Hajatan Pernikahan, Om Zein Perketat Izin Keramaian

Andre menjelaskan, bentrok bermula saat seorang warga yang motornya hendak ditarik matel tidak terima dan melakukan perlawanan.

“Tadi ada warga, cuma bukan warga Cakung ya. Ditarik lah motornya sama matel. Mungkin warga itu ngumpulin teman-temannya (menyerang kantor). Kebetulan kantor matel itu di wilayah kita,” tutur Andre.

Meski demikian, Andre belum bisa memastikan lokasi pengambilan motor tersebut.

Ia menambahkan, penyerangan ke kantor matel dilakukan sejumlah orang.

Berita Lainnya  Preman Kampung Otak Pelaku Pengeroyokan Maut Ditangkap

“Kita menghalau langsung ngamanin biar nggak ada korban. Tadi katanya mau buat laporan di Polres tadi, pihak kantor itu,” jelasnya.

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Pengeroyokan Bobotoh di Purwakarta, Polisi Amankan 14 Terduga Pelaku

PURWAKARTA - Peristiwa pengeroyokan brutal terjadi di wilayah Sadang, Kabupaten Purwakarta, Senin (20/4/2026) malam. Dua warga yang diduga Bobotoh menjadi korban kekerasan oleh sekelompok orang...

Viral Siswa Olok-olok Guru, KDM akan Kirim 9 Siswa SMAN 1 Purwakarta ke Barak Militer

PURWAKARTA - Alih-alih mendapatkan sanksi skorsing, pihak SMAN 1 Purwakarta akhirnya memilih pendekatan pembinaan dengan memberikan sanksi berupa kegiatan sosial dan penguatan karakter, terhadap...

Masalah Parkir Merembet ke Pokir, Gaya Komunikasi Pimpinan DPRD Karawang Buruk!

Satir Askun : "Keur can jadi mah nu gelo ge ditanya. Pas jadi mah ditanya ge jiga nu gelo" KARAWANG - Praktisi Hukum dan Pengamat...

Mediasi Buntu, Orang Tua Siswa SMAN 2 Kota Bekasi Saling Lapor Polisi

KOTA BEKASI - Perselisihan antara dua siswa SMAN 2 Kota Bekasi berinisial EQ dan ANF berlanjut ke ranah hukum setelah upaya mediasi sekolah belum...

Demo Berlangsung Singkat, GMPI Desak Kejaksaan Selidiki Dugaan Ijon Pokir Dewan

KARAWANG - Tiba sekitar pukul 10.30 WIB, aksi demonstrasi Ormas Gerakan Militansi Perjuang Indonesia (GMPI) di depan gerbang  kantor DPRD Karawang berlangsung singkat, Rabu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan