JAKARTA – Juru bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, merespons tuntutan mahasiswa dalam aksi demonstrasi pada Jumat (12/6/2026) pekan lalu.
Salah satu tuntutan mahasiswa terkait program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Menurut Bahtra, MBG merupakan program yang mulia dan memiliki tujuan yang baik.
Terkait soal MBG, saya ingin menegaskan ini adalah program yang sangat mulia, tujuannya baik, untuk memperbaiki gizi anak-anak Indonesia di masa depan, untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang,” jelasnya dalam dialog Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Senin (15/6/2026).
Sebab itu, menurutnya, program strategis pemerintah tersebut harus didukung semua pihak.
Meski begitu, ia juga tidak memungkiri adanya penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan MBG.
Terkait hal itu, menurut Bahtra, Prabowo telah melakukan tindakan tegas dengan mengganti tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang diduga terlibat.
“Bahwa di sana ada penyimpangan yang terjadi ada pengelolaan yang tidak jujur, nah itu lah yang disayangkan oleh Presiden Prabowo. Maka dari itu, beliau langsung melakukan tindakan yang tegas, mengganti kepala BGN, terus kemudian menginstruksikan kepada kepala BGN yang baru untuk memperbaiki tata kelolanya,” ucapnya.
“Kemudian kedua agar anggarannya betul-betul tepat sasaran, agar anggaran yang dianggap tidak penting itu harus dihilangkan, kemudian harus ada refocusing programnya, bagaimana agar lebih tepat sasaran bagaimana agar daya jangkauanya betul-betul masyarakat yang butuhkan.”
Dengan demikian, kata Bahtra, apa yang dilakukan Prabowo juga sejalan dengan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.
Ia menyebut Presiden Prabowo sejatinya sudah menginstruksikan kepala daerah untuk melakukan penghematan dan efisiensi anggaran, jauh sebelum adanya demo mahasiswa.
“Terkait dengan tuntutan teman-teman BEM tentu ada lima poin, saya ingin menegaskan bahwa tuntutan tersebut sebetulnya jauh sebelum teman-teman menyampaikan itu, Pak Prabowo sudah mewanti-wanti kepada kepala-kepala daerah untuk melakukan penghematan anggaran, jangan melakukan pemborosan,” ucapnya.
Pak Prabowo konsisten di situ ya, semenjak beliau berkampanye jauh sebelum menjadi Presiden, ini selalu disampaikan bahwa APBN kita terlalu besar kebocorannya, maka ini harus diperbaiki dengan cara melakukan penghematan dan efisiensi tentunya.”
Hal itu, kata Bahtra, juga telah dilaksanakan, baik oleh kementerian/lembaga maupun kepala daerah di kabupaten/kota hingga provinsi.
“Artinya sejalan dengan apa yang disampaikan oleh teman-teman mahasiswa,” tegasnya.***
Artikel ini telah tayang di Kompastv : https://www.kompas.tv/nasional/674904/juru-bicara-gerindra-respons-tuntutan-mahasiswa-mbg-adalah-program-mulia-tujuannya-baik?page=all










