KARAWANG – Wakil Ketua I DPRD Karawang, H. Oma Miharja Rizki, SH., MH., meminta pihak sekolah yang dalam hal ini tenaga pendidik tidak mengabaikan pendidikan karakter dan moral, dalam setiap proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Hal ini disampaikan Haji Oma, dalam kesempatan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026, Sabtu (2/5/2026).
H. Oma Miharja berpendapat, pendidikan akademik memang penting untuk menunjang karir masa depan para siswa. Tetapi lebih dari itu, pendidikan karakter dan moral jauh lebih penting untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) anak bangsa untuk menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Kita selalu mendengar pesan dari orang tua bahwa akhlak atau moral harus di atas ilmu. Ini benar sekali, karena moralitas dapat memastikan ilmu pengetahuan digunakan dengan netral dan tidak memihak pada kepentingan yang merusak,” tutur H. Oma Miharja Rizki.
Berangkat dari prinsip sistem pendidikan seperti ini, H. Oma Miharja menegaskan bahwa semuanya harus berawal dari karakter dan moral yang ditunjukan setiap tenaga pendidikan atau guru di hadapan para siswanya.
Salah satu contoh kecil seperti sikap menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda, berpakaian dan berambut rapih, menjaga kebersihan, hingga tidak merokok di lingkungan sekolah.
“Pendidikan karakter dan moral seperti ini tidak akan terserap di kepala atau otak siswa, selama tidak dicontohkan oleh tenaga pendidik sendiri. Ini memang terkesan hal sederhana. Tetapi sebenarnya hal-hal yang sangat penting di dunia pendidikan,” katanya.
Oleh karenanya, politisi Partai Demokrat ini menegaskan jangan sampai terjadi kasus tindakan kekerasan di dunia pendidikan, khususnya di Karawang. Karena ditegaskannya, hari ini bukan zamannya lagi mendidik siswa dengan cara kekerasan.
“Jika siswa salah, berikan sanksi atau hukuman yang mendidik. Jangan sampai persoalan di sekolah masuk ke ranah pidana. Saya tegaskan ini karena masih sering terjadi tindakan kekerasan di dunia pendidikan kita,” tandasnya.***










