Senin, Juli 20, 2026
spot_img

Desak Stop MBG, Ibu-ibu Demo Kantor BGN

KELOMPOK ibu, anak muda dan perempuan yang tergabung dalam Suara Ibu Indonesia mendesak pemerintah menghentikan program makan bergizi gratis (MBG) buntut kasus keracunan massal di berbagai daerah.

Mereka menggelar unjuk rasa di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (15/10)

Pantauan di lokasi menunjukkan para peserta aksi membawa berbagai spanduk dengan beragam tulisan.

Salah satu spanduk besar bertuliskan ‘Stop MBG, Utamakan Kualitas, Keamanan, dan Martabat Anak’. Sementara spanduk lainnya berbunyi ‘STOP MBG! Kembalikan Makanan Bergizi kepada Keluarga dan Sekolah’.

Dalam pernyataan sikapnya, mereka menyampaikan keprihatinan dan kemarahan atas terus berulangnya kasus keracunan massal yang menimpa ribuan anak sekolah akibat program MBG.

Program yang diklaim sebagai solusi gizi anak sekolah itu justru menimbulkan krisiskesehatan, krisis akuntabilitas, dan krisis moral dalam tata kelola negara.

Berita Lainnya  Mpok Atiek Naksir Dedi Mulyadi, Tapi Ngaku Harus Sadar Umur

Mengutip data Jaringan memantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mereka menyinggung soal lebih dari 10.482 anak menjadi korban keracunan MBG di berbagai daerah.

“Alih-alih menjadi program wajib, selayaknya kembalikan program ini hanya kepada daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) dan atau anak dari keluarga pra-sejahtera yang membutuhkan intervensi khusus perbaikan gizi,” dikutip dari pernyataan Suara Ibu Indonesia.

Menurut mereka, anggaran MBG yang mengambil sebagian besar dana pendidikan harusnya bisa meningkatkan kesejahteraan guru, membenahi infrastruktur sekolah 3T, dan membangun kantin sehat berbasis komunitas yang dikelola sekolah, guru, dan orang tua.

Sentil pelibatan TNI-Polri di MBG

Berita Lainnya  Ledakan Misterius di Toko Material Bangunan Purwakarta Tewaskan 1 Karyawan, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

Suara Ibu Indonesia mengkhawatirkan langkah pemerintah melibatkan TNI/POLRI dalam rantai distribusi dan pengawasan program itu.

Langkah itu dinilai memperlihatkan militerisasi urusan sipil dan membuka ruang baru bagi penyalahgunaan kewenangan dalam ranah publik. Padahal, militer bukan lembaga pangan, dan tugas mereka bukan mengurus gizi atau makan anak-anak sekolah.

“Maka dari itu, kami menuntut pemerintah untuk hentikan proyek MBG di seluruh Indonesia. Program ini telah gagal menjamin keselamatan, kesehatan, dan inklusivitas anak-anak. Cabut pelibatan TNI/POLRI dalam seluruh aspek penyelenggaraan MBG maupun program lain yang berkaitan dengan ranah sipil,” kata mereka.

Suara Ibu Indonesia juga meminta dilakukan audit nasional independen terhadap seluruh vendor, dapur sekolah, dan rantai pasok MBG, serta publikasikan hasilnya secara terbuka.

Berita Lainnya  Lagi, PT. PPJM Santuni Ratusan Yatim Piatu dan Jompo, H. ME. Suparno : "Tidak Ada Kata Terakhir untuk Kebaikan"

Suara Ibu Indonesia menyadari banyak pekerja informal, ibu-ibu, dan tenaga dapur sekolah yang selama ini menggantungkan penghidupan mereka pada program MBG.

Mereka juga memahami banyak anak-anak di sekolah membutuhkan asupan gizi tambahan.

“Namun, ketika pekerja kecil yang direkrut tidak memiliki perlindungan kerja yang memadai, dan makanan untuk anak-anak tidak dikelola dengan standar keamanan yang ketat, maka program yang seharusnya menjadi bantuan justru berpotensi menjadi bencana,” kata Suara Ibu Indonesia.***

Artikel ini telah tayang di CNN Indonesia “Ibu-ibu Geruduk Kantor BGN, Desak Setop MBG” selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20251015145432-20-1284846/ibu-ibu-geruduk-kantor-bgn-desak-setop-mbg.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Motif Tekanan Ekonomi, Oknum Polisi Rampok Toko Emas

ACEH - Tim gabungan Polres Aceh Selatan bersama personel Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh menangkap seorang oknum polisi yang diduga merampok...

Spanyol Rebut Gelar Piala Dunia, Pecahkan Rekor Laju Tak Terkalahkan

East Rutherford - Spanyol merebut gelar juara Piala Dunia 2026 dengan nyaris sempurna. Spanyol melengkapi suksesnya dengan menciptakan rekor baru laju tak terkalahkan terpanjang. La...

Wacana Pemberlakuan SPP di SMA-SMK, KDM : “Cukup dengan Dana BOS”

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi kembali angkat bicara soal wacana pemberlakuan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di SMA-SMK Negeri. Ia menyebut sudah...

Dualisme KADIN Karawang Buat Dunia Usaha dan Industri Jadi Bingung

KARAWANG - Dinamika dualisme kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) di Kabupaten Karawang kembali menjadi perhatian publik pada pertengahan Juli 2026. Dalam rentang waktu...

Sahroni Kritik Hotman Paris : “Gak Usah Bawa-bawa Nama Presiden”

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengkritik Hotman Paris, kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Ardiansyah, karena membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto....

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan