Sabtu, November 7, 2026
Google search engine

Presiden Prabowo Disarankan ‘Puasa Pidato’ untuk Redam Kemarahan Rakyat

JAKARTA – Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak berpidato dalam beberapa waktu ke depan.

Hal ini dimaksudkan untuk meredam kemarahan publik terhadap pemerintah.

Menurut Pangi, berbagai kritik hingga aksi demo unjuk rasa yang terjadi tidak semata-mata karena kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

Tetapi, Prabowo dinilai gagal menjaga sentimen masyarakat melalui pidato-pidatonya yang dinilai Pangi banyak yang tidak terarah.

“Menurut saya, enggak usah Prabowo pidato dulu, 1-2 bulan ini pasti mereda negara ini. Yakin sama saya, berhenti Pak Prabowo itu pidato dua bulan ini.”

“Jangankan dua bulan, seminggu ini berhenti pidato, enggak ada orang demo lagi,” ungkap Pangi saat dihubungi Tribunnews.com melalui sambungan telepon, Jumat (11/6/2026).

Setelah itu, lanjut Pangi, pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan ekonomi yang langsung menyentuh dapur masyarakat.

Mulai menurunkan harga Pertamax, menggratiskan premi BPJS Kesehatan, menurunkan token listrik, hingga merealisasikan pemotongan komisi aplikasi ojek online menjadi 8 persen yang telah dijanjikan sebelumnya.

“Presiden Prabowo berhenti untuk ngotot. Jangan maksa gitu aja. Jangan ngeyel.”

Berita Lainnya  Warga Kembali Terpapar Gas Kaustik, LBH Cakra Indonesia Desak PT. Pindo Deli 2 Diproses Pidana Korporasi

“Jangan coba-coba nantangin rakyat. Kasian. Jangan-jangan Presiden Prabowo ini lebih banyak prestasi daripada Jokowi. Cuma ketika dia pidato, justru menghilangkan semua prestasi itu,” ungkap Pangi.

Sumber : TribunNews

Pidato Prabowo Tidak Terarah

Pangi menilai banyak pidato Prabowo yang terlalu ‘liar’ dan tidak terarah.

Ia mencontohkan pidato Prabowo dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).

Dalam penggalan pidatonya, Prabowo berpesan untuk mengabaikan pihak yang nyinyir.

Prabowo juga melihatkan mimik muka manyunnya sambil berucap “nyenye-nyenye”.

“Saya ingatkan dari dulu, presiden kenapa pidatonya kok begini terus. Nggak terarah, liar, di luar kendali. Yang nyenye-nyenyein dengan wajah mimik-mimik begitu, ini kayak nggak ada tim khusus. Nggak ada yang mengingatkan,” ungkap Pangi.

Pada pidato itu, Prabowo mengingatkan mengenai pepatah anjing menggonggong kafilah berlalu.

“Yang nyinyir-nyinyir, ingat ya, ajaran dari guru-guru kita, biar anjing menggonggong, kafilah tetap terus,” ungkap Prabowo.

Mantan Menteri Pertahanan RI itu menekankan, Indonesia membutuhkan para pengusaha yang militan, semangat, cerdas, da tidak mengenal menyerah.

Berita Lainnya  Roy Suryo Tertawa Saat Jokowi Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Para pengusaha harus bangkit saat terjatuh.

“Jatuh, bangkit lagi, jatuh bangkit lagi, jatuh lagi bangkit lagi. Dan selalu saya titip, kita harus bersatu. Gotong royong. Kalau ada yang menghasut pecah belah yakinlah dia bekerja untuk orang lain, bukan untuk orang indonesia,” tegasnya.

Prabowo mengatakan, Indonesia sudah berada di jalan yang benar. Untuk itu, tidak perlu mendengarkan komentar pihak yang nyinyir.

“Kita berada di jalan yang bener. Kita akan menuju kemenangan dan kehebatan saudara sekalian.”

“Dulu, waktu pejuang-pejuang kita, waktu mereka mengatakan merdeka banyak juga yang nyinyir merdeka. Bagaimana kita mau merdeka bikin peniti saja tidak bisa, tetapi kita merdeka,” ungkap Prabowo.

Bandingkan dengan Jokowi

Lebih lanjut, dalam urusan menjaga sentimen masyarakat, Pangi menilai Jokowi lebih unggul daripada Prabowo.

Meskipun, bisa jadi prestasi Prabowo lebih baik daripada Jokowi.

Menurut Pangi, esensi utama seorang pemimpin di Indonesia sebenarnya sangat sederhana, yaitu kemampuan memahami dan menjaga hati rakyat.

Itulah yang menurutnya menjadi kekuatan utama Jokowi selama menjabat.

“Jokowi itu kan ilmunya menjaga perasaan rakyat. Menjaga pencitraannya. Kerja Jokowi apa? Biasa aja, infrastruktur yang dibangun juga begitu-begitu aja,” ujar Pangi.

Berita Lainnya  Menghilang Setelah Penetapan Tersangka Listyo Sigit, Seskab Teddy Akhirnya Muncul Dampingi Prabowo

Ia menambahkan bahwa prestasi terbaik sebuah pemerintahan bukanlah diukur dari pembangunan fisik, melainkan sejauh mana negara mampu membuat masyarakatnya tenang.

“Prestasi negara itu adalah sejauh mana mereka punya kemampuan untuk menggembirakan hati rakyat. Menggembirakan hati rakyat itu bagian dari prestasi. Menjaga perasaan rakyat itu bagian dari kinerja.”

Sebaliknya, Pangi menilai Prabowo saat ini terkesan kaku, keras, dan enggan memperbaiki pola komunikasinya dengan publik, sehingga memicu resistensi yang kuat di masyarakat.

“Kemudian presiden yang selalu ngeyel, presiden yang nggak mau memperbaiki cara berkomunikasinya dengan rakyatnya, yang tetap ngotot dengan cara-cara. Diingatkan kalau bahasa orangnya keras batu, itu yang terlalu dipaksakan dengan keyakinan mereka,” ungkapnya.***

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengamat Sarankan Prabowo Puasa Pidato untuk Redam Kemarahan Rakyat, https://www.tribunnews.com/nasional/7841663/pengamat-sarankan-prabowo-puasa-pidato-untuk-redam-kemarahan-rakyat?page=3.
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Whiesa Daniswara

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan