Rabu, November 4, 2026
Google search engine

Relokasi Pasar Rengasdengklok Dinilai Gagal, Diduga Ada Pungli Rp 2 Juta kepada Pedagang yang Bertahan di Pasar Lama

KARAWANG – Relokasi pedagang Pasar Rengasdengklok ke Pasar Proklamasi dinilai gagal. Alih-alih menata kondisi pasar yang semrawut agar terlihat lebih rapih, program relokasi Pasar Rengasdengklok oleh Pemkab Karawang ternyata malah menimbulkan beberapa persoalan baru.

Pemkab Karawang dinilai kurang tegas terhadap beberapa pedagang yang masih bertahan untuk berjualan di pasar lama (Pasar Rengasdengklok, red). Sehingga timbul persoalan dugaan pungutan liar (pungli) hingga Rp 2 juta rupiah oleh oknum tertentu, untuk menarik uang sewa lapak kepada para pedagang yang ingin bertahan di pasar lama.

“Berbagai pungutan disebut berlangsung secara tidak resmi, mulai dari uang keamanan, kebersihan hingga biaya lain yang tidak jelas dasar hukumnya. Lebih mengejutkan lagi, beredar kabar adanya dugaan pungutan hingga Rp 2 juta rupiah, agar pedagang bisa tetap berdagang di pasar lama, bahkan dengan sistem cicilan,” ungkap Praktisi Hukum dan Tokoh Masyarakat Rengasdengklok, Syarif Husen SH, Senin (25/5/2026).

Berita Lainnya  Terlihat Keren Saat Gelar Deklarasi Sumpah Pemuda Bareng Raffi Ahmad, Eh...! Ternyata Mahasiswa Bayaran

Persoalan lainnya, kata Syarif, Pemkab juga dinilai tidak mampu memberikan solusi atas sepinya kondisi Pasar Proklamasi. Alhasil, para pedagang yang sudah rela berpindah dari Pasar Rengasdengklok ke Pasar Proklamasi harus mengalami penurunan omset dagangan yang signifikan.

“Hingga hari ini, relokasi Pasar Rengasdengklok masih dianggap gagal. Pemerintah dinilai tidak pernah benar-benar menuntaskan proses pemindahan secara menyeluruh. Tidak ada ketegasan terhadap pedagang yang tetap bertahan di pasar lama. Namun di sisi lain juga tidak ada solusi konkret bagi pedagang yang sudah terlanjur pindah ke pasar baru, tetapi kehilangan pembeli,” katanya.

“Akibatnya, masyarakat terpecah. Aktivitas ekonomi menjadi terbagi dua. Sebagian pembeli tetap memilih pasar lama karena dianggap lebih strategis dan ramai, sementara sebagian lainnya mulai beradaptasi ke Pasar Proklamasi. Kondisi ini membuat pedagang menjadi korban utama dari kebijakan yang tidak selesai,” timpal Syarif.

Berita Lainnya  Hashim Sebut Seharusnya Tukang Cukur hingga Warteg Dikenai Pajak untuk Biayai MBG dan Kopdes

Menurut Syarif, Pemkab Karawang seharusnya memahami bahwa relokasi pasar bukan sekadar persoalan memindahkan bangunan atau pedagang dari satu titik ke titik lain. Karena relokasi pasar membutuhkan kesiapan kondisi ekonomi, sosial, pengawasan, serta ketegasan aturan yang berkelanjutan.

Karena tanpa pengawasan yang serius dan solusi nyata, kebijakan relokasi hanya akan menjadi proyek setengah jadi yang menyisakan penderitaan bagi rakyat kecil.

Ditambahkannya, kini masyarakat menunggu keberanian pemerintah untuk mengambil langkah tegas dan adil. Jika Pasar Proklamasi memang menjadi pusat perdagangan baru, maka pemerintah harus serius menghidupkannya sekaligus menertibkan pasar lama secara manusiawi dan terukur.

Berita Lainnya  Video Lawas Jokowi Soal Data Intelejen Kembali Viral Pasca Penetapan Tersangka Listyo Sigit

“Jika pemerintah terus membiarkan dualisme pasar berlangsung, maka kegagalan relokasi Pasar Rengasdengklok akan menjadi catatan buruk dalam sejarah penataan kota di Kabupaten Karawang,” katanya.

“Sebab pada akhirnya yang paling dirugikan bukan pemerintah, melainkan para pedagang kecil dan masyarakat yang setiap hari menggantungkan hidup dari denyut ekonomi pasar tradisional,” tutup Syarif.***

Ket foto : Gagalnya program Relokasi Pasar Rengasdengklok ke Pasar Proklamasi. Sehingga sebagian pedagang masih bertahan di Pasar Rengasdengklok (ilustrasi gambar Ai – Opiniplus.com).

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

8 Anggota Polresta Karawang Diperiksa Propam Polda Jabar, Gegara Bebaskan Pengedar OKT

KARAWANG - Sebanyak delapan anggota Polresta Karawang saat ini diperiksa Bidang Propam Polda Jawa Barat (Jabar), setelah mereka membebaskan seorang pengedar obat keras tertentu...

Video Lawas Jokowi Soal Data Intelejen Kembali Viral Pasca Penetapan Tersangka Listyo Sigit

JAKARTA - Video lawas pernyataan Joko Widodo (Jokowi) pada September 2023 kembali viral di media sosial, setelah Bareskrim Polri menetapkan mantan Kapolri Jenderal (Purn)...

Kepsek SDN 15 Woja Dibacok Pemuda Saat Mengajar Dalam Kelas, Murid dan Guru Berhamburan Ketakutan

DOMPU - Kepala Sekolah (Kepsek) Dasar Negeri (SDN) 15 Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Mahfud diserang oleh seorang pemuda menggunakan senjata tajam...

‘Gercep’ Tangkap Pelaku Pencabulan, Bupati Aep Apresiasi Polresta Karawang

KARAWANG - Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Karawang yang bergerak cepat (gercep) menangkap pemilik warung kelontong berinisial FR atau...

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

Hukum

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan