Senin, Juli 20, 2026
spot_img

Pesan Hardiknas, DPRD Karawang Minta Sekolah Jangan Abaikan Pendidikan Karakter dan Moral

KARAWANG – Wakil Ketua I DPRD Karawang, H. Oma Miharja Rizki, SH., MH., meminta pihak sekolah yang dalam hal ini tenaga pendidik tidak mengabaikan pendidikan karakter dan moral, dalam setiap proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Hal ini disampaikan Haji Oma, dalam kesempatan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026, Sabtu (2/5/2026).

H. Oma Miharja berpendapat, pendidikan akademik memang penting untuk menunjang karir masa depan para siswa. Tetapi lebih dari itu, pendidikan karakter dan moral jauh lebih penting untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) anak bangsa untuk menuju visi Indonesia Emas 2045.

Berita Lainnya  GMNI Ungkap 5 Kejanggalan Pelaksanaan SPMB di Kota Bekasi

“Kita selalu mendengar pesan dari orang tua bahwa akhlak atau moral harus di atas ilmu. Ini benar sekali, karena moralitas dapat memastikan ilmu pengetahuan digunakan dengan netral dan tidak memihak pada kepentingan yang merusak,” tutur H. Oma Miharja Rizki.

Berangkat dari prinsip sistem pendidikan seperti ini, H. Oma Miharja menegaskan bahwa semuanya harus berawal dari karakter dan moral yang ditunjukan setiap tenaga pendidikan atau guru di hadapan  para siswanya.

Berita Lainnya  Sahroni Kritik Hotman Paris : "Gak Usah Bawa-bawa Nama Presiden"

Salah satu contoh kecil seperti sikap menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda, berpakaian dan berambut rapih, menjaga kebersihan, hingga tidak merokok di lingkungan sekolah.

“Pendidikan karakter dan moral seperti ini tidak akan terserap di kepala atau otak siswa, selama tidak dicontohkan oleh tenaga pendidik sendiri. Ini memang terkesan hal sederhana. Tetapi sebenarnya hal-hal yang sangat penting di dunia pendidikan,” katanya.

Oleh karenanya, politisi Partai Demokrat ini menegaskan jangan sampai terjadi kasus tindakan kekerasan di dunia pendidikan, khususnya di Karawang. Karena ditegaskannya, hari ini bukan zamannya lagi mendidik siswa dengan cara kekerasan.

Berita Lainnya  Atalia Kritik Lagu Om Zein yang Dinilai Rendahkan Perempuan

“Jika siswa salah, berikan sanksi atau hukuman yang mendidik. Jangan sampai persoalan di sekolah masuk ke ranah pidana.  Saya tegaskan ini karena masih sering terjadi tindakan kekerasan di dunia pendidikan kita,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Motif Tekanan Ekonomi, Oknum Polisi Rampok Toko Emas

ACEH - Tim gabungan Polres Aceh Selatan bersama personel Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh menangkap seorang oknum polisi yang diduga merampok...

Spanyol Rebut Gelar Piala Dunia, Pecahkan Rekor Laju Tak Terkalahkan

East Rutherford - Spanyol merebut gelar juara Piala Dunia 2026 dengan nyaris sempurna. Spanyol melengkapi suksesnya dengan menciptakan rekor baru laju tak terkalahkan terpanjang. La...

Wacana Pemberlakuan SPP di SMA-SMK, KDM : “Cukup dengan Dana BOS”

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi kembali angkat bicara soal wacana pemberlakuan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di SMA-SMK Negeri. Ia menyebut sudah...

Dualisme KADIN Karawang Buat Dunia Usaha dan Industri Jadi Bingung

KARAWANG - Dinamika dualisme kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) di Kabupaten Karawang kembali menjadi perhatian publik pada pertengahan Juli 2026. Dalam rentang waktu...

Sahroni Kritik Hotman Paris : “Gak Usah Bawa-bawa Nama Presiden”

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengkritik Hotman Paris, kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Ardiansyah, karena membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto....

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan