PURWAKARTA – Kasus kematian Yogi Saleh, seorang pejabat Pemkab Purwakarta – Jawa Barat, terus menjadi perhatian publik terkait pertanyaan apakah Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah BKAD ini meninggal bunuh diri atau dibunuh karena alasan tindak pidana.
Meski almarhum ditemukan tewas di rumahnya dalam kondisi bersimbah darah, tetapi munculnya dugaan sementara jika almarhum tewas bunuh diri, karena polisi tidak menemukan tanda-tanda aksi perampokan di TKP.
Yaitu dimana barang berharga milik korban seperti dompet, uang tunai, telepon genggam, dan identitas masih berada di tempatnya.
Hingga sampai saat ini, pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan secara pasti penyebab kematian Yogi Saleh. Penyidik masih membuka dua kemungkinan, yakni antara dugaan bunuh diri atau tindak pidana.
“Ini masih dugaan sementara berdasarkan temuan di lapangan. Kami belum bisa menyimpulkan apakah korban meninggal karena bunuh diri atau tindak pidana,” ujar Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara.
Diketahui, Yogi Saleh ditemukan meninggal dunia dengan kondisi bersimbah darah di rumahnya di Jalan Patinggi III, Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, pada Minggu (14/6/2026) malam.
Korban terakhir kali berada di rumah seorang diri. Pada saat kejadian, istri korban bersama anak dan mertuanya sedang menghadiri acara wisuda di Hotel Harper Purwakarta sekitar pukul 16.00 WIB.
Sekitar pukul 19.30 WIB, keluarga kembali ke rumah dan mendapati kondisi rumah dalam keadaan terkunci dengan seluruh lampu padam.
Karena tidak mendapat respons dari korban, istri korban kemudian masuk melalui jendela yang dicongkel. Saat masuk ke dalam rumah, keluarga menemukan ceceran darah di depan pintu kamar.
Setelah pintu kamar dibuka, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa dan bersimbah darah.
Pihak keluarga korban menyampaikan keraguan terhadap penyebab kematian yang masih belum jelas. Mereka meminta agar kepolisian mengusut kasus ini secara transparan dan menyeluruh.
Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang bukti di dalam kamar korban. Barang-barang tersebut saat ini sedang dianalisis untuk mengetahui keterkaitannya dengan peristiwa kematian.
Beberapa barang yang ditemukan di lokasi antara lain sebuah tangga, dua potong kabel yang sudah terputus, satu ikat pinggang, hingga sebilah pisau dapur berwarna kuning dengan panjang sekitar 10–15 sentimeter.
Polisi menegaskan bahwa seluruh barang tersebut masih dalam pendalaman untuk mengetahui apakah memiliki hubungan langsung dengan peristiwa kematian korban.(Dari berbagai sumber***)










