JAKARTA – Pasangan pengantin Aldi (32) dan Feny (32) akhirnya resmi mempolisikan wedding organizer (WO) dan katering bernama Marwah Catering Service ke Mapolres Jakarta Timur, karena diduga melakukan penipuan terhadap mereka.
Sebelumnya, viral video pasangan pengantin yang sedang melakukan akad pernikahan di Gedung Islamic Center – Bekasi, pada Sabtu (25/5/2026).
Video yang beredar di berbagai plarform media sosial tersebut memperlihatkan pasangan pengantin yang melakukan menggelar resepsi pernikahan tanpa dekorasi pengantin dan katering.
Kronologis Kejadian
Feny mengaku awal mula mengetahui tentang Marwah Catering Service dari Instagram.
“Setelah itu saya tanyakan price list-nya. Di situ ada beberapa paket. Saya melakukan pembayaran DP (down payment atau pembayaran awal) dulu. Setelah DP, saya test food. Datang langsung ke acara Marwah,” kata Feny di Mapolres Jakarta Timur, dilansir dari Kompas, Minggu (24/5/2026).
Ia mengaku tidak curiga saat melakukan tes makanan karena melihat banyak staf WO di lokasi. Selain itu, ia juga melihat sejumlah fasilitas seperti gubukan, makeup artist (MUA), MC, hingga dekorasi dan model pelaminan.
“Setelah pulang dari situ saya dihubungi admin Marwah untuk menanyakan info lainnya. Lalu ada fitting di JGC, kantornya. Saya fitting dua kali. Setelah fitting, lanjut pembayaran bertahap sampai lunas,” kata Feny.
Feny mengaku telah melunasi seluruh pembayaran paket WO pada awal April.
Selanjutnya, ia kembali melakukan pembayaran tambahan jumlah tamu (pax) pada 11 Mei 2026. Total yang ia bayarkan mencapai Rp 85 juta.
Feny juga sempat mengikuti technical meeting secara daring bersama tim WO. Namun, pertemuan itu hanya berlangsung sekitar 10 menit meski masih banyak pertanyaan yang belum terjawab.
“Menurut saya technical meeting-nya masih belum jelas karena tidak detail. Yang saya dapat cuma catering-nya berapa pax, gubukan berapa pax per item, pax-nya di sesi ke berapa. Sangat tidak detail,” ujarnya.
“Saya selalu tanya pengarahannya, saya masuk dari arah mana. Setiap saya tanya selalu dijawab ‘nanti ya dihubungi setelah H-1’. Normalnya TM itu langsung datang ke venue, lihat venue, diarahkan. Dari situ saya curiga,” tuturnya lagi.
Namun ternyata WO tersebut tidak menjalankan kewajibannya. Feny tidak mendapatkan paket resepsi pernikahan sebagaimana mestinya, seperti gedung, dekorasi, hingga makanan.
Ia mengatakan, pembayaran gedung Islamic Centre Bekasi, Jawa Barat, yang akan digunakan untuk resepsi pada Sabtu (23/5/2026), belum dilunasi oleh pihak WO tersebut. Feny lalu mendadak mempersiapkan rencana cadangan.
“Kemarin itu baru DP dari pihak Marwah. Dari Islamic Center, karena tahu kita korban, dia sediakan fasilitas untuk akad satu sampai dua jam. Alhamdulillah kita tetap jalan,” ucap Feny.
Feny mengatakan, sehari sebelum pernikahan, dirinya menghubungi sejumlah vendor agar setidaknya prosesi akad nikah tetap dapat dilaksanakan.
“Kita kabarin ke vendor yang mungkin bisa datang, seperti MUA, MC. Kita kabarin, ‘Kak besok kemungkinan buruknya tidak ada acara resepsi, tapi kemungkinan tetap ada ijab’. MUA bersedia hadir, MC juga bersedia hadir, hairdo juga bersedia, attire juga karena sudah lunas. Cuma empat itu yang bisa hadir,” tutur Feny.
Feny juga mengaku harus membeli makanan secara mendadak untuk suguhan tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut.
“Sama sekali tidak ada (makaman). Itu pribadi semua, mendadak semua,” ucapnya.***










