Sabtu, November 7, 2026
Google search engine

Guru Ngaji Diduga Cabuli Sejumlah Murid Laki-laki, Gak Mau Diusir dari Kampung Berakhir Rumah Dikepung

SUKABUMI – Sebuah video yang memperlihatkan aksi pengepungan rumah oleh massa di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mendadak viral di media sosial.

Kemarahan warga tersebut dipicu oleh dugaan pencabulan yang dilakukan seorang oknum guru ngaji terhadap anak di bawah umur.

Peristiwa ini terjadi di Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi pada Jumat (31/7/2026).

Dalam rekaman berdurasi 1 menit 13 detik, tampak puluhan warga memadati halaman hingga teras sebuah rumah panggung. Suasana sempat memanas saat warga yang emosional mengamankan seorang pria berkemeja putih di tengah kerumunan.

Informasi yang beredar menyebutkan oknum guru ngaji tersebut diduga mencabuli sejumlah murid laki-laki. Terduga pelaku juga dilaporkan sempat berusaha melarikan diri setelah aksinya diketahui warga.

Berita Lainnya  Polisi Imbau Masyarakat Tidak Berspekulasi, GCI Desak Hasil Uji Forensik Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang Dibuka ke Publik

Kepala Desa Cihaur, Asep, membenarkan adanya gejolak warga di wilayahnya. Namun, ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Desa (Pemdes) Cihaur awalnya tidak menerima laporan resmi mengenai dugaan tindak pidana tersebut.

“Mengingat kejadian kemarin, saya selaku Pemdes Desa Cihaur memang tidak menerima laporan (resmi) dari masyarakat, para tokoh, maupun pihak korban,” ujar Asep saat dikonfirmasi detikJabar, Sabtu (1/8/2026).

Asep menjelaskan, Kepala Dusun setempat sebenarnya telah menyarankan keluarga korban untuk segera melapor ke desa maupun kepolisian. Namun, pihak keluarga saat itu memilih untuk menempuh jalur kekeluargaan.

Berita Lainnya  Warga Lagi Asik Ngopi Tiba-tiba Ditampar, Kapolres Kapuas Hulu Sampaikan Permohonan Maaf

“Menurut informasi, dari pihak korban jangan dulu laporan karena mau diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Asep.

Setelah melalui serangkaian musyawarah antara warga dan keluarga korban, akhirnya disepakati bahwa terduga pelaku harus meninggalkan lingkungan desa.

“Musyawarah demi musyawarah ternyata melahirkan satu keputusan dari warga masyarakat, termasuk pihak korban, yaitu mengusir si pelaku dari Desa Cihaur,” tutur Asep.

Merespons kabar yang kian meluas, Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan penyelidikan awal. Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah mendalami kebenaran informasi tersebut.

Berita Lainnya  Balita 3 Tahun di Karawang Dianiaya 2 Bocah, Alat Kelamin Korban Ditusuk Sate dan Digunting

“Iya betul, kami sudah mendapatkan informasi itu. Anggota kita juga sudah ke sana untuk mengecek kebenaran informasi yang beredar di media sosial tersebut,” ujar Dudi.

Hingga saat ini, kepolisian masih mengumpulkan fakta-fakta di lapangan, termasuk melacak keberadaan para korban untuk dimintai keterangan.

“Saat ini kami masih menelusuri ya, karena yang katanya korban juga belum kita temukan laporan soal itu (pencabulan) juga tidak ada, masih kita cek lagi,” kata Dudi.***

Sumber : Detikcom

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan