FAKTA politik menunjukan terjadinya transformasi kepemimpinan tokoh muda yang mendominasi peta perpolitikan di Kabupaten Karawang – Jawa Barat.
Mereka-para tokoh muda bukan hanya sekedar mengisi kursi-kursi legislatif Karawang. Melainkan juga menjadi pemimpin di beberapa partai politik tertentu.
Seperti Anggota DPRD Karawang Dapil 1 Dian Fahrud Jaman S.IP, M.IP yang menjadi Ketua DPD Partai NasDem Karawang, Anggota DPRD Karawang Dapil 6 Dr. Anwar Hidayat SH.MH (Dede Anwar) yang menjadi Ketua DPC PDI-P Karawang, Anggota DPRD Karawang Dapil 5 Asep Supriatna yang menjadi Ketua DPD PAN Karawang, hingga Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Rahmat Hidayat Djati, M.IP (Kang Toleng) yang menjadi Ketua DPC PKB Karawang.
Berdasarkan catatan Redaksi Opiniplus.com, para tokoh muda yang menjadi ketua parpol ini bukanlah merupakan orang baru di dunia perpolitikan. Mereka tetap merangkak dari ‘akar rumput’ untuk menunjukan militansinya sebagai kader parpol. Hingga akhirnya mendapatkan kepercayaan publik dan parpol masing-masing sebagai tokoh muda yang layak untuk memimpin partai politik.
Menariknya, re-organisasi kepemimpinan partai politik di Karawang juga diprediksi bakal terjadi di tubuh Partai Golkar. Munculnya nama Abdul Azis SE sebagai bakal kandidat calon ketua partai di Musda Partai Golkar Karawang, fakta politik ini menunjukan tentang benar adanya telah terjadi transformasi kepemimpinan tokoh muda di kepemimpinan parpol di Karawang.
Dengan modal restu politik dari para tokoh senior Partai Golkar dan dukungan 24 ketua PK Golkar, pertanyaanya apakah Abdul Azis akan menyusul para tokoh muda pimpinan parpol seperti Partai NasDem, PDI-P, PKB dan PAN?.
Penyegaran, Kaderisasi dan Strategi Politik
Dominasi kehadiran para tokoh muda di partai politik biasanya untuk menyiapkan strategi politik dalam merangkul suara Gen Z dan Kaum Milenial yang populasinya bisa mencapai 60% lebih.
Penyegaran dan kaderisasi politik juga biasanya menjadi alasan kuat mengapa banyak parpol mulai didominasi oleh kelompok muda. Sehingga dalam kondisi ini, kelompok tua maupun para tokoh senior politik biasanya cukup memberikan arahan kepada kelompok muda untuk bagaimana bisa bergerak di lapangan dalam meraih simpati masyarakat.
Alasan lain, kebutuhan inovasi dan relevansi biasanya menjadi alasan utama mengapa peranan tokoh muda sangat dibutuhkan partai politik. Pasalnya, para tokoh muda dianggap lebih mampu memahami isu-isu kekinian dan menghadirkan pendekatan politik baru yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.
Dan yang jauh lebih penting, kehadiran dan peranan tokoh muda di dalam partai politik adalah untuk menghapus stigma negatif tentang sistem oligarki dan paternalistik di dalam kelompok partai politik yang sejatinya harus mengedepankan sikap demokratis.
Bukankah fungsi partai politik adalah untuk menyalurkan aspirasi masyarakat melalui perolehan kekuasaan konstitusional dalam setiap Pemilu?.
Maka sistem oligarki dan paternalistik di dalam suatu kelompok politik sejatinya sudah lama ditinggalkan. Karena dianggap sudah kuno dan akan mengancam sistem demokrasi yang bertujuan untuk mencegah kekuasaan absolut dalam mencapai kesejahteraan sosial masyarakat. (Opini Politik)
Penulis :
ADE KOSASIH, SE
Pimred Opiniplus.com










