SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang resmi menutup sementara objek wisata Curug Cileat yang berada di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, setelah terjadi bencana longsor yang menewaskan dua wisatawan asal Karawang.
Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi guna menghindari risiko keselamatan bagi pengunjung maupun pengelola wisata.
Penutupan dilakukan karena akses menuju lokasi wisata masih tertutup material longsor dan dinilai sangat berbahaya untuk dilalui. Kondisi jalur yang rusak serta potensi longsor susulan menjadi pertimbangan utama pemerintah daerah.
“Selanjutnya, kami tutup. Tidak boleh ada yang masuk ke lokasi, termasuk petugas juga tidak boleh, karena memang dianggap berbahaya,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Subang, Udin Jazudin saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).
Penutupan Curug Cileat tidak terlepas dari insiden longsor yang terjadi sebelumnya dan menelan korban jiwa.
Proses pencarian dua wisatawan yang hilang berakhir duka setelah keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (16/5/2026).
Korban diketahui bernama Winda Lianbong (20) dan Alda Apriliani (22). Keduanya ditemukan tertimbun material longsor berupa tanah dan bebatuan di kedalaman sekitar dua meter. Lokasi penemuan berada lebih dari 100 meter dari titik awal mereka dilaporkan hilang.
Suasana haru menyelimuti proses evakuasi saat jasad kedua korban berhasil ditemukan. Keduanya ditemukan dalam posisi berdekatan, yang diduga karena sempat saling membantu saat longsor terjadi.
“Korban ditemukan berdekatan karena menurut keterangan saksi saat kejadian keduanya saling membantu,” kata Udin.
Proses pencarian berlangsung dramatis dan penuh tantangan. Tim SAR gabungan harus menyusuri jalur longsoran yang sulit dan berbahaya.
Medan yang licin serta kondisi cuaca yang tidak menentu menambah tingkat kesulitan dalam proses evakuasi.***
Sumber : Kompas.com










