Senin, Juni 15, 2026
spot_img

2 Buruh Tani di Pantura Subang Tewas Tersambar Petir

SUBANG – Nasib nahas menimpa dua orang buruh tani asal Desa Cigugur, Kecamatan Pusakajaya, Subang, yang kehilangan nyawa akibat tersambar petir saat bekerja memanen padi di areal pesawahan Bojongjaya, Rabu (20/5/2026), sekitar pukul 11.00 WIB.

Peristiwa meninggalnya dua orang buruh tani di Pantura Subang akibat tersambar petir tersebut viral di media sosial.

Kapolsek Pusakanagara Kompol Jusdijachlan mengungkapkan, peristiwa dua warga Desa Cigugur, Kecamatan Pusakajaya, tersambar petir terjadi saat kedua korban sedang memanen padi di tengah sawah.

“Saat itu rombongan kuli pemanen padi berjumlah 19 orang sedang memotong atau memanen padi. Namun, nahas, saat sedang memotong (mengarit padi), tiba-tiba cuaca mendung dan hujan turun, para buruh tani tersebut kemudian menghentikan aktivitasnya dan memilih berteduh di saung,” ungkap Kapolsek Pusakanagara Kompol Jusdijachlan, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (20/5/2026) malam.

Berita Lainnya  Dugaan Gratifikasi, Anne Ratna Penuhi Panggilan Penyidik Kejari Purwakarta

Menurut Jusdijachlan, akibat hujan yang tak kunjung reda, belasan buruh tani tersebut akhirnya memutuskan untuk pulang dan akan melanjutkan pekerjaan memanen padi esok hari.

“Namun, nahas, saat hendak pulang mengambil motor, tiba-tiba petir datang dan menyambar dua buruh tani tersebut hingga keduanya tewas,” katanya.

Kedua korban tersambar petir tersebut diketahui bernama Carwita (39), warga Dusun Karangtempel RT 06/02 Desa Cigugur Kaler, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, dan Wastim (43), Dusun Karangtengah RT 08/03, Desa Cigugur Kaler, Kecamatan Pusakajaya Kabupaten Subang.

Berita Lainnya  Oknum ASN yang Terjerat Kasus Narkoba di Bekasi Diberhentikan Sementara, Status Kepegawaian Tunggu Keputusan Hukum Inkrah

“Kedua korban ini sebenarnya sudah keluar dari pesawahan. Namun, Wastim harus balik lagi ke sawah karena sandalnya ketinggalan di saung dan saat mengambil sandal tersebut Wastim tersambar petir,” katanya.

Sementara Carwita saat itu dirinya sudah naik sepeda motor tetapi masih berada di tanggul sekitaran pesawahan tersebut. “Namun, nahas saat akan mengendarai motor, tiba-tiba petir menyambar tubuh korban hingga korban terkapar,” ucapnya.

Kedua korban langsung dievakuasi oleh beberapa kerabat rombongan buruh tani di pesawahan dengan menggunakan sarung kemudian ditandu ke rumah masing-masing.

Berita Lainnya  Kasusnya Asli Ditangani Polisi, Tapi Video Viral Klarifikasi Ibu Santriwati Ternyata Hanya Konten

“Korban Wastim oleh pihak keluarga sempat dilarikan ke RS Mitra Plumbon Indramayu, namun kata dokter korban sudah meninggal, selanjutnya kembali dibawa pulang ke rumah duka,” katanya.

Dikatakan Jusdijachlan, kedua korban yang tersambar petir saat berada di sawah tersebut mengalami luka di bagian kepala dan wajah. “Pihak keluarga sudah menerima kejadian tersebut dan menganggap sebagai sebuah musibah dan takdir dari Allah SWT. Kedua korban sudah dimakamkan tadi sore di pemakaman umum setempat,” pungkasnya.***

Sumber : Kompas

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Pimpin Langsung Sidak, Bupati Aep Temukan THM hingga Minol Tak Berizin

KARAWANG - Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh memimpin langsung agenda inspeksi mendadak (sidak) terhadap beberapa Tempat Hiburan Malam (THM), pada Sabtu (13/6/2026) malam. Didampingi Wakil...

Polemik Theatre Night Mart, Toto : “Ada Indikasi Sarat Kepentingan Persaingan Bisnis THM”

KARAWANG - Sejak awal kali pertama beroperasi, dugaan 'aksi kucing-kucingan' dengan Pemkab Karawang dilakukan Theatre Night Mart - tempat hiburan malam (THM) di Jalan...

Gegara Berselisih di Medsos, Remaja di Bekasi Tewas Dikeroyok, 6 Pelaku Diamankan

KOTA BEKASI - Sebanyak enam orang diamankan Polres Metro Bekasi Kota, karena diduga terlibat dalam kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang menyebabkan remaja berinisial SRR...

Ayah Biadab di Karawang, Anak Kandung Usia 3 Tahun ‘Digares’ juga

KARAWANG - J (39), seorang ayah yang merupakan warga Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini terpaksa dicokok polisi, setelah diduga memerkosa anak kandung...

Mendikdasmen Klaim 43 Juta Siswa Ingin Program MBG Dilanjutkan

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengeklaim, 43 juta murid penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) menginginkan programnya lanjut. Dia menyebutkan,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan