Minggu, Juli 12, 2026
spot_img

Sekolah Rakyat di Bekasi Selesai 20 Juni, Bisa Menampung 1.080 Siswa

BEKASI – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Provinsi Jawa Barat tahap kedua di Desa Sukamahi, Kabupaten Bekasi tuntas 20 Juni 2026, sehingga bisa beroperasi mulai tahun ajaran baru 2026/2027.

Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, Kuswara menyatakan ada tiga lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Barat yang ditargetkan siap beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027, salah satunya di wilayah Kabupaten Bekasi.

“Insya Allah kami semua, termasuk dengan penyedia jasa terus berupaya agar di semua lokasi murid-muridnya sudah bisa beraktivitas, meskipun di beberapa lokasi belum bisa full beraktivitas sesuai dengan target,” katanya saat meninjau SR Kabupaten Bekasi, Jumat.

Ia menjelaskan SR Kabupaten Bekasi dibangun di atas lahan seluas 5,4 hektare dengan total luas bangunan mencapai sekitar 26 ribu meter persegi. Kompleks pendidikan tersebut terdiri atas 23 struktur bangunan yang dirancang untuk mendukung sistem pendidikan berasrama.

Berita Lainnya  Dedi Mulyadi Ingin Pastikan Semua Anak di Jabar Bisa Sekolah

“Jadi, sistemnya adalah boarding school, sehingga semua murid dan guru akan tinggal dalam satu kompleks. Di sini ada asrama untuk murid dan guru, sehingga mereka tinggal di kompleks ini dalam rangka proses belajar mengajar,” jelasnya.

Ia menyebutkan fasilitas Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi meliputi ruang kelas, ruang asrama siswa dan siswi serta ruang asrama untuk wali asrama maupun tenaga pendidik.

Selain itu, ada fasilitas olahraga, seperti lapangan basket, mini soccer, lapangan upacara, ruang ibadah, ruang makan hingga kantin dan dapur yang berfungsi untuk penyediaan konsumsi bagi murid serta guru yang akan tinggal maupun belajar di sekolah.

Kuswara memaparkan berdasarkan data progres per Kamis (11/6/2026), pembangunan SR Kabupaten Bekasi telah mencapai 83,1 persen. Sedangkan alokasi anggaran pembangunannya mencapai Rp262 miliar.

Berita Lainnya  Aturan Teknis Belum Jelas, Sekolah Swasta di Purwakarta Bingung Jalankan Program SSK Dedi Mulyadi

Dari aspek kapasitas, Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi dapat menampung hingga 1.080 siswa saat telah beroperasi penuh nanti, terdiri atas 540 siswa SD, 270 siswa SMP dan 270 siswa SMA. Pada tahap awal, jumlah peserta didik yang diterima masih bertahap dan belum mencapai kapasitas maksimal.

“Pada tahap awal, baru sebagian siswa yang akan masuk. Terdapat dua kategori peserta didik, yakni siswa sekolah rintisan yang telah berjalan sebelumnya serta yang akan masuk adalah siswa baru,” katanya.

“Untuk siswa baru, yaitu SD sebanyak tiga ruang kelas dengan total 90 siswa, SMP juga tiga ruang kelas dengan 90 siswa, begitu pula jenjang SMA, yakni tiga ruang kelas untuk 90 siswa, sehingga totalnya mencapai 270 siswa, sesuai target yang ditetapkan Kementerian Sosial,” imbuhnya.

Berita Lainnya  Gedung Serbaguna Kampus Unsika 2 Mulai Dibangun

Secara nasional, Kuswara menyebut ada 93 titik pembangunan Sekolah Rakyat yang sedang berlangsung. Proyek tersebut melibatkan 84 ribu pekerja dalam skala nasional.

“Sementara secara khusus untuk proyek SR di Kabupaten Bekasi, jumlah tenaga kerja yang terlibat sekitar 900 orang. Jadi, ini membangkitkan aktivitas ekonomi yang sangat signifikan,” katanya.

Dia mengaku optimistis seluruh pekerjaan utama dapat diselesaikan sesuai target pembangunan, sehingga Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi dapat beroperasi sebagai pusat kegiatan belajar mengajar pada Juli 2026.***

Artikel ini telah tayang di AntaraNews : https://m-antaranews-com.cdn.ampproject.org/v/s/m.antaranews.com/amp/berita/5605955/kementerian-pu-targetkan-sr-kabupaten-bekasi-tuntas-20-juni-2026?amp_gsa=1&amp_js_v=a9&usqp=mq331AQIUAKwASCAAgM%3D#amp_tf=Dari%20%251%24s&aoh=17814067081395&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&ampshare=https%3A%2F%2Fwww.antaranews.com%2Fberita%2F5605955%2Fkementerian-pu-targetkan-sr-kabupaten-bekasi-tuntas-20-juni-2026

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Belum Ada Urgensi Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda

KARAWANG - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Sjamsurijal menilai belum ada urgensi terkait perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda. Cucun pun meminta...

Bejat! Anak Sendiri kok Dicabuli, Si Gondrong Kini Sudah Diringkus Polisi

KARAWANG - DH (46), seorang ayah asal Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini terpaksa diringkus polisi, setelah kedapatan memperkosa anak kandungnya sendiri. Ironisnya,...

Bikin Bingung! Dedi Mulyadi Sebut Jalan Bergelombang Interchange Karawang Barat Kewenangan Jasa Marga

KARAWANG - Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) merespon keluhan masyarakat mengenai banyaknya kecelakaan lalu lintas yang disebabkan jalan bergelombang di Jalan Interchange...

Ono Surono dan Dedi Mulyadi Sependapat Tak Perlu Ada Perubahan Nama Jawa Barat Menjadi Tatar Sunda

BANDUNG - Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono hingga Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi alias KDM secara terpisah mengutarakan pendapat senada bahwa...

Pertama, Presiden Prabowo Luncurkan Biodiesel B50 di KM 57A Karawang

KARAWANG - Presiden Prabowo meluncurkan Biodiesel B50 di Rest Area KM 57A, Tol Jakarta - Cikampek, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan