KARAWANG – Nasional Human Resource Institute (NHRI) sukses menggelar Rapat Kerja (Raker) VII Semester II Tahun 2026, bertempat di Resto Dewi Air – Karawang, Minggu (21/6/2026).
Diketahui, kegiatan ini untuk me-review program kerja Semester I Tahun 2026, membedah program kerja Semester II Tahun 2026 (Juli–Desember), serta melakukan restrukturisasi kepengurusan untuk periode 2026–2029.
Dalam forum tersebut, seluruh bidang memaparkan capaian dan rencana program kerja masing-masing untuk semester kedua tahun 2026. Salah satu program unggulan yang menjadi fokus NHRI adalah penyelenggaraan sertifikasi profesi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM/HRD) untuk level Staff, Supervisor, dan Manager sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi praktisi SDM di Indonesia.
Selain itu, NHRI juga akan memperkuat networking dan kolaborasi strategis guna mencapai target keanggotaan sebanyak 1.000 perusahaan. Hingga hari ini, jumlah member NHRI tercatat telah mencapai 968 perusahaan. Target tersebut diharapkan dapat terealisasi menjelang perayaan Anniversary ke-3 NHRI yang akan diselenggarakan pada September 2026 mendatang.
Usai pelaksanaan anniversary, NHRI juga telah menetapkan agenda strategis berikutnya yaitu penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I yang akan digelar di Bandung pada Oktober 2026. Kegiatan tersebut direncanakan akan dihadiri oleh perwakilan pengurus dari berbagai daerah, antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, dan Batam.
Pada sesi restrukturisasi kepengurusan periode 2026–2029 yang dilakukan melalui mekanisme voting, peserta rapat secara aklamasi kembali memberikan kepercayaan kepada Arif Dianto untuk memimpin NHRI sebagai Ketua Umum.
Selain itu, terjadi sejumlah penyegaran organisasi melalui rolling jabatan dan pergantian beberapa posisi strategis, termasuk Ketua Harian yang kini dijabat oleh M. Iwan Hadi Permana.

Secara keseluruhan, komposisi kepengurusan mengalami perubahan sekitar 60 persen, meskipun mayoritas masih diisi oleh wajah-wajah lama yang telah berpengalaman dalam mengembangkan organisasi.
Dalam sambutannya, Arif Dianto menegaskan bahwa NHRI akan melakukan transformasi besar dari sekadar komunitas penyelenggara kegiatan menjadi sebuah HR Ecosystem Business yang mampu menghadirkan nilai tambah bagi dunia SDM dan dunia usaha di Indonesia.
“NHRI akan bertransformasi dari komunitas event menjadi HR Ecosystem Business. Kami ingin mengembangkan corporate partner dalam membangun HR Indonesia yang lebih profesional, kolaboratif, dan berdampak,” ujar pengusaha properti sektor pengadaan perumahan subsidi, komersil dan cluster itu.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan corporate partner akan mencakup berbagai kategori strategis, antara lain HR Technology, Recruitment & Assessment, Industrial Workforce Services, Employee Benefit & Insurance, serta Business & Professional Services.
Menutup arahannya, Arif mengajak seluruh pengurus dan anggota NHRI untuk terus melakukan peningkatan kapasitas organisasi melalui pola pikir yang terbuka dan kolaboratif.
“NHRI harus terus melakukan upgrade dan open minds yang berbasis kolaborasi tanpa batas, sehingga mampu bertumbuh tanpa henti serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi praktisi SDM, dunia usaha, dan masyarakat,” pungkasnya.
Raker VII ini menjadi momentum penting bagi NHRI dalam memperkuat fondasi organisasi, meningkatkan kompetensi anggota, memperluas jaringan kemitraan, serta mempersiapkan berbagai agenda strategis menuju organisasi SDM yang semakin profesional dan berdaya saing di tingkat nasional.***










