Senin, Juli 20, 2026
spot_img

Ratusan Alumni Pesantren Kepung Gedung Transmedia

RATUSAN alumni pesantren memenuhi halaman gedung Transmedia, Jakarta, pada Rabu pagi, 15 Oktober 2025.

Aksi bertajuk “Silaturahim dan Meruwat Trans7” ini merupakan bentuk kemarahan para alumni pesantren atas pemberitaan yang menyinggung kiai dan santri di program Xpose Uncensored Trans7 pada Senin, 13 Oktober 2025.

Pantauan Tempo, aksi yang diinisiasi oleh pengurus Nahdatul Ulama (NU) ini dimulai sekitar pukul 10.00 WIB.

Ratusan massa itu terlihat mengenakan pakaian khas santri, yakni peci hitam, baju koko putih, dan sarung batik. Sebagian massa juga tampak membawa spanduk bertuliskan ‘Boikot Trans7’.

Seorang narator di atas mobil komando memimpin orasi menyanyikan seruan untuk memboikot Trans7. “Boikot, boikot, boikot Trans7,” ujar narator yang kemudian diulangi massa aksi.

Berita Lainnya  Ghazali Center Soroti 'Conflict of Interest' Pengisian Anggota BPD di Karawang

Narator itu mengatakan Trans7 telah melecehkan dan menghina pesantren. Menurut dia, tayangan itu telah membingkai budaya di pesantren menjadi sesuatu yang buruk.

Peserta unjuk rasa ini lantas menuntut pemilik Trans7, Chairil Tanjung, untuk keluar menemui massa. “Chairul Tanjung keluar,” teriak massa aksi berulang kali.

Berdasarkan surat undangan yang diterima Tempo, unjuk rasa ini akan dihadiri oleh Katib NU Lukman Hakim Hamid, Ketua Pengurus Wilayah NU DKI Jakarta Samsul Maarif, dan pengurus NU lainnya.

Adapun program Xpose Uncensored Trans7 yang dipersoalkan adalah tayangan tentang Pondok Pesantren Lirboyo di Jawa Timur. Tayangan itu menampilkan kumpulan potongan video dan gambar yang mempertunjukan hubungan santri dan kiai.

Berita Lainnya  Penuhi Janji Kampanye Pilkada, Aep - Maslani Bersiap Bagikan LKS Gratis

Program itu juga merangkum beberapa isu, salah satunya berjudul “Kiai yang kaya raya, tapi umat yang kasih amplop”. Ketika menyoroti isu itu, program ini menayangkan sejumlah gambar dan video seorang santri yang ingin menyalami kiai.

Kiai itu digambarkan sedang duduk dan para santri berjalan sambil duduk kemudian menyalami kiai. Santri itu kemudian memberikan sebuah amplop kepada kiai.

Pengisi suara kemudian membuat narasi kalau netizen merasa curiga pemberian amplop itu yang membuat kiai makin kaya. Pengisi suara kemudian membandingkannya dengan mobil mewah yang disebut milik kiai.

“Mobil mewah. Sarungnya saja harga mahal rata-rata Rp 400 ribu sampai Rp 12 juta,” kata narasi itu. Namun, pemberitaan itu tidak mengutip narasumber atau mencoba mengklarifikasi tuduhannya itu.

Berita Lainnya  Polisi Ungkap Peredaran Obat Terlarang Berkedok Warung Kopi

Melalui keterangan resmi yang diunggah di Youtube Trans7 Official pada Selasa, 14 Oktober 2025, Direktur Produksi Trans7 Andi Chairil telah menyatakan permintaan maaf telah menayangkan siaran tersebut.

Andi mengaku lalai karena tidak melakukan sensor secara mendalam materi dari pihak luar. Meski begitu, Andi mengatakan tetap akan bertanggung jawab.

“Kami telah menyampaikan secara langsung permintaan maaf kepada anak Kiai Anwar Mansyur, Adib Fuad. Untuk disampaikan langsung kepada Kiai Anwar Mansyur,” kata dia.***

Sumber : Tempo

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sahroni Kritik Hotman Paris : “Gak Usah Bawa-bawa Nama Presiden”

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengkritik Hotman Paris, kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Ardiansyah, karena membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto....

Maksa Nikah Siri Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Karyawati 22 Tahun, Ketua Serikat Pekerja di Bekasi Dipolisikan

BEKASI - Ketua Serikat Pekerja di salah satu perusahaan elektronik terbesar di Kawasan Industri EJIP, Cikarang, berinisial Mrn, dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas...

Perkuat Ekosistem Keamanan, Kapolda Jabar Luncurkan Gerakan ‘Jaga Rawat Jawa Barat’

BANDUNG - Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Pipit Rismanto, resmi meluncurkan gerakan 'Jaga Rawat Jawa Barat' sebagai implementasi dan penguatan transformasi Polri presisi di...

Soal Rumah Febrie di Sentul, Hotman Paris : “Sudah Dihibahkan ke Cucu dari Mertuanya”

JAKARTA - Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Hotman Paris Hutapea, menjelaskan rumah milik kliennya di kawasan...

Febrie Ardiansyah Belum Ditahan, Kejagung : “Itu Kewenangan Penyidik”

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menjelaskan alasan belum melakukan penahanan terhadap mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, yang telah berstatus...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan