Kamis, Juni 18, 2026
spot_img

Misteri Kematian Tragis ASN Purwakarta, Polisi Kembali Olah TKP dan Periksa 5 Saksi

PURWAKARTA – Misteri kematian tragis Yogi Saleh, seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Jawa Barat, terus didalami pihak kepolisian.

Untuk mengungkap tabir di balik kasus ini, Tim Pusat Identifikasi (Pusident) Bareskrim Polri bersama Polda Jabar dan Polres Purwakarta menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan, Rabu (17/6/2026) sore.

Petugas gabungan menyisir ulang setiap sudut rumah korban yang berlokasi di Jalan Patinggi Tiga, Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta.

Langkah ini dilakukan guna merangkai potongan teka-teki penyebab pasti tewasnya korban yang ditemukan bersimbah darah.

Guna mempercepat pengungkapan kasus, Satreskrim Polres Purwakarta bergerak cepat memeriksa orang-orang terdekat korban yang berada di pusaran aktivitas sebelum kejadian.

Berita Lainnya  Karawang Darurat Pedofil Anak, Kompak Law Firm Minta DP3A dan KPAI Lebih Pro Aktif

“Hingga sore ini, kami sudah memeriksa sedikitnya lima orang saksi. Mereka terdiri dari istri korban, mertua korban, serta tiga orang rekan kerja Yogi Saleh di Pemkab Purwakarta,” kata Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, Rabu (17/6/2026).

Yogi Saleh sebelumnya ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya pada Minggu malam. Berdasarkan data kedokteran forensik, korban dipastikan mengalami kekerasan fatal sebelum mengembuskan napas terakhir.

Dari hasil autopsi sementara, polisi menemukan empat luka tusuk mematikan di tubuh korban tiga luka tusuk di bagian leher dan luka tusuk tepat di bagian ulu hati.

Dalam olah TKP lanjutan yang berlangsung ketat, tim Pusident Bareskrim Polri memberikan perhatian khusus pada struktur bangunan rumah korban. Polisi menemukan sebuah kejanggalan yang diduga kuat berkaitan dengan keberadaan pelaku.

Berita Lainnya  LBH Arya Mandalika Dorong Polisi Tetapkan Tersangka dari Manajemen Theatre Night Mart

Penyidik mendapati kondisi plafon rumah yang sudah dalam keadaan jebol. Tepat di bawah plafon yang rusak tersebut, ditemukan sebuah tangga yang masih berdiri tegak. Temuan ini langsung diamankan dan didalami secara intensif untuk menyusun kronologi masuk atau keluarnya orang asing ke dalam rumah.

Selain memeriksa saksi, penyidik juga menyita dua unit telepon genggam (handphone), masing-masing milik korban dan milik istri korban. Kedua gawai tersebut langsung dikirim ke Tim Forensik Digital Polda Jawa Barat untuk diperiksa jejak digitalnya, termasuk riwayat percakapan terakhir.

Berita Lainnya  Terjatuh ke Septic Tank, Curanmor di Purwakarta Tewas Diamuk Massa

Polisi Kejar Pelaku dan Dalami Motif

Hingga saat ini, area kediaman korban masih dipasangi garis polisi (police line) dan dijaga ketat oleh petugas. Penyidik gabungan menegaskan masih terus bekerja di lapangan untuk memburu pelaku utama serta mengungkap motif asli di balik pembunuhan sadis pejabat daerah ini.

Polisi mengimbau masyarakat luas agar tetap tenang, tidak berspekulasi liar di media sosial, dan memercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada penyelidikan resmi kepolisian.***

Artikel ini telah tayang di iNews.id : https://www.inews.id/amp/regional/jabar/bareskrim-polri-olah-tkp-kasus-kematian-pejabat-pemkab-purwakarta-5-saksi-diperiksa/2

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

KPK Putuskan Tidak Lanjutkan Penyelidikan Korupsi MBG

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan untuk sementara waktu tidak melanjutkan penyelidikan kasus dugaan korupsi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan...

Komisi XIII DPR Semprot Pigai karena Mendadak Usulkan Tambahan Anggaran di Tengah Rapat

JAKARTA - Komisi XIII DPR menegur Menteri HAM Natalius Pigai karena mengusulkan tambahan anggaran secara mendadak di tengah rapat Komisi XIII DPR, Kompleks Parlemen,...

Kasus Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Bekasi Mulai Disidang, JPU Sebut Kerugian Negara Capai Rp 21,7 Miliar

BANDUNG - Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Bandung mulai menggelar sidang perdana kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

Dua Aksi Unjuk Rasa Berbeda di Jakarta, Mahasiswa Kritik Prabowo-Gibran, Massa Orang Tua Dukung MBG Dilanjutkan

JAKARTA - Dua aksi unjuk rasa beda aspirasi digelar di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026). Aksi pertama digelar Aliansi Masyarakat Jakarta Timur,...

Bawa Replika Alat Hukuman Pancung, Massa Aksi BEM SI Kepung DPRD Jawa Barat

BANDUNG - Dengan membawa replika alat hukuman pancung, ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Barat menggelar aksi...

Hukum

KPK Putuskan Tidak Lanjutkan Penyelidikan Korupsi MBG

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan untuk sementara waktu tidak melanjutkan penyelidikan kasus dugaan korupsi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan