Senin, Mei 18, 2026
spot_img

Terima Aduan Warga, Polres Purwakarta Gerak Cepat Cek Dugaan Premanisme

PURWAKARTA — Respons cepat ditunjukkan jajaran Polres Purwakarta dalam menindaklanjuti aduan masyarakat terkait dugaan aksi premanisme di sekitar pintu masuk STS.

Laporan yang disampaikan melalui media sosial itu langsung direspon dengan penurunan personel ke lapangan.

Unit Jatanras Satreskrim bersama dengan Piket Samapta Polres Purwakarta diterjunkan untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi yang dilaporkan.

Langkah ini dilakukan guna memastikan kebenaran informasi sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Berita Lainnya  Operasi Cipta Kondisi Sasar Miras hingga Geng Motor, Polisi Amankan Ratusan Botol Miras

Di lokasi, petugas melakukan pemantauan situasi serta berkoordinasi dengan pihak terkait dan masyarakat sekitar. Selain itu, dilakukan pula upaya penelusuran terhadap dugaan praktik pungutan liar yang meresahkan para sopir truk yang melintas di kawasan tersebut.

Kehadiran aparat kepolisian di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah terjadinya tindakan premanisme yang dapat merugikan masyarakat.

Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasi Humas, AKP Enjang Sukandi menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara cepat dan profesional.

Berita Lainnya  Target Korban di Bawah Umur, Maling Motor Modus Tuduh Korban Pelaku Pemukulan Ditangkap

“Kami pastikan setiap aduan masyarakat menjadi prioritas untuk segera ditindaklanjuti. Polres Purwakarta berkomitmen menindak tegas segala bentuk premanisme yang meresahkan masyarakat,” tegas AKP Enjang Sukandi.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan Kamtibmas, baik secara langsung maupun melalui layanan pengaduan resmi Polri di 110, agar dapat segera ditangani dengan cepat dan tepat.

“Dengan langkah sigap tersebut, Polres Purwakarta terus berupaya menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, serta memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Enjang.***

Berita Lainnya  Makam Dibongkar, Polisi Selidiki Kasus Bayi Tewas Tak Wajar di Karawang

Sumber : TribrataNews

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kasus Suap Ade Kunang, Terdakwa Sarjan Divonis 3,3 Tahun Penjara

BANDUNG - Terdakwa penyuap Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kusawara Kunang dan ayahnya HM Kunang, Sarjan terlihat tidak menaiki mobil tahanan setelah menjalani sidang vonis...

MAKI Sentil Pembelaan Nadiem Via Opini Medsos

JAKARTA - Ketua Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengaku penasaran dengan strategi pembelaan hukum yang akan disampaikan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan...

Cabuli Santriwati, Oknum Pimpinan Ponpes di Garut Diamankan Polisi

GARUT - Seorang oknum pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Garut - Jawa Barat, berinisial AN, dipolisikan setelah diduga mencabuli salah seorang santriwati. Saat ini, lelaki...

Jawa Barat Bakal Ganti Nama Jadi Tatar Sunda, ini Penjelasan Pemprov

BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa Hari Tatar Sunda yang perayaannya diisi dengan rangkaian kirab budaya mengarak mahkota Binokasih ke berbagai daerah,...

Denda Kelebihan Izin Rp 224,7 Juta Dibayar, KDM Pastikan WNI Terlantar di Libya Bisa Pulang

KARAWANG - Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) memastikan empat warga negara Indonesia (WNI) yang terlantar di Libya akhirnya bisa dipulangkan ke Tanah...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan