Selasa, Mei 19, 2026
spot_img

Pasca 2 Wisatawan Tewas Tertimbun Longsor, Kini Wisata Curug Cileat – Subang Ditutup Sementara

SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang resmi menutup sementara objek wisata Curug Cileat yang berada di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, setelah terjadi bencana longsor yang menewaskan dua wisatawan asal Karawang.

Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi guna menghindari risiko keselamatan bagi pengunjung maupun pengelola wisata.

Penutupan dilakukan karena akses menuju lokasi wisata masih tertutup material longsor dan dinilai sangat berbahaya untuk dilalui. Kondisi jalur yang rusak serta potensi longsor susulan menjadi pertimbangan utama pemerintah daerah.

Berita Lainnya  Palang Kereta Otomatis Terpasang di Perlintasan Sebidang Jalan Ampera Bekasi, Tapi...?

“Selanjutnya, kami tutup. Tidak boleh ada yang masuk ke lokasi, termasuk petugas juga tidak boleh, karena memang dianggap berbahaya,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Subang, Udin Jazudin saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).

Penutupan Curug Cileat tidak terlepas dari insiden longsor yang terjadi sebelumnya dan menelan korban jiwa.

Proses pencarian dua wisatawan yang hilang berakhir duka setelah keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (16/5/2026).

Korban diketahui bernama Winda Lianbong (20) dan Alda Apriliani (22). Keduanya ditemukan tertimbun material longsor berupa tanah dan bebatuan di kedalaman sekitar dua meter. Lokasi penemuan berada lebih dari 100 meter dari titik awal mereka dilaporkan hilang.

Berita Lainnya  Fiks, Kirab Mahkota Binokasih Dimulai dari Jl. Ir. H. Juanda dan Berakhir di Alun-alun Karawang

Suasana haru menyelimuti proses evakuasi saat jasad kedua korban berhasil ditemukan. Keduanya ditemukan dalam posisi berdekatan, yang diduga karena sempat saling membantu saat longsor terjadi.

“Korban ditemukan berdekatan karena menurut keterangan saksi saat kejadian keduanya saling membantu,” kata Udin.

Proses pencarian berlangsung dramatis dan penuh tantangan. Tim SAR gabungan harus menyusuri jalur longsoran yang sulit dan berbahaya.

Medan yang licin serta kondisi cuaca yang tidak menentu menambah tingkat kesulitan dalam proses evakuasi.***

Berita Lainnya  Rivalitas Sepak Bola Cukup 2 x 45 Menit di Dalam Lapangan, Bobotoh Diimbau Tak Mudah Termakan Kabar Hoaks di Medsos

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

KDM Pimpin Pembongkaran Kios di Cicadas, Janji Berikan Pekerjaan Baru bagi PKL

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, akhirnya turun tangan membongkar kios Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Cicadas, Kota Bandung. Dedi sebelumnya sempat menantang...

Orangtua Enggan Lepas Anaknya di Asrama, Sekolah Rakyat Jenjang SD di Bekasi Minim Peminat

BEKASI - Sekolah Rakyat jenjang sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bekasi masih minim peminat. Keengganan orangtua melepas anak tinggal di asrama menjadi penyebabnya. Diketahui, Sekolah...

Menyesal Jabat Wamenaker, Noel: ‘Saya Lebih Banyak Selamatkan Duit Rakyat daripada KPK’

JAKARTA - Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel mengaku menyesal pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker). Jabatan itu, kata dia, justru menyeretnya menjadi terdakwa hingga...

Viral Ibu Menangis karena Anaknya Ditangkap dan Dimintai Duit oleh Oknum Polisi, ini Perkembangan Kasusnya

BEKASI - Terkait video viral seorang ibu di Kabupaten Bekasi menangis gegara diduga dimintai duit hingga puluhan juta rupiah oleh oknum polisi, kasus penangkapan...

Kasus Suap Ade Kunang, Terdakwa Sarjan Divonis 3,3 Tahun Penjara

BANDUNG - Terdakwa penyuap Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kusawara Kunang dan ayahnya HM Kunang, Sarjan terlihat tidak menaiki mobil tahanan setelah menjalani sidang vonis...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan