BANDUNG – Pelarian Dayat alias Cepi (28), pria yang diduga menganiaya anak kandungnya berusia 5 tahun di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat berakhir setelah diringkus polisi.
Dayat diamankan jajaran Satreskrim Polres Cimahi pada Kamis (30/7/2026) sore, setelah video aksi kekerasan terhadap anaknya viral di media sosial.
Sebelum ditangkap, Dayat disebut sempat disembunyikan oleh pihak keluarganya. Ia kemudian berusaha melarikan diri hingga akhirnya berhasil diamankan polisi.
Kini, pria yang diketahui seorang pengangguran tersebut telah ditahan untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan penganiayaan terhadap anak kandungnya sendiri.
Kapolres Cimahi, AKBP M. Faruk Rozi mengatakan, polisi sudah mengamankan pelaku untuk selanjutnya diproses hukum.
“Terduga pelaku sudah kami amankan juga,” kata Faruk saat dikonfirmasi, Kamis (30/7/2026).
Terduga pelaku penganiayaan itu dipastikan adalah ayah kandung korban. Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Cimahi masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap motif penganiayaan tersebut.
Polisi juga mendalami tindakan pelaku yang merekam aksi kekerasan terhadap anaknya hingga menyebabkan korban mengalami luka.
“Saat ini masih diperiksa terkait motif dan keterangan lainnya. Nanti akan kami sampaikan perkembangannya,” ujar Faruk.
Peristiwa penganiayaan itu diakuinya dilakukan pada Minggu (26/7/2026) di kediaman Dayat di Desa Cintaasih, Kecamatan Cipongkor.
Dalam video yang beredar, Dayat terlihat melakukan kekerasan terhadap korban yang masih berusia 5 tahun, bocah tersebut dipukul, ditampar hingga dijambak. Korban bahkan terlihat menangis histeris dengan darah mengucur dari hidungnya.
Ibu kandung korban, Rika (23), mengatakan penganiayaan itu bermula ketika R tidak ingin pulang ke rumah ayahnya. Namun, korban akhirnya dibawa paksa hingga kemudian mengalami kekerasan.
“Jadi anak saya enggak mau pulang, maunya sama saya di sini. Cuma akhirnya dibawa paksa, akhirnya karena emosi anak saya disiksa sama pelaku,” ungkap Rika saat ditemui di kediamannya, Jumat (31/7/2026).
Menurut Rika, luka yang terlihat dalam video tersebut diduga akibat pukulan menggunakan tangan kosong. “Jadi berdarah itu memang karena dipukul sama tangan kosong,” kata Rika.
Rika mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah menerima video yang memperlihatkan anaknya dianiaya.
“Itu anak saya satu-satunya, masih 5 tahun. Saya dikirim video sama dia (pelaku). Kalau kejadiannya bagaimana saya kurang tahu, cuma kan sesuai yang di video anak saya dipukul, dijambak, ditempeleng sampai berdarah,” ucap Rika.***
Sumber : Kompas










