Kamis, Agustus 20, 2026
spot_img

Guru Ngaji Diduga Cabuli Sejumlah Murid Laki-laki, Gak Mau Diusir dari Kampung Berakhir Rumah Dikepung

SUKABUMI – Sebuah video yang memperlihatkan aksi pengepungan rumah oleh massa di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mendadak viral di media sosial.

Kemarahan warga tersebut dipicu oleh dugaan pencabulan yang dilakukan seorang oknum guru ngaji terhadap anak di bawah umur.

Peristiwa ini terjadi di Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi pada Jumat (31/7/2026).

Dalam rekaman berdurasi 1 menit 13 detik, tampak puluhan warga memadati halaman hingga teras sebuah rumah panggung. Suasana sempat memanas saat warga yang emosional mengamankan seorang pria berkemeja putih di tengah kerumunan.

Informasi yang beredar menyebutkan oknum guru ngaji tersebut diduga mencabuli sejumlah murid laki-laki. Terduga pelaku juga dilaporkan sempat berusaha melarikan diri setelah aksinya diketahui warga.

Berita Lainnya  BNN Gerebek Kampung Bahari, Warga Melawan Lempar Batu hingga Petasan

Kepala Desa Cihaur, Asep, membenarkan adanya gejolak warga di wilayahnya. Namun, ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Desa (Pemdes) Cihaur awalnya tidak menerima laporan resmi mengenai dugaan tindak pidana tersebut.

“Mengingat kejadian kemarin, saya selaku Pemdes Desa Cihaur memang tidak menerima laporan (resmi) dari masyarakat, para tokoh, maupun pihak korban,” ujar Asep saat dikonfirmasi detikJabar, Sabtu (1/8/2026).

Asep menjelaskan, Kepala Dusun setempat sebenarnya telah menyarankan keluarga korban untuk segera melapor ke desa maupun kepolisian. Namun, pihak keluarga saat itu memilih untuk menempuh jalur kekeluargaan.

Berita Lainnya  Alami Muntah-muntah, Puluhan Siswa SDN 01 Ciherang - Bogor Diduga Keracunan MBG

“Menurut informasi, dari pihak korban jangan dulu laporan karena mau diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Asep.

Setelah melalui serangkaian musyawarah antara warga dan keluarga korban, akhirnya disepakati bahwa terduga pelaku harus meninggalkan lingkungan desa.

“Musyawarah demi musyawarah ternyata melahirkan satu keputusan dari warga masyarakat, termasuk pihak korban, yaitu mengusir si pelaku dari Desa Cihaur,” tutur Asep.

Merespons kabar yang kian meluas, Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan penyelidikan awal. Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah mendalami kebenaran informasi tersebut.

Berita Lainnya  Mulut Dilakban, Nenek ini Dirampok Tetangga Saat Mau Laksanakan Salat Dzuhur

“Iya betul, kami sudah mendapatkan informasi itu. Anggota kita juga sudah ke sana untuk mengecek kebenaran informasi yang beredar di media sosial tersebut,” ujar Dudi.

Hingga saat ini, kepolisian masih mengumpulkan fakta-fakta di lapangan, termasuk melacak keberadaan para korban untuk dimintai keterangan.

“Saat ini kami masih menelusuri ya, karena yang katanya korban juga belum kita temukan laporan soal itu (pencabulan) juga tidak ada, masih kita cek lagi,” kata Dudi.***

Sumber : Detikcom

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Jika Tidak Ditutup, Habib Bahar Ancam Bakar Pabrik Miras di Bogor

BOGOR - Ratusan massa yang terdiri dari organisasi masyarakat (ormas), ulama, warga, dan santri menggelar aksi demonstrasi di depan PT Intitirta Sarimakmur di Desa...

Kepala Inspektorat Banda Aceh Ditangkap Bareng Pasangan Sejenis

BANDA ACEH - Kepala Inspektorat Kota Banda Aceh, FD (52) ditangkap polisi syariah bersama pasangan sejenis di kantornya. FD sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kasatpol PP-Wilayatul...

Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus

JAKARTA - Rencana massa mahasiswa menggelar aksi di Bundaran HI, Jakarta, Selasa (18/8/2026), berakhir tanpa mencapai titik tujuan. Setelah tertahan barikade kepolisian di depan...

Praperadilan Febrie Ardiansyah Minta Hakim Batalkan Status Tersangka dan Kembalikan Barang Sitaan

JAKARTA - Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah melalui kuasa hukumnya, Muhammad Farizi, meminta Hakim Tunggal Richard Edwin mengabulkan seluruh permohonan praperadilan yang diajukannya. Dalam permohonan yang...

Karnaval Agustusan di Cicalengka Berujung Ricuh dan Adu Jotos

BANDUNG - Karnaval perayaan HUT ke-81 RI di Jalan Raya Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada Senin (17/8/2026) berujung ricuh akibat sekelompok orang yang diduga mabuk...

Hukum

Kepala Inspektorat Banda Aceh Ditangkap Bareng Pasangan Sejenis

BANDA ACEH - Kepala Inspektorat Kota Banda Aceh, FD (52) ditangkap polisi syariah bersama pasangan sejenis di kantornya. FD sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kasatpol PP-Wilayatul...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan