Rabu, Mei 27, 2026
spot_img

Pemprov Jabar Pastikan Bailey Jembatan Karawang-Bogor Segera Rampung

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) mengatakan pembangunan Jembatan Bailey di wilayah Loji, Karawang bakal segera rampung. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu mendukung mobilitas warga sekitar.

“Pekerjaan pemasangan jembatan Bailey dengan panjang 54 meter tersebut akan segera dirampungkan. Harusnya kami selesaikan sebelum Lebaran. Tapi ada kendala teknis di lapangan yakni kesulitan dalam proses penarikan jembatan ke posisi akhir yang berjarak sekitar 6 meter dari lokasi saat ini,” ujar Plt. Kadis BMPR Pemda Provinsi Jawa Barat Aris Budiman dalam keterangan tertulis, Minggu (6/4/2025).

Aris menjelaskan foto-foto yang beredar di media sosial adalah dokumentasi dari tanggal 28 Maret 2025, saat proses penarikan jembatan. Sempat terganggu karena jembatan tergelincir dan posisinya menjadi miring. Namun, keesokan harinya pada 29 Maret, posisi jembatan berhasil dikembalikan ke posisi semula dan stabil.

Berita Lainnya  Kapan Flyover Bulak Kapal Dibangun, Pemkot Bekasi Masih Tunggu Skema Bantuan Presiden

Sebagai langkah lanjutan, pada tanggal 30 Maret telah dihadirkan alat bantu berupa crane dengan kapasitas 50 ton untuk membantu proses penarikan jembatan.

“Sayangnya, kondisi tanah di sekitar lokasi tidak mampu menahan beban crane, menyebabkan tanah mengalami ambles dan pekerjaan harus dihentikan sementara,” ungkapnya.

Dia mengatakan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran proses selanjutnya, pekerjaan akan dilanjutkan kembali pada Senin, 7 April 2025. Nantinya pekerjaan bakal diawali dengan kegiatan doa bersama yang akan melibatkan tokoh agama dan masyarakat setempat. Tim teknis tetap berada di lapangan pada tanggal 30 Maret untuk melakukan pembersihan alat dan pengecekan keamanan struktur jembatan.

Berita Lainnya  Pemkab Bekasi Usulkan Flyover Telaga Asih dan Underpass Lemahabang

“Sejak 31 Maret hingga saat ini, petugas juga terus berjaga di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Aris.

Sebagaimana diketahui publik, kendala utama yang mempengaruhi progres pekerjaan ini adalah kondisi cuaca yang kurang mendukung, naiknya debit air sungai, serta kontur tanah yang tidak stabil.

“Informasi lengkap mengenai kondisi terakhir telah Kami laporkan kepada Bapak Gubernur,” ujarnya.

Pemda Provinsi Jawa Barat mengapresiasi perhatian dan masukan dari masyarakat. Menurutnya, masukan dan saran tersebut bakal digunakan untuk mempercepat penyelesaian proyek tersebut dengan tetap memperhatikan faktor keamanan dan kualitas

Berita Lainnya  Kapan Flyover Bulak Kapal Dibangun, Pemkot Bekasi Masih Tunggu Skema Bantuan Presiden

“Terima kasih atas saran dan masukannya. Kami tengah berupaya keras untuk segera menyelesaikan pekerjaan ini dengan tetap mengedepankan faktor keamanan dan memperhatikan faktor kecepatan,” pungkasnya.

Sumber : Detik

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bakal Surati Prabowo, Fraksi Golkar Minta MBG Tak Ambil Anggaran Pendidikan

JAKARTA - Ketua Fraksi Golkar di MPR RI Melchias Markus Mekeng meminta dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengambil anggaran pendidikan dalam Anggaran...

Fortusis Jabar Minta Kejelasan Program ‘Sekolah Maung’

BANDUNG - Kelompok pemerhati pendidikan Jawa Barat bersama Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) Jawa Barat meminta kejelasan arah dan keberlanjutan program Sekolah Manusia Unggul...

Sebut Masyarakat Sumbar ‘Suku Barbar’, Abu Janda Dilaporkan ke Bareskrim

JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) resmi melaporkan Permadi Arya alias Abu Janda ke Bareskrim Polri. Laporan ini terkait pernyataan...

Karawang Tidak Boleh Kehilangan Jari Diri sebagai ‘Kota Lumbung Padi’, Bupati Aep : 86.170 Hektar LP2B Dikunci

KARAWANG - Memiliki lahan pertanian seluas 86.170 hektar yang telah 'dikuci' dalam Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), atau sekitar 87% dari Lahan Baku...

Dugaan Pencabulan Anak di Karawang, Kuasa Hukum Minta Polisi Segera Tetapkan Tersangka dan Tahan Terduga Pelaku

KARAWANG - Hampir setahun lebih, tepatnya memakan waktu hingga 14 bulan, penanganan kasus dugaan pencabulan terhadap anak berinisial CZ (6), dikabarkan mulai mengalami titik...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan