Minggu, Juli 5, 2026
spot_img

Pasca 2 Wisatawan Tewas Tertimbun Longsor, Kini Wisata Curug Cileat – Subang Ditutup Sementara

SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang resmi menutup sementara objek wisata Curug Cileat yang berada di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, setelah terjadi bencana longsor yang menewaskan dua wisatawan asal Karawang.

Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi guna menghindari risiko keselamatan bagi pengunjung maupun pengelola wisata.

Penutupan dilakukan karena akses menuju lokasi wisata masih tertutup material longsor dan dinilai sangat berbahaya untuk dilalui. Kondisi jalur yang rusak serta potensi longsor susulan menjadi pertimbangan utama pemerintah daerah.

Berita Lainnya  Dedi Mulyadi Buka Sayembara akan Beri Rp 250 Juta bagi yang Menemukan Taufik Hidayat

“Selanjutnya, kami tutup. Tidak boleh ada yang masuk ke lokasi, termasuk petugas juga tidak boleh, karena memang dianggap berbahaya,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Subang, Udin Jazudin saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).

Penutupan Curug Cileat tidak terlepas dari insiden longsor yang terjadi sebelumnya dan menelan korban jiwa.

Proses pencarian dua wisatawan yang hilang berakhir duka setelah keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (16/5/2026).

Korban diketahui bernama Winda Lianbong (20) dan Alda Apriliani (22). Keduanya ditemukan tertimbun material longsor berupa tanah dan bebatuan di kedalaman sekitar dua meter. Lokasi penemuan berada lebih dari 100 meter dari titik awal mereka dilaporkan hilang.

Berita Lainnya  Peringati Muharraman dan Walimatul Naqi'ah, Ketum Laskar NKRI Santuni Ratusam Yatim Piatu dan Dhuafa

Suasana haru menyelimuti proses evakuasi saat jasad kedua korban berhasil ditemukan. Keduanya ditemukan dalam posisi berdekatan, yang diduga karena sempat saling membantu saat longsor terjadi.

“Korban ditemukan berdekatan karena menurut keterangan saksi saat kejadian keduanya saling membantu,” kata Udin.

Proses pencarian berlangsung dramatis dan penuh tantangan. Tim SAR gabungan harus menyusuri jalur longsoran yang sulit dan berbahaya.

Medan yang licin serta kondisi cuaca yang tidak menentu menambah tingkat kesulitan dalam proses evakuasi.***

Berita Lainnya  Perairan Tarumjaya - Bekasi Diduga Tercemar Limbah Industri, Nelayan Sampai Menjerit Minta Bantuan Prabowo dan Dedi Mulyadi

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kejagung Ungkap Dugaan Keterlibatan Anggota TNI Aktif di Korupsi Program MBG

JAKARTA - Penyidikan kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengungkap adanya dugaan keterlibatan anggota militer aktif yang berdinas di Badan Gizi Nasional (BGN). Direktur...

Usulan Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Menguat

BANDUNG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat memastikan akan menindaklanjuti usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Provinsi Pasundan. Usulan...

Diduga Jadi Korban Peluru Nyasar TNI, Warga Intan Jaya – Papua Tengah Arak Jenazah Ibu Hamil

Seorang ibu hamil bernama Melkiana Dwitau meninggal dunia bersama bayi yang dikandungnya setelah diduga terkena peluru nyasar di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan...

Tuai Banyak Pujian, Luna Maya Bangun Gedung Taman Kanak-kanak di NTT

ARTIS Luna Maya mengunjungi Desa Watugong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu, 1 Juli 2026. Dia ke sana, untuk melakukan peletakan batu pertama...

MUI Minta Koruptor Dihukum Mati

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak agar para pelaku tindak pidana korupsi di Indonesia dijatuhi hukuman mati. Dampak destruktif dari korupsi dinilai telah berada...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan