PEKALONGAN – Sebuah video viral memperlihatkan seorang ibu salah satu santriwati di Kabupaten Pekalongan yang menyebut jika kehamilan anaknya lantaran mimpi dan karunia Allah.
Video viral ini menjadi sorotan karena ditengah persoalan kasus dugaan pencabulan terhadap para santriwati oleh AKF (54), pimpinan pondok pesantren (ponpes) atau Padepokan Padang Ati (PPA) Pekalongan yang sedang ditangani Polres Pekalongan.
Dan secara kebetulan santriwati tersebut mondok di ponpes yang dipimpin AKF.
Meski pihak keluarga membantah anaknya bukan merupakan salah satu korban dari terduga pelaku, tetapi pihak kepolisian tetap akan melakukan penyelidikan terhadap santriwati tersebut.
Kapolres Pekalongan, AKBP Riki Yariandi mengaku belum mendapatkan laporan soal santriwati yang hamil tersebut. Pihaknya mengaku masih mendalami jumlah korban kekerasan seksual pemimpin ponpes berinisial AKF itu.
“Ada salah satu korban yang informasinya diduga bahwa korban ini sudah apa melahirkan anak, mungkin ya hasil dari persetubuhan mereka, tapi yang bersangkutan masih bungkam (belum melapor),” kata Riki kepada wartawan di kantornya, dilansir dari Detik.com.
“Posisinya di kabupaten (Pekalongan) dan anak yang hasil daripada persetubuhan itu masih dirawat dan telah diadopsi di wilayah Banjarnegara. Tapi tidak apa-apa, ini kami masih banyak ya korban-korban lain, sehingga ya kita Insyaallah bisa, bisa teruskan perkara ini tanpa laporan dari si korban tersebut,” kata Riki.
Pihaknya mengimbau bagi para korban yang mengalami tindak kekerasan seksual melapor ke posko pengaduan di Satreskrim Polres Pekalongan Kota. Selain soal korban kekerasan seksual, polisi juga mengusut kabar soal adanya santri yang meninggal di ponpes tersebut.
“Ya informasi demikian, tapi kami masih apa mengumpulkan saksi-saksi yang ada dulu ya, karena itu kan posisinya juga sudah apa, sudah lama ya, tapi kita juga tidak menutup apa kemungkinan untuk kita lakukan pemeriksaan tambahan ataupun pendalaman tentang dugaan tersebut ya. Sementara masih ke kekerasan seksual terhadap santri, baik alumni ataupun yang masih di sana,” ungkap Riki.
“Dan kita juga dirikan posko pengaduan, dan kita siapkan safe house ya untuk bagi para saksi dan korban yang ingin melaporkan, yang mungkin khawatir mereka ini istilahnya diintimidasi atau diancam supaya tidak melaporkan adanya dugaan pelecehan seksual tersebut,” tambahnya.
Geger Kabar Santriwati Hamil Usai Mimpi
Kabar kehamilan misterius yang dialami seorang santriwati sempat bikin geger warga Kabupaten Pekalongan. Peristiwa ini kemudian viral di sosial media, karena orang tua santriwati itu menyebut anaknya tidak pernah berhubungan badan dengan siapapun.
Kebetulan santriwati itu juga mondok di ponpes tempat AKF. Selepas lulus dari MTs, santriwati berinisial F itu mondok 7 tahun lamanya. Namun, pada Desember 2025, telah melahirkan seorang anak laki-laki yang langsung diadopsi warga di Banjarnegara.
Ayah F, Slamet, mengungkapkan pihaknya telah menerima seluruh kejadian itu sebagai bagian dari ketetapan Allah.
“Putri kami berinisial F mengaku sama sekali tidak melakukan hubungan dengan siapapun. Kami bingung. Tapi saya meyakini kejadian ini adalah kehendak dan takdir Allah semata,” kata Slamet saat ditemui detikJateng, Senin (25/5).
Dia menyebut putrinya itu sering bermimpi. Baik selama mondok di pesantren maupun di rumah.
“Awalnya ia sering bermimpi, baik saat masih di pondok pesantren maupun saat berada di rumah. Sebelum diketahui hamil pun ia sudah sering bermimpi demikian, dan selama masa kehamilan berlangsung, ia hanya mengalami hal-hal berupa mimpi-mimpi saja,” jelasnya.***










