Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Misteri Kematian Tragis ASN Purwakarta, Polisi Kembali Olah TKP dan Periksa 5 Saksi

PURWAKARTA – Misteri kematian tragis Yogi Saleh, seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Jawa Barat, terus didalami pihak kepolisian.

Untuk mengungkap tabir di balik kasus ini, Tim Pusat Identifikasi (Pusident) Bareskrim Polri bersama Polda Jabar dan Polres Purwakarta menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan, Rabu (17/6/2026) sore.

Petugas gabungan menyisir ulang setiap sudut rumah korban yang berlokasi di Jalan Patinggi Tiga, Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta.

Langkah ini dilakukan guna merangkai potongan teka-teki penyebab pasti tewasnya korban yang ditemukan bersimbah darah.

Guna mempercepat pengungkapan kasus, Satreskrim Polres Purwakarta bergerak cepat memeriksa orang-orang terdekat korban yang berada di pusaran aktivitas sebelum kejadian.

Berita Lainnya  Pria ini Dilaporkan ke Polisi Setelah Mengaku Bertemu dengan Allah dan Rasulullah

“Hingga sore ini, kami sudah memeriksa sedikitnya lima orang saksi. Mereka terdiri dari istri korban, mertua korban, serta tiga orang rekan kerja Yogi Saleh di Pemkab Purwakarta,” kata Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, Rabu (17/6/2026).

Yogi Saleh sebelumnya ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya pada Minggu malam. Berdasarkan data kedokteran forensik, korban dipastikan mengalami kekerasan fatal sebelum mengembuskan napas terakhir.

Dari hasil autopsi sementara, polisi menemukan empat luka tusuk mematikan di tubuh korban tiga luka tusuk di bagian leher dan luka tusuk tepat di bagian ulu hati.

Dalam olah TKP lanjutan yang berlangsung ketat, tim Pusident Bareskrim Polri memberikan perhatian khusus pada struktur bangunan rumah korban. Polisi menemukan sebuah kejanggalan yang diduga kuat berkaitan dengan keberadaan pelaku.

Berita Lainnya  Ratusan Pelajar di Cileungsi - Bogor Jadi Korban Konten Pornografi AI

Penyidik mendapati kondisi plafon rumah yang sudah dalam keadaan jebol. Tepat di bawah plafon yang rusak tersebut, ditemukan sebuah tangga yang masih berdiri tegak. Temuan ini langsung diamankan dan didalami secara intensif untuk menyusun kronologi masuk atau keluarnya orang asing ke dalam rumah.

Selain memeriksa saksi, penyidik juga menyita dua unit telepon genggam (handphone), masing-masing milik korban dan milik istri korban. Kedua gawai tersebut langsung dikirim ke Tim Forensik Digital Polda Jawa Barat untuk diperiksa jejak digitalnya, termasuk riwayat percakapan terakhir.

Berita Lainnya  Awalnya Garang Sambil Bawa Parang, Ujung-ujungnya Minta Maaf

Polisi Kejar Pelaku dan Dalami Motif

Hingga saat ini, area kediaman korban masih dipasangi garis polisi (police line) dan dijaga ketat oleh petugas. Penyidik gabungan menegaskan masih terus bekerja di lapangan untuk memburu pelaku utama serta mengungkap motif asli di balik pembunuhan sadis pejabat daerah ini.

Polisi mengimbau masyarakat luas agar tetap tenang, tidak berspekulasi liar di media sosial, dan memercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada penyelidikan resmi kepolisian.***

Artikel ini telah tayang di iNews.id : https://www.inews.id/amp/regional/jabar/bareskrim-polri-olah-tkp-kasus-kematian-pejabat-pemkab-purwakarta-5-saksi-diperiksa/2

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan