KOTA BEKASI – Ditarget bisa rampung akhir Juni 2026, warga meminta jembatan penyeberangan orang (JPO) yang terintegrasi langsung dengan lantai dua Stasiun Bekasi di Jalan Ir H Juanda, dilengkapi lift.
Penumpang KRL lainnya, Shafa (30), menilai jika fasilitas tambahan seperti lift di JPO akan lebih mudah diakses penyandang disabilitas hingga ibu hamil.
“Seharusnya di dekat JPO juga disediakan lift untuk memudahkan akses disabilitas, lansia, dan ibu hamil,” ujar Shafa, dilansir dari Kompas, Selasa (26/5/2026).
Menurut dia, keberadaan JPO dapat membantu mengurangi kemacetan, karena pejalan kaki tidak lagi menyeberang langsung di badan jalan.
“Plusnya penumpang KRL bisa langsung ke stasiun. Jadi kemacetannya bisa berkurang,” kata Shafa.
Ia bahkan menilai pelican crossing dengan tombol lampu lalu lintas bisa menjadi alternatif penyeberangan yang lebih nyaman dibandingkan JPO.
“Karena kan bikin jaraknya jadi lebih dekat. Enggak capek naik tangga,” kata dia.
Diberitakan, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi Idi Sutanto menargetkan JPO tersebut mulai dapat digunakan masyarakat pada akhir Juni 2026.
“Ya, akhir Juni target kami untuk beroperasi dan bisa dilewati masyarakat,” ujar Idi saat ditemui di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (25/5/2026).
Menurut Idi, pembangunan JPO tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan melalui kerja sama dengan pihak investor.
“Kami minta investor untuk bangun JPO. Nanti ada kompensasinya dia bisa pasang reklame di situ,” kata dia.
Ia menjelaskan, seluruh proses perizinan yang sebelumnya menjadi kendala kini telah rampung, termasuk perizinan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Kementerian Perhubungan.
Idi mengatakan, JPO tersebut dirancang terhubung langsung ke area Stasiun Bekasi agar masyarakat tidak lagi menyeberang melalui badan jalan.
Pembangunan JPO terintegrasi tersebut juga menjadi bagian dari penataan kawasan Stasiun Bekasi yang belakangan terus dilakukan untuk mendukung konektivitas transportasi publik di Kota Bekasi.
Meski demikian, fungsi JPO ke depan masih akan dikaji lebih lanjut bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, termasuk kemungkinan menjadikannya sebagai akses utama menuju stasiun.***
Sumber : Kompas.com










