BEKASI – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Provinsi Jawa Barat tahap kedua di Desa Sukamahi, Kabupaten Bekasi tuntas 20 Juni 2026, sehingga bisa beroperasi mulai tahun ajaran baru 2026/2027.
Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, Kuswara menyatakan ada tiga lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Barat yang ditargetkan siap beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027, salah satunya di wilayah Kabupaten Bekasi.
“Insya Allah kami semua, termasuk dengan penyedia jasa terus berupaya agar di semua lokasi murid-muridnya sudah bisa beraktivitas, meskipun di beberapa lokasi belum bisa full beraktivitas sesuai dengan target,” katanya saat meninjau SR Kabupaten Bekasi, Jumat.
Ia menjelaskan SR Kabupaten Bekasi dibangun di atas lahan seluas 5,4 hektare dengan total luas bangunan mencapai sekitar 26 ribu meter persegi. Kompleks pendidikan tersebut terdiri atas 23 struktur bangunan yang dirancang untuk mendukung sistem pendidikan berasrama.
“Jadi, sistemnya adalah boarding school, sehingga semua murid dan guru akan tinggal dalam satu kompleks. Di sini ada asrama untuk murid dan guru, sehingga mereka tinggal di kompleks ini dalam rangka proses belajar mengajar,” jelasnya.
Ia menyebutkan fasilitas Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi meliputi ruang kelas, ruang asrama siswa dan siswi serta ruang asrama untuk wali asrama maupun tenaga pendidik.
Selain itu, ada fasilitas olahraga, seperti lapangan basket, mini soccer, lapangan upacara, ruang ibadah, ruang makan hingga kantin dan dapur yang berfungsi untuk penyediaan konsumsi bagi murid serta guru yang akan tinggal maupun belajar di sekolah.
Kuswara memaparkan berdasarkan data progres per Kamis (11/6/2026), pembangunan SR Kabupaten Bekasi telah mencapai 83,1 persen. Sedangkan alokasi anggaran pembangunannya mencapai Rp262 miliar.
Dari aspek kapasitas, Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi dapat menampung hingga 1.080 siswa saat telah beroperasi penuh nanti, terdiri atas 540 siswa SD, 270 siswa SMP dan 270 siswa SMA. Pada tahap awal, jumlah peserta didik yang diterima masih bertahap dan belum mencapai kapasitas maksimal.
“Pada tahap awal, baru sebagian siswa yang akan masuk. Terdapat dua kategori peserta didik, yakni siswa sekolah rintisan yang telah berjalan sebelumnya serta yang akan masuk adalah siswa baru,” katanya.
“Untuk siswa baru, yaitu SD sebanyak tiga ruang kelas dengan total 90 siswa, SMP juga tiga ruang kelas dengan 90 siswa, begitu pula jenjang SMA, yakni tiga ruang kelas untuk 90 siswa, sehingga totalnya mencapai 270 siswa, sesuai target yang ditetapkan Kementerian Sosial,” imbuhnya.
Secara nasional, Kuswara menyebut ada 93 titik pembangunan Sekolah Rakyat yang sedang berlangsung. Proyek tersebut melibatkan 84 ribu pekerja dalam skala nasional.
“Sementara secara khusus untuk proyek SR di Kabupaten Bekasi, jumlah tenaga kerja yang terlibat sekitar 900 orang. Jadi, ini membangkitkan aktivitas ekonomi yang sangat signifikan,” katanya.
Dia mengaku optimistis seluruh pekerjaan utama dapat diselesaikan sesuai target pembangunan, sehingga Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi dapat beroperasi sebagai pusat kegiatan belajar mengajar pada Juli 2026.***
Artikel ini telah tayang di AntaraNews : https://m-antaranews-com.cdn.ampproject.org/v/s/m.antaranews.com/amp/berita/5605955/kementerian-pu-targetkan-sr-kabupaten-bekasi-tuntas-20-juni-2026?amp_gsa=1&_js_v=a9&usqp=mq331AQIUAKwASCAAgM%3D#amp_tf=Dari%20%251%24s&aoh=17814067081395&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&share=https%3A%2F%2Fwww.antaranews.com%2Fberita%2F5605955%2Fkementerian-pu-targetkan-sr-kabupaten-bekasi-tuntas-20-juni-2026










