Rabu, April 15, 2026
spot_img

Pemprov Jabar Pastikan Bailey Jembatan Karawang-Bogor Segera Rampung

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) mengatakan pembangunan Jembatan Bailey di wilayah Loji, Karawang bakal segera rampung. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu mendukung mobilitas warga sekitar.

“Pekerjaan pemasangan jembatan Bailey dengan panjang 54 meter tersebut akan segera dirampungkan. Harusnya kami selesaikan sebelum Lebaran. Tapi ada kendala teknis di lapangan yakni kesulitan dalam proses penarikan jembatan ke posisi akhir yang berjarak sekitar 6 meter dari lokasi saat ini,” ujar Plt. Kadis BMPR Pemda Provinsi Jawa Barat Aris Budiman dalam keterangan tertulis, Minggu (6/4/2025).

Aris menjelaskan foto-foto yang beredar di media sosial adalah dokumentasi dari tanggal 28 Maret 2025, saat proses penarikan jembatan. Sempat terganggu karena jembatan tergelincir dan posisinya menjadi miring. Namun, keesokan harinya pada 29 Maret, posisi jembatan berhasil dikembalikan ke posisi semula dan stabil.

Berita Lainnya  Proyek HWB Purwakarta Jadi Prototipe Nasional Rumah Murah

Sebagai langkah lanjutan, pada tanggal 30 Maret telah dihadirkan alat bantu berupa crane dengan kapasitas 50 ton untuk membantu proses penarikan jembatan.

“Sayangnya, kondisi tanah di sekitar lokasi tidak mampu menahan beban crane, menyebabkan tanah mengalami ambles dan pekerjaan harus dihentikan sementara,” ungkapnya.

Dia mengatakan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran proses selanjutnya, pekerjaan akan dilanjutkan kembali pada Senin, 7 April 2025. Nantinya pekerjaan bakal diawali dengan kegiatan doa bersama yang akan melibatkan tokoh agama dan masyarakat setempat. Tim teknis tetap berada di lapangan pada tanggal 30 Maret untuk melakukan pembersihan alat dan pengecekan keamanan struktur jembatan.

Berita Lainnya  Kajati Jabar Resmikan Gedung Serbaguna Mandala Adhyaksa Kejari Kota Bekasi

“Sejak 31 Maret hingga saat ini, petugas juga terus berjaga di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Aris.

Sebagaimana diketahui publik, kendala utama yang mempengaruhi progres pekerjaan ini adalah kondisi cuaca yang kurang mendukung, naiknya debit air sungai, serta kontur tanah yang tidak stabil.

“Informasi lengkap mengenai kondisi terakhir telah Kami laporkan kepada Bapak Gubernur,” ujarnya.

Pemda Provinsi Jawa Barat mengapresiasi perhatian dan masukan dari masyarakat. Menurutnya, masukan dan saran tersebut bakal digunakan untuk mempercepat penyelesaian proyek tersebut dengan tetap memperhatikan faktor keamanan dan kualitas

Berita Lainnya  Kajati Jabar Resmikan Gedung Serbaguna Mandala Adhyaksa Kejari Kota Bekasi

“Terima kasih atas saran dan masukannya. Kami tengah berupaya keras untuk segera menyelesaikan pekerjaan ini dengan tetap mengedepankan faktor keamanan dan memperhatikan faktor kecepatan,” pungkasnya.

Sumber : Detik

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

KPK Panggil Staf Legal Lippo Cikarang dan Pj Sekda Bekasi

JAKARTA - KPK kembali memanggil staf legal Lippo Cikarang, Ruri (RR), dalam perkara suap ijon proyek Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang (ADK). Ruri dipanggil...

Kasak-kusuk ke Kejati Jabar Soal Dugaan Ijon Pokir

KARAWANG - Kabar teranyar mengenai dugaan ijon pokir anggota DPRD Karawang mengerucut kepada informasi beberapa pihak yang sudah 'kasak-kusuk' berkomunikasi dengan penyidik Kejaksaan Tinggi...

Terima Uang Rp 2,94 Miliar, KPK Periksa Henri Lincoln

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi Henri Lincoln untuk mengonfirmasi penerimaan...

Pemborong Menjerit, Mau Nyari Untung Malah Buntung

KARAWANG - Mayoritas pengguna jasa (pemborong) yang mengerjakan proyek atau pekerjaan jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang mulai menjerit. Hal ini...

Meski Sudah Jerat 2 Tersangka, Korupsi Ambulans RSUD Subang Kembali Dilaporkan

SUBANG – Langkah hukum baru diambil oleh dua praktisi hukum, Taufik H. Nasution, SH. MH. M.Kes dan Hugo S. Tambunan, SH.Mereka mendatangi Kejaksaan Negeri...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan