Senin, Juli 20, 2026
spot_img

Pemprov Jabar Pastikan Bailey Jembatan Karawang-Bogor Segera Rampung

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) mengatakan pembangunan Jembatan Bailey di wilayah Loji, Karawang bakal segera rampung. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu mendukung mobilitas warga sekitar.

“Pekerjaan pemasangan jembatan Bailey dengan panjang 54 meter tersebut akan segera dirampungkan. Harusnya kami selesaikan sebelum Lebaran. Tapi ada kendala teknis di lapangan yakni kesulitan dalam proses penarikan jembatan ke posisi akhir yang berjarak sekitar 6 meter dari lokasi saat ini,” ujar Plt. Kadis BMPR Pemda Provinsi Jawa Barat Aris Budiman dalam keterangan tertulis, Minggu (6/4/2025).

Aris menjelaskan foto-foto yang beredar di media sosial adalah dokumentasi dari tanggal 28 Maret 2025, saat proses penarikan jembatan. Sempat terganggu karena jembatan tergelincir dan posisinya menjadi miring. Namun, keesokan harinya pada 29 Maret, posisi jembatan berhasil dikembalikan ke posisi semula dan stabil.

Berita Lainnya  Minta Masyarakat Bersabar, Pemkab Bekasi Percepat Penanganan 4 Titik Longsor Jalan CBL

Sebagai langkah lanjutan, pada tanggal 30 Maret telah dihadirkan alat bantu berupa crane dengan kapasitas 50 ton untuk membantu proses penarikan jembatan.

“Sayangnya, kondisi tanah di sekitar lokasi tidak mampu menahan beban crane, menyebabkan tanah mengalami ambles dan pekerjaan harus dihentikan sementara,” ungkapnya.

Dia mengatakan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran proses selanjutnya, pekerjaan akan dilanjutkan kembali pada Senin, 7 April 2025. Nantinya pekerjaan bakal diawali dengan kegiatan doa bersama yang akan melibatkan tokoh agama dan masyarakat setempat. Tim teknis tetap berada di lapangan pada tanggal 30 Maret untuk melakukan pembersihan alat dan pengecekan keamanan struktur jembatan.

Berita Lainnya  Minta Masyarakat Bersabar, Pemkab Bekasi Percepat Penanganan 4 Titik Longsor Jalan CBL

“Sejak 31 Maret hingga saat ini, petugas juga terus berjaga di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Aris.

Sebagaimana diketahui publik, kendala utama yang mempengaruhi progres pekerjaan ini adalah kondisi cuaca yang kurang mendukung, naiknya debit air sungai, serta kontur tanah yang tidak stabil.

“Informasi lengkap mengenai kondisi terakhir telah Kami laporkan kepada Bapak Gubernur,” ujarnya.

Pemda Provinsi Jawa Barat mengapresiasi perhatian dan masukan dari masyarakat. Menurutnya, masukan dan saran tersebut bakal digunakan untuk mempercepat penyelesaian proyek tersebut dengan tetap memperhatikan faktor keamanan dan kualitas

Berita Lainnya  Minta Masyarakat Bersabar, Pemkab Bekasi Percepat Penanganan 4 Titik Longsor Jalan CBL

“Terima kasih atas saran dan masukannya. Kami tengah berupaya keras untuk segera menyelesaikan pekerjaan ini dengan tetap mengedepankan faktor keamanan dan memperhatikan faktor kecepatan,” pungkasnya.

Sumber : Detik

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Motif Tekanan Ekonomi, Oknum Polisi Rampok Toko Emas

ACEH - Tim gabungan Polres Aceh Selatan bersama personel Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh menangkap seorang oknum polisi yang diduga merampok...

Spanyol Rebut Gelar Piala Dunia, Pecahkan Rekor Laju Tak Terkalahkan

East Rutherford - Spanyol merebut gelar juara Piala Dunia 2026 dengan nyaris sempurna. Spanyol melengkapi suksesnya dengan menciptakan rekor baru laju tak terkalahkan terpanjang. La...

Wacana Pemberlakuan SPP di SMA-SMK, KDM : “Cukup dengan Dana BOS”

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi kembali angkat bicara soal wacana pemberlakuan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di SMA-SMK Negeri. Ia menyebut sudah...

Dualisme KADIN Karawang Buat Dunia Usaha dan Industri Jadi Bingung

KARAWANG - Dinamika dualisme kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) di Kabupaten Karawang kembali menjadi perhatian publik pada pertengahan Juli 2026. Dalam rentang waktu...

Sahroni Kritik Hotman Paris : “Gak Usah Bawa-bawa Nama Presiden”

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengkritik Hotman Paris, kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Ardiansyah, karena membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto....

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan